,
menampilkan: hasil
Kejuaraan Bulu Tangkis Internasional Jadi Motivasi Atlet Pontianak
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi motivasi atlet Kalbar. Pertandingan yang berlangsung memberi pengalaman berbeda bagi masyarakat Pontianak. Jika selama ini pertandingan bulu tangkis internasional lebih sering disaksikan melalui televisi, kini warga dapat melihat langsung kualitas permainan atlet-atlet dunia.
“Pertandingannya sangat kompetitif. Selama ini kita melihat di televisi, seperti olimpiade atau kejuaraan internasional, sekarang kita bisa melihat secara langsung,” ucapnya usai menyaksikan partai final ganda campuran, Minggu (30/8/2026) sore.
Menurutnya, kehadiran event internasional seperti ini dapat menjadi motivasi bagi atlet muda bulu tangkis di Pontianak maupun Kalimantan Barat. Apalagi, saat ini sudah banyak klub dan pemain berbakat yang terus tumbuh di daerah.
“Tentu ini akan memberikan motivasi tersendiri, apalagi cabang bulu tangkis di Pontianak dan Kalbar sudah banyak klub serta pemain berbakat,” jelasnya.
Edi berharap para atlet muda semakin terpacu untuk berlatih dan berprestasi. Dengan pembinaan yang baik, ia optimistis atlet Pontianak dapat menembus kompetisi yang lebih tinggi, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
“Harapannya, pemain-pemain berbakat ini nantinya bisa ikut ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya nasional tetapi juga internasional,” katanya.
Ia menyebut pertandingan yang disaksikannya berlangsung lancar, kompetitif, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Alhamdulillah pertandingan yang saya lihat berjalan lancar. GOR kita juga aman untuk penyelenggaraan bulu tangkis internasional, dan antusias masyarakat menonton sangat tinggi,” ujarnya
Keberhasilan Pontianak menjadi tuan rumah agenda olahraga berskala internasional menunjukkan bahwa fasilitas dan kesiapan daerah terus berkembang. Ia berharap rangkaian pertandingan yang telah dijadwalkan dapat terus berjalan baik, meski Kota Pontianak masih menghadapi kondisi kabut asap.
“Mudah-mudahan kabut asap tidak menghalangi kegiatan yang sudah berjalan dan sudah dijadwalkan menjadi agenda,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. Warga diminta tetap waspada, mengurangi paparan asap, dan memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas.
Untuk menjaga agar Pontianak tetap dipercaya menjadi tuan rumah berbagai kegiatan besar, Edi menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. Selain itu, pelayanan kepada tamu, peserta, dan masyarakat juga harus terus ditingkatkan. Pemkot Pontianak juga terus mengembangkan infrastruktur kota yang humanis, tertata, ramah, dan aman. Menurutnya, suasana kota yang nyaman menjadi daya tarik tersendiri bagi penyelenggaraan berbagai event.
“Kita akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang humanis dan tertata. Pontianak ini kota yang ramah, aman, lingkungannya humanis, dan kulinernya juga terkenal enak,” pungkasnya.
Usai rangkaian Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung 25-30 Agustus 2026, penggemar badminton Kalbar masih dapat menyaksikan partai-partai sengit lainnya dalam gelaran Polytron Indonesia Masters Super 100 2026. Kejuaraan yang masuk kalender resmi Badminton Asia dan Badminton World Federation itu juga digelar di GOR Terpadu A. Yani Pontianak mulai 1 hingga 6 September 2026. (prokopim)
Pontianak Dragon Boat Race 2026 Ditunda
Panitia Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Asap
PONTIANAK – Pelaksanaan Pontianak Dragon Boat Race 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil karena kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Pontianak yang belum mendukung akibat kabut asap.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penundaan menjadi langkah bijak yang harus diambil demi keselamatan dan kesehatan peserta, panitia, serta masyarakat. Apalagi kejuaraan dragon boat merupakan olahraga luar ruangan yang membutuhkan kondisi fisik prima.
“Kejuaraan Dragon Boat Internasional Kota Pontianak ini kita tunda di tengah kondisi cuaca atau udara yang tidak mendukung karena kabut asap,” ujarnya di Wisma Tanjung Ria, Jumat (28/8/2026) malam.
