,
menampilkan: hasil
Produk Khas Pontianak Pikat Turis Asing di ICE Makassar
Kota Pontianak Tampilkan Produk Unggulan di Indonesia City Expo Makassar
MAKASSAR - Berbagai produk unggulan khas Kota Pontianak mampu memikat para pengunjung stand Indonesia City Expo (ICE) 2023 di Center Poin of Indonesia, Makassar, Rabu (12/7/2023). Kota Pontianak merupakan satu di antara kota-kota lainnya yang ikut serta pada ajang pameran yang digelar dalam rangka pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI di Makassar mulai tanggal 12 hingga 14 Juli 2023.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Kota Pontianak rutin mengikuti ICE dengan menampilkan ciri khas produk-produk unggulan seperti produk lidah buaya atau aloevera, kain tenun corak insang khas Pontianak maupun produk makanan ringan dengan kemasan yang menarik.
"Produk lidah buaya dan makanan khas yang ditampilkan sudah menjadi branding Kota Pontianak. Bahkan turis asing berkunjung ke stand kita dan tertarik dengan produk lidah buaya," ujarnya usai meninjau stand Kota Pontianak.
Ia sangat mendukung digelarnya ICE ini sebagai ajang bagi kota-kota di Indonesia dalam membranding daerahnya masing-masing. Selain menampilkan potensi yang dimiliki masing-masing kota, juga menampilkan produk-produk unggulan terutama produk UMKM.
"Selain itu melalui pameran Apeksi ini diharapkan kita bisa saling bertukar informasi dan pengalaman sehingga bisa meningkatkan kualitas produk UMKM maupun memperluas pemasarannya," ungkapnya.
ICE juga menawarkan pengalaman yang kaya bagi pengunjung dengan menyajikan beragam booth atau stand yang mewakili berbagai kota. Setiap booth menampilkan produk lokal, kerajinan tangan, makanan dan minuman khas, serta informasi mengenai atraksi wisata dan kegiatan budaya yang dapat ditemukan di kota-kota tersebut.
"Hal ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menjelajahi keindahan dan keunikan setiap kota di Indonesia, termasuk Pontianak sehingga menarik mereka untuk datang berkunjung ke kota kita," tutur Edi.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menambahkan, keikutsertaan pelaku UMKM di bawah binaan Dekranasda ini sebagai salah satu upaya mempromosikan produk-produk unggulan yang dimiliki Kota Pontianak.
"Produk yang dipamerkan beraneka jenis mulai dari aksesoris hingga produk makanan dan minuman seperti produk turunan dari aloevera, kain corak insang, kerajinan dari akar keladi air dan sebagainya," terangnya.
Dia menambahkan, jika dilihat dari antusias pengunjung ke stand Pemerintah Kota Pontianak, memang lebih banyak yang tertarik pada produk olahan tanaman lidah buaya seperti cokelat, minuman, teh lidah buaya, nastar, kerupuk lidah buaya hingga keripik jamur tiram aloe vera.
"Produk olahan lidah buaya ini memang sudah dikenal sebagai salah satu ciri khas Kota Pontianak sehingga ketika berkunjung pasti yang ditanyakan pertama kali adalah air lidah buaya baru yang lainnya," pungkasnya. (prokopim)
Ditargetkan Rampung Akhir Tahun, Edi Ingin Mal Pelayanan Publik Jadi Ikon Kota
MPP akan Dilengkapi Pujasera
PONTIANAK - 30 tahun lebih Gedung Kapuas Indah yang berlokasi di Jalan Kapten Marsan Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota tidak pernah mendapat sentuhan pembangunan. Sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam meningkatkan pelayanan publik, Gedung Kapuas Indah menjadi lokasi dibangunnya Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terintegrasi dengan kawasan perdagangan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, dibangunnya MPP di kawasan itu karena lokasinya strategis berada di jantung kota dan dekat dengan Sungai Kapuas sebagai ikon Kota Pontianak. Saat ini pembangunan MPP tengah berjalan dan progresnya diperkirakan sudah mencapai 54 persen. Pembangunan interior dan finishing memang memakan waktu yang cukup lama. Pihaknya juga sudah mengusulkan MPP ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) untuk menjadi pusat pelayanan publik di Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa rampung dan segera difungsikan terutama gedung yang akan menjadi pusat pelayanan publik yang berada di lantai tiga. Kalau tahun ini sudah selesai finishing bangunannya dan berbagai perangkat lunak juga sudah siap, Insha Allah tahun ini juga bisa diresmikan," ujarnya, Selasa (11/7/2023).
