,
menampilkan: hasil
Menteri Dikdasmen Resmikan 27 Gedung Sekolah di Pontianak
Tinjau Revitalisasi SDN 05 Pontianak Timur
PONTIANAK - Revitalisasi gedung SDN 05 Pontianak Timur membuat siswa lebih nyaman dan betah belajar. Mereka datang dengan wajah gembira dan rasa bangga yang tinggi terhadap sekolah. Para guru pun, bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan besar. Sehingga dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pemeningkatan karakter para siswa.
"Bagi masyarakat di sekitar, sekolah kami tidak hanya berdiri tegak, tapi sebagai bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil," cerita Kepala SDN 05 Pontianak, Bona Ventura ketika menyampaikan testimoni dalam peresmian revitalisasi gedung sekolah se Kota Pontianak, di SDN 05 Pontianak Timur, Kamis (25/6/2026) siang.
Ia bercerita, kondisi tata ruang sekolah sebelumnya belum memungkinkan penerapan kurikulum merdeka secara maksimal. Di mana siswa harusnya bergerak aktif, berdiskusi lepas, dan belajar dari segala arah. Namun semangat para siswa tak pernah surut.
"Saya merasa ada harapan besar yang belum pernah bisa dimunculkan karena keterbatasan kondisi lingkungan belajar. Namun, harapan itu berubah menjadi kenyataan ketika sekolah saya ditetapkan sebagai salah satu sekolah penerima program revitalisasi tahun 2025," katanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengamini cerita Bona Ventura. Setiap tahun, rata-rata Pemkot menganggarkan di atas Rp100 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan sekolah baru. Pasalnya, banyak sekolah dasar di Kota Pontianak merupakan peninggalan sekolah Inpres, sehingga membutuhkan penanganan bertahap, baik melalui regrouping, rehabilitasi, maupun pembangunan baru.
“Target kita tahun 2029, 95 persen sarana prasarana sekolah negeri di Kota Pontianak dalam kondisi baik dan representatif, termasuk sarana penunjang seperti olahraga, halaman, pagar, toilet, dan kantin sekolah,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam program revitalisasi satuan pendidikan. Pada tahun 2025, sebanyak 15 sekolah di Kota Pontianak telah direvitalisasi, terdiri dari satu TK, empat SD, delapan SMP, dan dua SMA. Program tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan menjangkau 12 satuan pendidikan lainnya, yakni dua TK, empat SD, satu SMP, satu SPNF SKB, satu PKBM, dan tiga SMA.
“Jadi totalnya 27 satuan pendidikan,” kata Edi.
Dukungan revitalisasi dari pemerintah pusat sangat membantu percepatan peningkatan kualitas sarana pendidikan, baik untuk rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru. Karena itu, Pemkot Pontianak berharap sinergi dengan pemerintah pusat terus berlanjut.
“Tentunya kita masih berharap ke depan adanya sinergisitas untuk peningkatan kualitas sarana prasarana, termasuk sarana pendukung seperti mebeler, digital, dan sarana lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Edi menjelaskan, kondisi ruang belajar, Pemkot Pontianak juga menghadapi tantangan daya tampung. Edi menyebut, pada jenjang SD terdapat 12.071 siswa dengan kapasitas 11.779 kursi, sehingga masih terdapat kekurangan 292 kapasitas. Sementara untuk SMP, jumlah siswa sekitar 12.062 orang dengan kapasitas daya tampung 12.437 siswa.
Berbagai upaya telah dilakukan Pemkot. Seperti memberikan dukungan kepada madrasah dan sekolah swasta melalui dana hibah APBD. Setiap tahun, bantuan untuk peningkatan sarana prasarana sekolah swasta dan madrasah berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, berdasarkan proposal yang masuk dan ditindaklanjuti. Selain itu, Pemkot Pontianak juga menyiapkan lahan untuk penambahan fasilitas pendidikan, termasuk madrasah aliyah. Dalam skema tersebut, pemerintah kota menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik, sarana, guru, dan operasional didukung oleh Kementerian Agama.
Edi menegaskan, seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pontianak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung wajib belajar 13 tahun.
