,
menampilkan: hasil
Bahasan Ingatkan Perlunya Pembinaan Peserta MTQ
Pembukaan MTQ ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara
PONTIANAK - Setelah MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan berakhir, pelaksanaan MTQ berlanjut di Kecamatan Pontianak Tenggara. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara. Menurutnya, penyelenggaraan MTQ ini sebagai upaya mensyiarkan Al Quran dan mencari bibit-bibit unggul qari dan qariah yang ada di Kecamatan Pontianak Tenggara. Ia menekankan pentingnya MTQ sebagai ajang untuk lebih sering berinteraksi dengan Al Quran.
"Dengan MTQ kita juga akan lebih sering berinteraksi dengan Al Quran. Dengan harapan syafaat dan keberkahannya akan menghampiri kehidupan kita dunia dan akhirat," ujarnya usai membuka MTQ ke-33 di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara, Jumat (2/5/2025).
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing warga. Sebab dalam keseharian, warga disibukkan dengan berbagai aktivitas pekerjaan dan lainnya.
“Dengan kesibukan kegiatan kita sehari-hari terkadang membuat kita jarang bertemu, dan tak jarang membuat kita tidak kenal satu sama lain. Melalui MTQ ini, silaturahmi kita dapat terjalin dengan baik dan akrab," kata Bahasan.
Wakil Wali Kota berharap dari kompetisi ini akan muncul qari-qariah terbaik yang handal dan tangguh, bermental juara serta ikhlas. Dirinya juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar para peserta nantinya dapat mewakili Kota Pontianak pada MTQ tingkat Kalimantan Barat, nasional, hingga internasional.
“Saya mengucapkan selamat berkompetisi mengikuti MTQ ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara, semoga dapat menjadi juara yang terbaik," tutupnya. (prokopim)
MTQ Pontianak Selatan Usai, Bahasan Pesan Persiapkan Diri di Tingkat Kota
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak secara resmi menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan Tahun 2025, Kamis (1/5/2025) malam.
Bahasan mengatakan, kegiatan MTQ merupakan salah satu upaya untuk mensyiarkan Al Quran dan mencari bibit-bibit baru qari dan qariah terbaik di Kecamatan Pontianak Selatan.
"Dengan harapan nanti para peserta yang meraih juara akan dapat mewakili Kecamatan Pontianak Selatan dalam MTQ Tingkat Kota Pontianak," ujarnya di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan.
Kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, dirinya berpesan agar terus meningkatkan kemampuan sehingga pada kesempatan berikutnya mampu meraih prestasi yang diharapkan.
“MTQ ke-33 Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan ini menjadi ajang seleksi untuk mengirimkan wakil terbaik ke MTQ Tingkat Kota Pontianak yang akan datang,” kata Bahasan.
Dia juga berharap para pemenang dapat mewakili Kota Pontianak pada MTQ Tingkat Kalimantan Barat, bahkan hingga tingkat nasional. Ia menambahkan bahwa MTQ tingkat Kota Pontianak rencananya akan diselenggarakan pada bulan Juli 2025.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Bahasan menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah mensukseskan kegiatan, dewan hakim yang telah mengemban amanah secara maksimal, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam MTQ kali ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang atas prestasi yang diraih. Persiapkanlah diri dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu agar lebih baik. Jangan cepat berbangga diri dan merasa puas. Karena pada hakikatnya menjadi juara adalah bagaimana saudara bisa membaca, mengajarkan dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan," pungkasnya. (prokopim)
Lomba Roket Air Dorong Kreativitas Siswa di Bidang Iptek
PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak melalui UPT Pusat Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Bahasa menggelar Kompetisi Roket Air Regional Tahun 2025 untuk tingkat SMP dan SMA se-Kota Pontianak. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Pontianak, Rusdalita, yang hadir mewakili Wali Kota Pontianak menyebut, kompetisi ini merupakan media untuk mengembangkan potensi kecerdasan siswa-siswi sekolah secara komprehensif, yang mencakup tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kompetisi ini menurutnya juga dapat meningkatkan minat dan bakat anak dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) lewat metode penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan iptek itu sendiri.
“Saya menyambut baik adanya kompetisi roket air ini. Semoga ajang ini dapat memacu minat dan bakat dikalangan peserta didik, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya iptek pada saat ini yang selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman,” ungkap Rusdalita pasca membuka kompetisi di SMP Negeri 8 Pontianak, Rabu (30/4/2025).
Untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan global, Rusdalita mengatakan dibutuhkan peranan pendidik dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. Disamping itu, penerapan ilmu pengetahuan yang di dapat siswa-siswi di bangku sekolah juga perlu mendapat perhatian. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada para siswa-siswi dalam melakukan uji kreatifitas melalui kompetisi roket air ini.
Rusdalita menambahkan, kompetisi
ini tidak hanya tentang membuat roket air yang dapat terbang tinggi, tetapi
juga tentang mengembangkan kreativitas dan inovasi. Hal ini diharapkan dapat
menjadi pengalaman yang berharga bagi semua peserta dan dapat meningkatkan
minat mereka dalam bidang sains dan teknologi.
“Untuk para peserta saya ucapkan selamat berkompetisi dengan sehat, jujur, dan bersemangat. Untuk para kepala sekolah dan guru pendamping, tingkatkan pengembangan kreatifitas bakat dan minat siswa terhadap iptek, agar anak didik kita lebih maju dan sukses untuk masa depannya yang gemilang,” terangnya.
Kepala UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak Rosalina, yang sekaligus menjadi Ketua Panitia Kompetisi Roket Air mengatakan, peserta yang terlibat pada kompetisi ini adalah anak-anak pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kota Pontianak. Untuk anak tingkat SMP ada sekitar 133 peserta, sedangkan untuk tingkat SMA sekitar 29 peserta.
Teknis kompetisi ini dijelaskannya, peserta adalah perseorangan dengan setiap anak membuat roket dan diluncurkan pada hari kompetisi. Roket air sendiri menggunakan botol air minum ukuran 1 liter, kemudian disambung dengan botol lainnya dan dirakit menjadi roket air. Dengan begitu, Rosalina berharap kedepannya peserta didik dapat lebih bersemangat dalam berinovasi membuat roket air dengan imajinasi mereka.
“Kami harapkan kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan minat bakat mereka. Semoga mereka menjadi anak yang tangguh, punya bakat yang baik, dan kedepannya menjadi penerus bangsa yang dapat kita harapkan,” tutupnya. (kominfo)
Bahasan Dorong Pengelolaan Arsip yang Profesional dan Terintegrasi
Disperpusip Gelar Workshop Kearsipan
PONTIANAK - Pengelolaan arsip menjadi pilar utama dalam menjaga memori organisasi, memperkuat akuntabilitas pemerintahan serta mendukung pelayanan publik yang prima. Untuk meningkatkan kapasitas pengelola arsip atau arsiparis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak menggelar workshop kearsipan bagi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Lokakarya yang diikuti sebanyak 70 peserta ini digelar selama dua hari, 29 - 30 April 2025.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh peserta pengelola arsip di perangkat daerah untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung visi dan misi Kota Pontianak, yang salah satunya adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis informasi dan teknologi.
“Saya berharap para pengelola arsip mampu beradaptasi terhadap era digital, serta menguasai kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan arsip,” ujarnya saat membuka Workshop Kearsipan di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (29/4/2025).
Bahasan berharap melalui workshop ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman terhadap regulasi dan praktik kearsipan serta mampu menerapkannya secara konkret dalam tugas sehari-hari. Ia menekankan bahwa setiap dokumen yang dihasilkan oleh Pemerintah Kota Pontianak harus terdokumentasi dengan baik, terpelihara, dan mudah diakses ketika dibutuhkan. Arsip merupakan perekaman kegiatan dan peristiwa dalam berbagai bentuk dan media yang harus dikelola secara profesional, sistematis, dan terintegrasi sesuai regulasi yang berlaku.
"Arsip bukan semata-mata persoalan penyimpanan dokumen, melainkan bagian integral dari penyelenggaraan pemerintahan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan arsip yang baik mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif dan efisien. Berdasarkan Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, yang memberikan panduan jelas dalam pengelolaan arsip dinamis maupun statis, termasuk arsip elektronik.
"Implementasi regulasi ini sangat krusial untuk menjamin arsip yang autentik, utuh dan terpercaya sebagai bukti akuntabilitas kinerja pemerintahan," kata Bahasan.
Menurutnya, dalam program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, terdapat tujuh agenda prioritas, salah satunya adalah pengelolaan arsip terkait penanganan banjir di Kota Pontianak. Bahasan bilang, dokumentasi yang baik sangat penting agar program-program tersebut selaras dengan visi misi pemerintah daerah.
"Kearsipan menjadi bagian penting dari upaya kami dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif dan berbasis teknologi informasi. Kami mengajak semua pihak untuk belajar dan berkolaborasi demi mewujudkan Pontianak yang lebih maju," tutupnya. (prokopim)