,
menampilkan: hasil
Kontingen Pontianak Siap Berlaga di FORPROV II Kalbar di Singkawang
Bahasan Tekankan Sportivitas dan Kekompakan
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi melepas Kontingen Kota Pontianak yang akan berlaga pada Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2026 di Kota Singkawang.
Dalam kesempatan itu, Bahasan memberikan motivasi kepada para atlet agar mampu mengharumkan nama Kota Pontianak melalui prestasi yang membanggakan.
Bahasan mengatakan, FORPROV tidak hanya menjadi ajang untuk meraih medali, tetapi juga sarana membangun semangat hidup sehat, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan berbagai cabang olahraga masyarakat dan olahraga tradisional.
“Olahraga masyarakat bukan hanya tentang mengejar medali atau menjadi yang tercepat. Lebih dari itu, FORPROV adalah panggung untuk menggelorakan semangat hidup sehat, membangun kebersamaan, dan melestarikan kekayaan budaya olahraga tradisional kita,” ujarnya saat melepas kontingen.
Kepada para atlet yang berangkat membawa nama baik dan kehormatan Kota Pontianak, ia berpesan supaya seluruh anggota kontingen menjaga sikap dan menunjukkan karakter masyarakat Pontianak yang sportif dan bermental juara.
Ia berharap para atlet selalu menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih secara jujur dan sesuai aturan.
“Hormati lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan bahwa warga Pontianak adalah warga yang beradab dan berbudaya,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kekompakan tim selama kompetisi berlangsung. Dukungan antar atlet dan official dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meraih hasil terbaik.
“Kekompakan adalah kunci kekuatan sebuah tim. Saling mendukung dan menjaga semangat satu sama lain akan menjadi modal penting dalam menghadapi setiap pertandingan,” katanya.
Bahasan juga meminta para atlet menjadi duta Kota Pontianak selama berada di Kota Singkawang. Ia berharap seluruh anggota kontingen dapat menunjukkan keramahan serta semangat positif yang menjadi ciri khas masyarakat Kota Khatulistiwa.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga, baik olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
“Pemerintah Kota Pontianak bangga atas antusiasme dan kerja keras yang telah ditunjukkan para atlet selama masa persiapan. Semoga seluruh perjuangan yang dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik,” ungkapnya.
Ia juga berharap para atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kota Pontianak.
“Selamat bertanding dan selamat berjuang. Ukirlah prestasi setinggi mungkin serta bawa pulang kebanggaan untuk Kota Khatulistiwa,” ucapnya.
Kota Pontianak mengirimkan sebanyak 608 orang yang tergabung dalam kontingen FORPROV II Kalbar. Ratusan peserta tersebut terdiri dari pegiat olahraga masyarakat, pelatih, dan ofisial yang mewakili Kota Pontianak pada ajang olahraga rekreasi tingkat provinsi tersebut.
Ketua Kontingen Kota Pontianak, Maira Setyawati, mengatakan keikutsertaan para pegiat olahraga masyarakat dalam FORPROV II merupakan sebuah amanah sekaligus kehormatan untuk membawa nama daerah di tingkat yang lebih luas.
“Jumlah peserta kontingen Kota Pontianak yang mengikuti FORPROV II sebanyak 608 orang. Kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, dan ofisial yang telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kekompakan dan saling mendukung demi mencapai hasil terbaik. Menurutnya, setiap pertandingan harus dijalani dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, hormati lawan maupun penyelenggara, serta jadikan setiap pengalaman sebagai proses pembelajaran yang berharga,” katanya.
Maira turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan ofisial yang telah memberikan dedikasi dalam membina dan mendampingi para peserta selama masa persiapan. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin mampu menjadi kekuatan untuk mengantarkan kontingen meraih hasil membanggakan.
Selain itu, ia memastikan dukungan masyarakat Kota Pontianak akan terus mengalir kepada seluruh anggota kontingen yang berlaga di FORPROV II. Maira berharap seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama mengikuti kompetisi.