“Ini bentuk upaya kita untuk meningkatkan sumber daya manusia ke depan,” katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu'ti mengatakan revitalisasi gedung sekolah merupakan pembangunan prioritas Presiden Prabowo. Tujuannya adalah membangun, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
"Revitalisasi ini bukan tujuan, tetapi bagian dari usaha, bagian dari kebijakan yang muaranya pada peningkatan mutu pendidikan, yang diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," jelasnya.
Revitalisasi gedung sekolah tahun 2025 selesai membangun 16.167 satuan pendidikan. Sedang di tahun 2026, total 11.744 satuan Pendidikan akan direvitalisasi.
"Dan insya Allah akan ada tambahan dari Bapak Presiden 6.000 satuan pendidikan sehingga tahun ini pemerintah akan melakukan revitalisasi untuk 17.744 satuan pendidikan di semua daerah," tutupnya. (prokopim)
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Lalu Lintas, Dishub Gelar Pemilihan Pelajar Pelopor
PONTIANAK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak sukses menggelar Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026 sebagai upaya menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan pelajar agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keselamatan lalu lintas sejak dini.
“Pelajar memiliki peran strategis dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas karena tingginya mobilitas mereka serta potensinya sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya usai mendampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan hadiah kepada para juara, Senin (22/6/2026).
Menurut Trisna, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta menjadi bagian dari rangkaian seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tingkat nasional yang diawali dari tingkat kabupaten dan kota.
Tahun ini, sebanyak 21 peserta dari SMA, SMK, dan MA sederajat di Kota Pontianak mengikuti seleksi administrasi dengan mengirimkan karya tulis ilmiah bertema “Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”.
Dari jumlah tersebut, 10 peserta terbaik berhak melaju ke tahap presentasi dan penilaian karya tulis. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek administrasi sebesar 15 persen dan aspek teknis sebesar 85 persen.
Trisna menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran pelajar terhadap keselamatan jalan, membangun budaya tertib berlalu lintas, sekaligus memberikan apresiasi kepada generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan transportasi.
“Program ini juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi keselamatan lalu lintas kepada generasi muda melalui berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih oleh Indra Setiyawan dari SMK SMTI Pontianak dengan nilai 94,81 melalui karya tulis berjudul Prototype Smart-Barrier Lidar: Palang Pintu Perlintasan Sebidang Otomatis Sebagai Standarisasi Keselamatan Jalur Kereta Api Masa Depan di Kalimantan.
Posisi Juara II diraih Altair Julityo Harli dari SMAS Bina Mulia Pontianak dengan nilai 93,74, sedangkan Juara III diraih Neshia Calista dari SMA Katolik Santu Petrus Pontianak dengan nilai 93,05.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Rikza Aufa Jahwar Meazza dari SMA Negeri 7 Pontianak dan Juara Harapan II diraih Brigitha Triedausu dari SMA Negeri 3 Pontianak.
Trisna menuturkan, para pemenang akan menjadi duta keselamatan lalu lintas sekaligus mewakili Kota Pontianak pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.
“Kami berharap para pemenang maupun seluruh peserta dapat terus menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan agen perubahan dalam menumbuhkan kesadaran, etika, serta budaya tertib berlalu lintas demi terwujudnya keselamatan jalan yang berkelanjutan di Kota Pontianak,” tutupnya.
Dinas Perhubungan Kota Pontianak juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sekolah, dewan juri, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. (Sumber : dishub.pontianak)
Edi Harap Pelajar Pelopor Jadi Agen Perubahan Keselamatan Lalu Lintas
Serahkan Hadiah bagi Pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas
PONTIANAK – Inovasi di bidang keselamatan transportasi mengantarkan Indra Setyawan, siswa Kelas X SMTI Pontianak, meraih Juara I dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026.
Bersama rekannya, Faridh Zulfahmi, Indra berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karya inovatif bertajuk ‘Prototype Smart-Barrier Lidar, Palang Pintu Perlintasan Sebidang Otomatis sebagai Standarisasi Keselamatan Jalur Kereta Api Masa Depan di Kalimantan’, yakni sebuah sistem yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api.
Indra menjelaskan, ide tersebut lahir dari hasil riset yang dilakukan timnya serta terinspirasi dari sejumlah kasus kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih terjadi di Indonesia.