Edi menyebut, keputusan ini juga mempertimbangkan peserta dari luar negeri, termasuk Brunei Darussalam dan Malaysia, yang sudah telanjur hadir di Kota Pontianak. Karena itu, panitia tetap menyiapkan agenda alternatif dan bentuk apresiasi bagi peserta yang telah datang.
“Kita tunda nanti pada tanggal 6 sampai 8 November. Ini juga dalam rangka ulang tahun Kota Pontianak,” jelasnya.
Ia berharap kondisi udara sudah membaik sehingga kejuaraan dapat berjalan lebih aman, meriah, dan optimal. Apalagi event tersebut merupakan agenda tahunan Kota Khatulistiwa.
Meski pertandingan ditunda, panitia bersama Asian Chinese Youth Association, Kodaeral, PODSI, Pemerintah Kota Pontianak, dan Sporta Indonesia tetap melaksanakan sejumlah agenda sosial. Salah satunya berupa bakti sosial dengan membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Edi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kegiatan, mulai dari jajaran Kodaeral, pengurus PODSI, panitia, sponsor, hingga seluruh mitra yang terlibat.
Ia berharap penundaan ini dapat dipahami semua pihak sebagai keputusan yang mengutamakan keselamatan. Dengan jadwal baru pada November mendatang, Pontianak Dragon Boat Race 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih baik dan menjadi bagian dari semarak Hari Jadi Kota Pontianak.
“Semoga kondisi segera membaik. Yang paling penting, kesehatan dan keselamatan masyarakat tetap kita utamakan,” katanya.
Ketua Umum Pontianak Dragon Boat Race 2026, Helga Abraham, mengatakan kegiatan penyaluran bantuan merupakan bentuk kepedulian panitia dan pihak-pihak yang terlibat terhadap masyarakat Kota Pontianak, khususnya di tengah kondisi kabut asap. Panitia juga memberikan apresiasi kepada peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang sudah berada di Pontianak. Mereka akan menerima suvenir berupa medali sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran dan semangat sportivitas dalam olahraga.
“Bagi rekan-rekan peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang sudah hadir di Pontianak, kita tetap memberikan suvenir medali sebagai bentuk penghargaan dengan sportivitas olahraga,” kata Helga. (prokopim)
Rayakan Kemerdekaan, Tiga Pelari Tempuh Pontianak-Kuching
PONTIANAK – Tradisi merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda kembali berlanjut. Tiga pelari asal Pontianak menantang diri menempuh jarak sekitar 350 kilometer dari Pontianak, Indonesia menuju Kuching, Malaysia secara estafet. Mereka adalah Thomas, Tju Hok Ui, dan Sutrisno yang tergabung dalam Uber Running Crew.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas start mereka dari Anzon Toyota Pontianak, Sabtu (22/8/2026) pagi. Mereka diantar rekan lainnya hingga bundaran Gofaraya, Kubu Raya, untuk selanjutnya lari secara estafet menuju PLBN Entikong, kemudian melanjutkan perjalanan dari Tebedu Immigration Complex hingga diperkirakan finis di Cat Statue, Sarawak, Senin (24/8/2026) pagi.
“Ini kegiatan yang positif dan membanggakan. Para pelari tidak hanya menantang diri menempuh jarak jauh, tetapi juga membawa nama Pontianak dalam semangat kemerdekaan, sportivitas, dan persahabatan dengan negara tetangga,” ujar Edi.
Edi menilai, kegiatan yang dimulai dari Pontianak menuju Kuching, Sarawak, tersebut dapat menjadi ruang mempererat hubungan masyarakat di wilayah perbatasan. Ia berharap kolaborasi komunitas pelari Pontianak dan Malaysia dapat berkembang menjadi agenda olahraga bersama yang lebih luas.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi event-event olahraga lintas batas lainnya," katanya.
Salah satu pelari, Sutrisno menjelaskan lari jarak jauh ini dirancang dengan sistem estafet atau relay. Setiap pelari akan bergiliran berlari selama sekitar 60 menit atau menempuh jarak kurang lebih 10 kilometer. Sistem tersebut diterapkan agar seluruh pelari tetap dapat menyelesaikan tantangan dengan kondisi fisik yang baik. Apalagi jarak Pontianak–Kuching membutuhkan pengaturan tenaga, waktu istirahat, dan koordinasi perjalanan yang matang.
