,
menampilkan: hasil
Sinergi Pemkot dan DPRD Berantas Korupsi
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berkomitmen untuk memberantas korupsi secara terintegrasi dan sinergis, dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Ia menekankan, pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Korupsi adalah musuh bersama yang harus kita lawan dengan cara yang holistik dan terintegrasi,” ujar Ani Sofian usai membuka Rapat Koordinasi bersama anggota DPRD dan calon anggota DPRD terpilih hasil pemilu tahun 2024, di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Pontianak, Rabu (31/07/2024).
Ia juga menilai pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat sipil untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagai bagian dari komitmen ini, Pemkot Pontianak telah melaksanakan beberapa inisiatif strategis. Salah satunya mengimplementasikan sistem pelaporan pengaduan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat lewat laman lapor.go.id.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan terkait dugaan korupsi dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Selain itu, dengan menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi secara rutin untuk seluruh ASN dan pejabat publik tentang etika dan integritas sebagai bentuk pencegahan korupsi.
“Pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi. Kami akan memberikan bekal yang cukup kepada setiap aparatur untuk memahami dan menjalankan tugas mereka sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Ani Sofian menilai audit internal perlu terhadap seluruh anggaran dan proyek pemerintah untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik korupsi. Audit ini akan dilakukan secara berkala. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi ini.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga integritas dan transparansi pemerintah. Mari kita bekerja sama untuk mewujudkan Pontianak yang bersih dari korupsi,” imbuhnya.
Komitmen ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan menciptakan iklim pemerintahan yang lebih bersih dan adil di Kota Pontianak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga pemerintah. (kominfo/prokopim)
Jadi Sekolah Pertama Bagi Anak, DWP Pontianak Dalami Literasi Al Quran
PONTIANAK - Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pontianak, Haryati Salim mengajak seluruh anggota DWP Kota Pontianak untuk menjadikan Al Quran sebagai asas menjalankan kehidupan berkeluarga. Hal itu ia sampaikan usai membuka pertemuan rutin anggota DWP.
“Anak-anak lahir membawa fitrah, dan kita sebagai ibu yang nantinya akan memberi warna. Jika baik yang kita berikan, maka baik pula anak tersebut," ujarnya, usai membuka kegiatan ‘Istiqomah Menuju Hijrah’ dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, di Aula Rohana Muthalib Bappeda Kota Pontianak, Jumat (26/7/2024).
Agenda DWP tersebut ikut menekankan para ibu menjadi idaman dengan memahami literasi Al Quran. Haryati berharap, anggota DWP yang muslim dapat meluangkan waktu untuk mempelajari dan memahami isi Al Quran.
“Al Quran adalah pedoman hidup orang Islam, di sini mengandung semua jawaban atas setiap persoalan kita. Apalagi seorang ibu memegang peran kunci mendidik anak dan mendampingi suami, sangat membutuhkan jawaban di dalam Al Quran,” ungkapnya.
Pendidikan Al Quran dalam keluarga merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak. Haryati menambahkan, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dengan pemahaman yang baik tentang Al Quran, ibu dapat menanamkan nilai-nilai agama dan moral yang kuat dalam diri anak.
"Melalui literasi Al Quran yang mendalam, ibu dapat memberikan contoh teladan yang baik dan membimbing anak-anak untuk mencintai dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan mereka," tambahnya.
Sementara itu, Fitriana Asdia Mahyus, perwakilan Biro Dakwah dan Diklat Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak memaparkan tentang istiqomah menuju hijrah dalam penguatan literasi Al Quran. Ia menyampaikan, bahwa sebagai seorang muslimah, semangat untuk berubah dan memperbaiki bacaan Al Quran harus selalu ada.
"Menjadi Ibu Idaman yang memahami literasi Al Quran sebagai ummu madrasatul ula dalam keluarga sangat penting. Dimulai dari lingkungan keluarga, ibu harus menjadi pendidik utama dan pertama dalam penguatan literasi Al Quran," tutupnya. (kominfo)
ICMI Kota Pontianak Siap Berkontribusi untuk Kesejahteraan Masyarakat
PONTIANAK - Sebanyak 63 orang pengurus Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Pontianak dilantik oleh Ketua Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI Kalimantan Barat (Kalbar) Thamrin Usman di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (27/7/2024). Periode kepengurusan tersebut mulai tahun 2024 hingga 2029.
Ketua Orda ICMI Kota Pontianak periode 2024-2029 DR Samsul Hidayat, MA, menyatakan kesiapannya untuk memimpin organisasi tersebut dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya peran ICMI dalam memberdayakan umat Islam dan berkontribusi pada negara.
