,
menampilkan: hasil
Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah AVC Men’s Champions League 2026
Kejuaraan Voli Antarklub Paling Bergengsi di Benua Asia
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Pontianak sebagai tuan rumah AVC Men’s Champions League 2026 yang akan digelar pada 13–17 Mei 2026 di GOR Terpadu A Yani Pontianak. Ajang ini akan menghadirkan delapan klub terbaik Asia yang dibagi ke dalam dua grup.
"Kami berterima kasih kepada panitia karena mempercayakan Pontianak sebagai tuan rumah perdana ajang ini di Indonesia," katanya usai Rapat Koordinasi Penyelenggara Turnamen Bola Voli AVC Men’s Champions League 2026 di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (15/4/2026) siang.
Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota telah menyiapkan berbagai aspek penunjang, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur di jalur yang akan dilalui atlet dan tamu mancanegara, kawasan sekitar venue, hingga area hotel tempat para tamu menginap. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan baliho, videotron, dan spanduk di sejumlah titik kota sebagai bagian dari penyambutan sekaligus publikasi kejuaraan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, momentum Car Free Day (CFD) juga akan dimanfaatkan untuk memeriahkan suasana menjelang kejuaraan. Pemerintah kota pun telah menginformasikan kepada hotel, restoran, dan kafe di Pontianak untuk ikut memberikan sambutan terbaik agar para tamu mendapat kesan positif selama berada di Kota Khatulistiwa.
Di sisi lain, Pemkot Pontianak juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menertibkan sejumlah kawasan yang berpotensi mengganggu kenyamanan tamu. Langkah ini dilakukan agar para atlet dan ofisial dapat beristirahat dengan nyaman selama kejuaraan berlangsung.
Wali Kota menambahkan, di sekitar GOR juga direncanakan pembangunan area stan promosi bagi kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Area tersebut akan diisi dengan kuliner, produk Dekranasda, dan promosi daerah masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kalbar kepada tamu mancanegara.
"Kami berharap AVC Men’s Champions League 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi daerah yang memberi kesan mendalam bagi seluruh tamu yang datang ke Pontianak dan Kalbar," tutupnya.
Berdasarkan hasil drawing resmi AVC, Pool A diisi oleh Jakarta Bhayangkara Presisi dari Indonesia, Al Rayyan Ray dari Qatar, Hyundai Capital Skywalkers dari Korea Selatan, dan Zhaiyk VC dari Kazakhstan. Sementara Pool B diisi oleh SV.League dari Jepang, Foolad Sirjan Iranian dari Iran, Jakarta Garuda Jaya dari Indonesia, dan Nakhonratchasima Qmin C VC dari Thailand.
Terkait tiket, penjualan resmi telah dibuka melalui platform Yesplis. Informasi pembelian dipublikasikan melalui kanal resmi promosi event AVC Volleyball 2026 Pontianak. (prokopim)
Laga Persahabatan Buka POPDA Pontianak 2026
Duet Edi-Bahasan Sumbang Empat Gol
PONTIANAK - Laga persahabatan antara PS Pemkot, Journalist FC dan Askot PSSI Kota Pontianak membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak di Stadion Keboen Sajoek, Selasa (14/4/1026) malam. Dalam mini cup itu, duet penyerang Wali Kota Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan menyumbang empat gol dan membawa PS Pemkot menjadi juara.
Laga tersebut menjadi laga perdana stadion Keboen Sajoek usai renovasi. Setelah penyelenggaraan POPDA, lapangan akan dibuka untuk umum dan peningkatan kualitas terus dilakukan.
Wali Kota Edi Kamtono menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan olahraga pelajar sekaligus meningkatkan sarana prasarana olahraga di kota ini. Salah satunya lewat POPDA, yang menjadi ajang penting menumbuhkan semangat sportivitas sekaligus menjaring atlet-atlet muda potensial dari Kota Pontianak.