“Untuk menempuh jarak 350 kilometer ini, kami merancangnya dalam sistem estafet bergiliran. Tujuannya agar setiap pelari dapat menyelesaikan tantangan dengan kondisi yang tetap baik,” jelasnya.
Ia menyebut, secara umum para peserta tidak menjalani program latihan fisik khusus. Sebab, pelari yang terlibat sudah terbiasa berlari jarak jauh dan memiliki pengalaman mengikuti marathon. Meski demikian, persiapan administrasi dan koordinasi perjalanan telah dilakukan sejak awal tahun. Pihaknya telah berkoordinasi terkait perizinan dengan Konsulat Malaysia di Pontianak, KJRI di Kuching, serta instansi terkait di Malaysia.
Setelah memasuki wilayah Malaysia melalui Tebedu Immigration Complex, para pelari Pontianak akan didampingi pelari Malaysia yang dikoordinasikan oleh Alpha Sport Event. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan persahabatan antarkomunitas pelari di dua negara.
“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menstimulasi kegiatan lari lain antar dua wilayah perbatasan,” katanya.
Ia menambahkan, jaringan persahabatan antarpelari dapat membuka peluang keikutsertaan bersama dalam berbagai event olahraga di masing-masing negara. Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat menjadi bagian yang lebih kuat dalam kerja sama sosial ekonomi Malaysia–Indonesia, khususnya bidang olahraga.
“Dengan adanya jaringan persahabatan antarpelari, kita bisa saling meningkatkan kolaborasi dan keikutsertaan event olahraga di masing-masing negara. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diakomodir lebih lanjut,” pungkasnya. (prokopim)
Bahasan Cup Seri 2 Jadi Ruang Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Turnamen Mini Soccer Bahasan Cup Seri 2 di Lapangan Timur Arena, Jalan Pemda, Jumat (21/8/2026) malam.
Turnamen yang diikuti 34 tim tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara perangkat pemerintah dengan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 tim berasal dari kelurahan, ditambah tim Bahasan Official selaku tuan rumah, Bank Kalbar, PDAM, Bank Khatulistiwa, serta PS Pemkot.
Bahasan mengatakan, olahraga dapat menjadi ruang bagi perangkat pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ia berharap turnamen ini dapat membuat hubungan antara pemerintah dan warga semakin menyatu.
“Semoga ajang ini menjadi ajang silaturahmi untuk kita semua, terutama perangkat pemerintah mulai dari lurah, untuk terus bisa bersama dan menyatu dengan masyarakat,” ujar Bahasan.
Menurutnya, kehadiran para lurah dan perangkat pemerintah dalam kompetisi juga dapat membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Pertemuan di lapangan diharapkan tidak berhenti pada pertandingan, tetapi turut menjadi kesempatan untuk bertukar informasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Semoga kompetisi ini bisa mempersatukan, mempererat jalinan silaturahmi dalam bekerja, melaksanakan tugas dan fungsi kami sehingga masyarakat bergembira, masyarakat bisa curhat, bisa saling memberikan informasi,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Bahasan Cup Seri 2 juga menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi dalam kompetisi mini soccer.
Bahasan berpesan agar seluruh pemain mengedepankan sportivitas dan kerja sama tim selama pertandingan. Menurutnya, kompetisi tidak semata-mata tentang menjadi juara.
“Jangan hanya ingin menunjukkan ego di lapangan. Kerja sama tim yang paling kita dambakan, yang akan membuat para penonton ceria dan terhibur,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menikmati pertandingan dan menjaga persaudaraan, persahabatan, serta kekeluargaan yang terbangun selama turnamen.
“Ini bukan semata-mata untuk kita menjadi juara, tapi persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan yang harus kita terus jalin bersama,” katanya.
Bahasan Cup Seri 2 juga menawarkan hadiah utama yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada seri pertama hadiah utama berupa sapi, kali ini panitia menyiapkan satu unit sepeda motor Vario beserta uang tunai dengan total hadiah sekitar Rp50 juta.
“Kalau dulu kan sapi itu, saya khawatir sapinya takut lepas, tidak ada yang bisa mengendalikan. Sehingga pada seri 2 ini kita ubah dengan motor yang merek Vario beserta uang tunai,” ungkap Bahasan. (prokopim)