“Kami semua yang berada di Kota Pontianak akan senantiasa memberikan doa dan dukungan. Semoga seluruh anggota kontingen mampu mengukir prestasi yang membanggakan bagi daerah,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Target Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA Kalbar 2026
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi melepas Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pontianak Tahun 2026 yang akan berlaga pada ajang POPDA Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Pelepasan kontingen berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Minggu (21/6/2026).
Bahasan menekankan bahwa POPDA bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan ajang pembuktian hasil kerja keras para atlet pelajar yang telah menjalani latihan dan pembinaan secara intensif.
“Momentum POPDA Tingkat Provinsi ini bukan sekadar ajang rutinitas kompetisi tahunan semata. Lebih dari itu, ini adalah panggung pembuktian atas hasil kerja keras, disiplin, tetesan keringat, dan latihan intensif yang telah kalian lalui selama ini di tingkat kota,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa para atlet yang tergabung dalam kontingen Kota Pontianak merupakan putra-putri terbaik yang terpilih untuk membawa nama baik daerah di tingkat provinsi. Oleh karena itu, seluruh atlet diminta bertanding dengan penuh fokus, semangat juang dan mentalitas pemenang.
Bahasan mengatakan Kota Pontianak memiliki tradisi prestasi olahraga yang kuat di Kalbar. Karena itu, pada POPDA Kalbar 2026, Kota Pontianak menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih sebelumnya.
“Kota Pontianak memiliki tradisi juara yang kuat dalam bidang olahraga di Kalbar. Oleh karena itu, target kita pada POPDA Provinsi tahun 2026 ini tidaklah berlebihan, yaitu mempertahankan gelar juara umum,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan prestasi tersebut hanya dapat dicapai apabila seluruh atlet mampu menjaga fokus, memiliki mental yang tangguh, serta tidak gentar menghadapi persaingan selama pertandingan berlangsung.
Selain mengejar prestasi dan perolehan medali, Bahasan juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran. Ia meminta para atlet menjaga nama baik Kota Pontianak dengan berperilaku sopan, mematuhi aturan pertandingan dan menunjukkan karakter sebagai atlet yang berintegritas.
“Jagalah nama baik daerah kita tercinta dengan berperilaku sopan, taat pada aturan pertandingan, dan tunjukkan kepada daerah lain bahwa atlet Kota Pontianak tidak hanya unggul secara fisik dan teknik, melainkan juga memiliki keluhuran budi pekerti serta mentalitas olahraga yang sejati,” pesannya.
Kepada para pelatih dan official, Bahasan menitipkan tanggung jawab untuk mendampingi atlet secara maksimal selama kejuaraan berlangsung. Ia meminta agar kondisi fisik dan psikologis atlet tetap terjaga melalui pengelolaan nutrisi, waktu istirahat hingga kebutuhan medis yang memadai.
Bahasan memberikan motivasi kepada seluruh atlet dan mengajak seluruh kontingen untuk membulatkan tekad demi mempertahankan prestasi Kota Pontianak.
“Saya berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan baik serta membawa pulang prestasi terbaik bagi Kota Pontianak,” tutupnya. (prokopim)
Pembukaan Kejuaraan Tenis Meja PTM K3
Wako Edi Harap Lahirkan Atlet Berprestasi
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kompetisi olahraga seperti tenis meja menjadi salah satu sarana penting untuk menjaring bibit-bibit atlet berprestasi sejak usia dini. Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tenis meja antarpelajar yang digelar Persatuan Tenis Meja Keluarga Kudus Kota Baru (PTM K3), 8-9 Juni 2026 di lapangan Paroki Keluarga Kudus Kotabaru. Kegiatan yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini diikuti 61 peserta dari 11 SD dan 13 SMP di Kota Pontianak.
Menurutnya, kemampuan atlet tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan, pembinaan, dan kesempatan bertanding secara berkelanjutan.
“Setelah adik-adik bermain dan berlatih, di sinilah kemampuan itu dikompetisikan. Kita berharap dari kegiatan seperti ini akan lahir atlet-atlet tenis meja yang bisa membawa nama baik sekolah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan mudah-mudahan sampai tingkat nasional,” ujarnya ketika membuka agenda tersebut, Senin (8/6/2026) sore.