“Awalnya kami ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba ini. Setelah itu kami mulai mencari ide yang sesuai dengan tema keselamatan lalu lintas. Akhirnya kami mengembangkan Smart Barrier Lidar untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api,” ujarnya usai menerima piagam dan hadiah yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang VIP Wali Kota, Senin (22/6/2026).
Menurut Indra, sistem yang dirancang memanfaatkan tiga sensor yang ditempatkan pada titik berbeda di jalur kereta api. Sensor tersebut berfungsi mendeteksi keberadaan kereta yang mendekati perlintasan dan memberikan respons otomatis apabila terdapat kendaraan yang terjebak di area perlintasan.
“Ketika kereta terdeteksi berada pada jarak tertentu, sistem akan memberikan peringatan. Jika ada kendaraan yang terjebak di area perlintasan, palang pintu dapat terbuka kembali dan masinis akan menerima notifikasi peringatan. Sistem ini juga dapat dipantau melalui website dan dilengkapi lampu peringatan,” jelasnya.
Proses pembuatan prototipe inovasi tersebut memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meski yang ditampilkan saat penilaian berupa simulasi, tim telah memiliki prototipe yang sebelumnya telah diuji coba.
Berkat inovasi tersebut, Indra dan tim memperoleh nilai total 94,28 dari penilaian karya tulis ilmiah dan alat yang dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Ke depan, Indra berharap inovasi yang dikembangkannya dapat terus disempurnakan, terutama pada aspek sensor agar semakin akurat dan efektif dalam mendukung keselamatan di perlintasan kereta api.
Ia juga mengapresiasi dukungan pihak sekolah yang telah membantu selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Sekolah sangat membantu, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan oleh guru pembimbing. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026 memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya budaya tertib berlalu lintas sekaligus mendorong lahirnya inovasi di bidang keselamatan jalan.
Edi bilang, kegiatan yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional tersebut menjadi momentum untuk melibatkan pelajar dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak.
“Kita menyadari bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kota Pontianak, masih cukup tinggi dan banyak pelajar yang menjadi korban. Karena itu kegiatan ini menjadi momentum untuk melahirkan inovasi-inovasi terkait keselamatan lalu lintas,” sebutnya.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang dihasilkan para peserta diharapkan tidak hanya menjadi gagasan semata, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata. Jika bersifat aplikatif, inovasi tersebut diyakini mampu membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Pontianak.
Edi menambahkan, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak menghadapi peningkatan jumlah kendaraan yang terus terjadi dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Namun yang tidak kalah penting adalah perilaku para pengendara. Diperlukan kesabaran, disiplin dan kepatuhan terhadap aturan-aturan berlalu lintas,” katanya.
Terkait para pemenang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas, Edi berharap mereka dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing. Selain itu, inovasi yang dihasilkan juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Mereka diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan mampu mengimplementasikan inovasi yang telah diciptakan,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Edi juga mengimbau seluruh pelajar dan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama pengguna kendaraan roda dua. Ia mengingatkan agar setiap pengendara memastikan kondisi kendaraan layak digunakan serta selalu memakai perlengkapan keselamatan, seperti helm.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Dengan disiplin, tertib dan saling menghormati sesama pengguna jalan, kita dapat menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat bagi semua,” tutupnya. (prokopim)
PAUD Fondasi Penting Bentuk Karakter Anak
Pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026
PONTIANAK – Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menghadiri acara pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Rumah Budaya Kampung Caping , Kamis (11/6/2026).
Acara pelepasan siswa dihadiri para orang tua, guru, pengurus PKK, serta para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.
Yanieta menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang telah berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak selama menempuh pendidikan di PAUD PKK Percontohan. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak sejak dini.
“Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi momentum untuk mengapresiasi proses belajar yang telah dilalui anak-anak. Kami berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan semangat belajar yang tinggi dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dukungan orang tua, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Pada kesempatan tersebut, para anak didik menampilkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi gambaran hasil pembelajaran yang telah mereka peroleh selama mengikuti pendidikan di PAUD.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kota Pontianak dapat terus terjaga, sehingga mampu melahirkan generasi penerus yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Yanieta. (*)