"Konteks yang dihadapi saat ini memang berbeda dengan masa lalu, namun semangat ICMI untuk berkontribusi nyata kepada negara tetap sama," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ICMI lahir dari semangat para cendekiawan muslim pada tahun 1980-an yang ingin menjembatani hubungan antara Islam dan negara. Oleh sebab itu, ICMI bergerak untuk memberdayakan umat Islam dalam iman dan ketakwaan. Meskipun dikatakannya bahwa seorang cendekiawan bukan hanya sekadar menyandang gelar sarjana karena seorang sarjana belum tentu dia seorang cendekiawan.
"Cendekiawan bukan hanya tentang gelar sarjana, tapi lebih dari itu," tambahnya.
Dalam memilih pengurus Orda ICMI Kota Pontianak, Samsul Hidayat mengatakan bahwa proses seleksi dilakukan dengan selektif, bahkan melalui Salat Tahajud untuk memohon petunjuk Allah SWT.
"Kami menghadirkan susunan pengurus dengan sumber daya manusia yang komplit," jelasnya.
Dirinya juga menyatakan kesiapan ICMI Kota Pontianak untuk bekerja sama dan membantu pemerintah, baik pemerintahan saat ini maupun yang akan datang.
"Lima tahun ke depan, kami dari Orda ICMI Kota Pontianak bertekad untuk bekerja maksimal, memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, ilmu, dan waktu demi memberdayakan umat dan masyarakat untuk kesejahteraan mereka," imbuh dia.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian yang turut menyaksikan prosesi pelantikan pengurus Orda ICMI Kota Pontianak, menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dilantik ini dapat berkontribusi positif bagi kemajuan kota Pontianak.
"Saya berharap ICMI Kota Pontianak dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Pontianak dalam mengembangkan potensi intelektual dan spiritual masyarakat Pontianak," katanya usai memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik.
Pj Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi seperti ICMI dalam menghadapi tantangan pembangunan di era digital. Teknologi dan inovasi menjadi hal penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat
“Tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi fondasi kehidupan kita," pungkasnya. (prokopim)
Zulkarnain Paparkan Perkembangan Pembangunan SPALD-T Pontianak
JAKARTA – Pontianak menjadi satu di antara tiga kota se-Indonesia yang ikut peluncuran secara bersama program Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP) bersama Kota Mataram dan Kota Semarang. Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol secara serentak dari perwakilan setiap kota.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Zulkarnain menerangkan, berbagai persiapan telah dimatangkan sebelum memenuhi program CISP dengan menyempurnakan timeline rencana kerja dan rencana dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
“Kemudian kami sudah memantapkan persiapan izin mulai dari feasibility study, detailed engineering design (DED), AMDAL, izin lingkungan, nota kesepakatan, lembaga pengelola dan rencana Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T),” ungkapnya usai menjadi narasumber mewakili Pj Wali Kota Pontianak, di Hotel Sutasoma Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2024).
Pada kesempatan itu, Zulkarnain memaparkan perkembangan pembangunan SPALD-T di dua titik, yaitu Nipah Kuning dan Martapura. Keduanya sudah siap memulai pembangunan. Dari lahan dan jalan akses sudah tidak ada kendala, tinggal menunggu dokumen tindakan pengamanan lingkungan dan sosial.
Terdapat beberapa pekerjaan rumah untuk memulai pembangunan. Seperti isu sosial, yaitu penerimaan masyarakat terhadap proyek. Pj Sekda menambahkan, pihaknya akan berencana untuk melibatkan warga sekitar selama proses pembangunan.
“Pemkot Pontianak akan melaksanakan sosialisasi pada beberapa waktu ke depan, menyesuaikan waktu konstruksi dimulai,” imbuhnya.
Pembangunan dua SPALD-T ini ditargetkan selesai dalam waktu lima tahun dari 2024-2029. Zulkarnain menyampaikan, hal ini untuk mendukung 90 persen cakupan sanitasi di Kota Pontianak serta meningkatkan kesehatan warga.
“Dengan dua SPALD-T ini akan mencakup sekitar 32 ribu tersambung sanitasi, dan harapannya dalam sepuluh tahun ke depan seluruh rumah sudah tersambung, jika sudah waktunya nanti mudah-mudahan kita bisa meminum air dari keran secara langsung,” harapnya.
Untuk langkah selanjutnya, lanjut Zulkarnain, pihaknya akan membentuk kelembagaan pengelolaan dengan menyusun kajian akademis dan Peraturan Wali Kota untuk menugaskan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagai operator pelaksana SPALD-T.
"Kita juga telah melakukan studi tiru ke Pemkot Solo dan Denpasar. Selanjutnya penyusunan peraturan terkait juga telah dilakukan yakni Perda nomor 18 tahun 2021 tentang pengolahan air limbah domestik," pungkasnya. (kominfo)