“Kompetisi ini mudah-mudahan bisa diikuti dengan mengutamakan sportivitas, baik oleh wasit, juri maupun para atlet. Kita harapkan dari kegiatan ini lahir atlet-atlet yang berprestasi, tidak hanya di tingkat Kota Pontianak, tetapi juga bisa mewakili Pontianak di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Pemerintah kota akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana olahraga yang tersebar di berbagai wilayah Pontianak. Pengembangan itu, kata dia, tidak hanya untuk mendukung olahraga prestasi, tetapi juga untuk memperkuat arah Pontianak sebagai kota sport tourism atau rekreasi olahraga.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Pontianak ingin memajukan olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi, yang memberi dampak pada kemajuan generasi muda kita,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada keterbatasan lahan dan anggaran dalam membangun fasilitas olahraga yang ideal. Karena itu, ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah kota, dunia usaha, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan sarana olahraga yang sesuai standar.
Selain fasilitas olahraga formal, Pemkot Pontianak juga akan melanjutkan pembangunan ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan sarana olahraga rekreasi.
“Langkah itu bertujuan membiasakan generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik dan olahraga sejak dini,” ungkap Edi.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal menambahkan POPDA 2026 merupakan bagian dari evaluasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus ajang seleksi bakat menuju POPDA tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026. Ajang ini akan berlangsung hingga 25 April 2026. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mempertandingkan 12 hingga 15 cabang olahraga, pada tahun ini jumlah cabang yang diperlombakan dikurangi menjadi empat cabang saja.
“Pada tahun 2026 ini karena adanya efisiensi anggaran, maka hanya ada empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu sepak bola putra-putri, bola voli putra-putri, sepak takraw, dan basket,” jelasnya.
Keempat cabang olahraga tersebut akan digelar di empat venue berbeda. Untuk sepak bola dilaksanakan di Stadion PSP Keboen Sajoek, basket di Lapangan Perbasi, bola voli di lapangan IAIN, dan sepak takraw di Gedung Olahraga Tabrani Ahmad.
Tercatat sebanyak 29 SMA sederajat ikut ambil bagian dalam POPDA tahun ini. Total peserta yang terdaftar mencapai 1.071 pelajar. Meski dilaksanakan dengan keterbatasan cabang olahraga, pihaknya berharap ajang ini tetap mampu melahirkan atlet-atlet pelajar berprestasi yang dapat mengharumkan nama Pontianak di tingkat provinsi.
“Kami optimis melalui POPDA ini mampu mencetak atlet-atlet pelajar yang akan mengharumkan nama Kota Pontianak hingga Provinsi Kalbar di tingkat nasional,” tutupnya. (prokopim)
Eksibisi ORADO, Edi Nilai Domino Asah Strategi dan Sportivitas
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyaksikan langsung Eksibisi Olahraga Domino (ORADO) yang digelar Federasi Olahraga Domino (ORADO) Kota Pontianak di Gardu I-Rian Jalan Irian Pontianak Selatan, Minggu (1/3/2026) malam.
Eksibisi yang mengusung tema ‘Memintarkan Indonesia’ ini diikuti sebanyak 64 peserta dan sudah dimulai sejak 28 Februari hingga partai final yang akan berlangsung 2 Maret 2026.
Edi mengapresiasi penyelenggaraan eksibisi tersebut sebagai wadah positif untuk mengembangkan olahraga berbasis strategi dan kecerdasan. Menurutnya, domino bukan sekadar permainan, melainkan olahraga yang melatih konsentrasi, ketelitian dan kemampuan membaca situasi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa domino adalah olahraga yang mengasah strategi dan daya pikir. Ini sejalan dengan tema ‘Memintarkan Indonesia’, karena olahraga juga berperan dalam membentuk karakter dan kecerdasan,” ujarnya.
Dia berharap domino dapat menjadi olahraga berprestasi bagi Pontianak. Apalagi permainan domino yang dikenal dengan gaple dan remi domino bukanlah hal baru bagi masyarakat. Kini, permainan tersebut telah dimodifikasi menjadi cabang olahraga dengan peralatan khusus, aturan baku, serta sistem pertandingan yang lebih profesional.