Selain sebagai ajang pencarian bakat, Edi menilai kejuaraan ini juga menjadi ruang produktif untuk mempererat silaturahmi antarpelajar, pelatih, atlet, orang tua, serta para pecinta olahraga tenis meja di Kota Pontianak. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tetap PTM K3 maupun Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus memberikan ruang dan dukungan terhadap pembinaan olahraga melalui perangkat daerah terkait, KONI, serta pengurus cabang olahraga.
“Pemerintah Kota Pontianak memberikan support melalui Disporapar, KONI, termasuk anggaran pembinaan kepada pengcab dan kegiatan-kegiatan yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah kota, dunia usaha, maupun para pecinta olahraga,” jelasnya.
Edi juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Tidak hanya atlet, ia juga mengingatkan pentingnya peran wasit, pelatih, dan pendamping dalam menjaga suasana kompetisi agar berjalan lancar dan fair. Menurutnya, tenis meja merupakan cabang olahraga yang membutuhkan ketekunan, refleks, konsentrasi, dan latihan yang konsisten. Ia mencontohkan, atlet-atlet dunia mampu mengembalikan bola dengan sangat baik karena telah melewati proses latihan panjang sejak usia dini.
“Kalau kita lihat atlet dunia di televisi, luar biasa. Rasanya sulit sekali mematikan bola karena selalu bisa dikembalikan. Itu semua lahir dari latihan sejak kecil. Bahkan dari usia SD dan di bawah 10 tahun, sangat mungkin lahir atlet-atlet berskala nasional bahkan internasional,” katanya.
Edi berharap kejuaraan tenis meja ini berjalan sukses, lancar, dan memberi manfaat bagi perkembangan olahraga pelajar di Kota Pontianak.
“Selamat bertanding. Semoga acaranya berjalan sukses dan dari sini lahir atlet-atlet terbaik yang membanggakan Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)
Kejar Prestasi, Jangan Abaikan Keselamatan
Kejurprov Balap Motor Seri 1 Kalbar 2026
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan ajang olahraga seperti balap motor menjadi momentum positif untuk menyalurkan minat generasi muda di bidang otomotif, sekaligus mencari bibit-bibit pembalap potensial yang dapat berprestasi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.
Kepada para pembalap, Bahasan berpesan agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, pembalap sejati bukan hanya yang tercepat di lintasan, melainkan juga yang disiplin, tertib, bertanggung jawab, dan menghormati lawan.
“Tolong kejar prestasi, tapi jangan lupakan keselamatan. Juara sejati bukan hanya yang tercepat di lintasan, tetapi juga yang menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan,” pesannya dalam Kejurprov Balap Motor Seri 1 Kalimantan Barat 2026, di Sirkut GOR Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak, Minggu (24/5/2026).
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam menunjukkan bahwa pembalap profesional tidak hanya tertib di sirkuit, tetapi juga di jalan raya.
“Jadilah contoh bahwa pembalap profesional itu disiplin, tertib, dan bertanggung jawab, baik di sirkuit maupun di jalan raya,” jelasnya.
Bahasan turut mengajak masyarakat yang hadir untuk menjadikan kejuaraan tersebut sebagai hiburan yang positif. Ia meminta penonton mendukung para pembalap dengan tertib serta mengikuti arahan panitia dan petugas keamanan agar kegiatan berjalan aman dan lancar.
“Untuk masyarakat yang hadir, mari kita jadikan ini sebagai hiburan positif. Dukung para pembalap dengan tertib, ikuti arahan panitia dan petugas keamanan,” ucapnya.
Selain sebagai ajang olahraga, Bahasan berharap kejuaraan balap motor dapat memberi dampak bagi ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM, kuliner, dan jasa. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk kolaborasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Dampak ekonominya penting. Ini bentuk kolaborasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang ingin terus kita dorong di Kota Pontianak,” katanya.
Ia juga berharap ke depan Kota Pontianak dapat memiliki sirkuit permanen sehingga penyelenggaraan kegiatan otomotif bisa lebih siap, aman, dan tertata. Menurutnya, sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga otomotif.
“Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak bisa punya sirkuit permanen. Sehingga kalau ada agenda seperti ini, persiapannya tidak terlalu sibuk karena sudah ada fasilitas yang memadai,” pungkasnya. (prokopim)