"Semoga olahraga domino tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi mampu melahirkan atlet yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga melihat antusiasme peserta yang didominasi pemain senior, menandakan olahraga ini memiliki basis komunitas yang kuat.
“Kalau ada kejuaraan gaple biasanya pesertanya membludak dan sangat ramai. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup besar,” ucapnya.
Wali Kota Edi Kamtono menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung berbagai cabang olahraga yang berkembang di masyarakat, termasuk domino, selama dilaksanakan secara tertib dan membawa manfaat positif. Kegiatan semacam ini juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antarwarga.
“Yang terpenting adalah kebersamaan dan sportivitas. Saya berharap ORADO Kota Pontianak terus membina atlet-atlet domino agar mampu berprestasi, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi dan nasional,” tutupnya. (prokopim)
Pontianak City Run 2026 Diikuti 6.000 Pelari, Wali Kota: Dorong Pariwisata dan Ekonomi
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut antusiasme peserta Pontianak City Run 2026 sangat luar biasa. Sekitar 6.000 pelari ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut, yang mempertandingkan kategori 41 kilometer, 21 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer.
“Alhamdulillah pesertanya sekitar enam ribuan. Ini bukan hanya dari Pontianak, tapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, luar kota, bahkan ada dari Kuching, Malaysia, dan Kenya,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, Pontianak City Run bukan sekadar lomba lari, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi para runner. Komunitas pelari yang terus berkembang menunjukkan bahwa olahraga lari semakin diminati masyarakat lintas usia dan daerah.
Ia menambahkan, event seperti ini memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi. Banyak peserta yang datang lebih awal dan menginap di Pontianak. Hal itu berdampak pada perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM.
“Tujuan kita memang bukan hanya olahraga. Kita ingin event ini menarik wisatawan, apalagi menjelang Imlek dan Cap Go Meh. Kalau dikolaborasikan dengan UMKM, seni dan budaya, saya yakin Pontianak City Run akan semakin besar ke depannya,” jelasnya.
Edi juga menekankan pentingnya menjaga suasana kota tetap kondusif. Tahun ini, Pontianak City Run beririsan dengan momentum Ramadan dan rangkaian perayaan keagamaan lainnya. Ia berharap seluruh kegiatan berjalan aman dan harmonis.
“Kita ingin Pontianak tetap menjadi kota yang toleran dan damai. Semua kegiatan, baik olahraga maupun keagamaan, harus berjalan lancar,” imbuhnya.
Sementara itu, CEO Sporta Indonesia selaku penyelenggara Pontianak City Run 2026 Ongky Lesmana, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara. Menurutnya, ajang ini tidak hanya diikuti pelari dari Kota Pontianak, tetapi juga dari seluruh wilayah Kalimantan Barat serta sejumlah kota besar di Indonesia.
“Bahkan, peserta dari luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang dan Bali turut berpartisipasi. Peserta mancanegara juga hadir, di antaranya dari Belanda, Jepang, Malaysia, dan Kenya,” terangnya.
Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan bahwa Pontianak City Run telah berkembang menjadi event olahraga yang memiliki daya tarik luas dan mampu menarik kunjungan wisata olahraga (sport tourism) ke Kota Pontianak.
Menurut Ongky, kegiatan berskala besar seperti ini memberikan dampak positif bagi promosi daerah, khususnya dalam memperkenalkan Pontianak sebagai destinasi event olahraga di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara juga menjadi indikator meningkatnya minat terhadap event lari yang diselenggarakan di Kota Khatulistiwa.
“Ini luar biasa, karena event seperti ini dapat mendatangkan potensi sport tourism di Kota Pontianak,” ucapnya.
Ia berharap Pontianak City Run dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih besar dan kolaboratif, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat citra Pontianak sebagai kota penyelenggara event olahraga berskala nasional dan internasional. (prokopim)