MPP tersebut akan menempati lantai tiga gedung Kapuas Indah. Sedangkan lantai dasar dan lantai dua tetap ditempati pedagang pakaian dan sejenisnya yang memang sudah ada sebelum MPP dibangun. Konsep mix-used memadukan antara perdagangan, pujasera dengan perkantoran. Selain tangga, akses gedung juga menggunakan lift.
"Tahun ini juga fasilitas pendukung MPP berupa pujasera sudah masuk dalam tahap pelelangan," katanya.
Edi bilang, pujasera ini nantinya akan menampung para pedagang kaki lima yang berjualan makanan di sekitaran komplek pertokoan Kapuas Indah. Lokasi pujasera gedungnya tersendiri di sekitar Kapuas Indah. Kawasan komplek MPP itu nantinya akan semakin bersih dan tertata serta asri karena akan dilengkapi dengan taman. Untuk menambah kesan atraktif, lanjutnya lagi, pencahayaan gedung juga akan dirancang semenarik mungkin. Sehingga Gedung MPP tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan publik pada saat pagi hingga siang hari, tetapi pada malam hari juga menjadi objek menarik dengan tata cahaya lampu yang didesain menarik.
"Harapannya dengan bangunan MPP ini juga akan menjadi salah satu ikon atau landmark di Kota Pontianak nantinya," tuturnya.
Wali Kota Edi Kamtono memaparkan jenis-jenis layanan publik yang akan menempati MPP ketika sudah rampung pembangunannya. Ada 21 jenis layanan publik yang akan melayani masyarakat. Layanan itu terdiri dari 4 jenis layanan publik dari Pemkot Pontianak dan 17 jenis layanan dari kementerian dan lembaga. Sebagai contoh, layanan publik dari Pemkot Pontianak misalnya pelayanan Dukcapil, pelayanan perizinan, perpajakan daerah dan sebagainya. Sedangkan layanan dari kementerian dan lembaga misalnya pelayanan perpanjangan SIM dari kepolisian, pelayanan urusan pernikahan dari Kemenag dan lain sebagainya.
"Tujuannya dengan menggandeng berbagai jenis pelayanan publik dalam one stop service atau pelayanan satu pintu, lebih memudahkan masyarakat karena cukup datang ke MPP, mereka bisa mendapatkan pelayanan beberapa jenis," ungkapnya.
Kemudian, sambungnya lagi, fase selanjutnya adalah menata kawasan Jalan Sultan Muhammad untuk menjadi pusat kuliner malam, yang mulai operasionalnya pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Dengan adanya pusat kuliner malam di kawasan itu, para pedagang tidak ada lagi yang berjualan di waterfront.
"Sehingga kawasan waterfront steril dan masyarakat bisa leluasa menikmati suasana tepian Sungai Kapuas," imbuhnya.
Tidak hanya itu, lorong-lorong yang banyak terdapat di kawasan Pasar Tengah dan sekitarnya, juga akan mendapat sentuhan penataan. Lorong-lorong yang terkesan kumuh, pengap dan suram, akan disulap menjadi lebih bersih, terang dan humanis.
"Para pemilik toko di sekitarnya bisa memanfaatkan untuk membuka usaha warung kopi, jual makanan dan sejenisnya, dengan begitu kawasan tersebut menjadi lebih menarik dan ramai," pungkasnya. (prokopim)
Pemkot Serahkan Bantuan Transportasi Bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah
PONTIANAK – Sebanyak 37 orang guru Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Pontianak menerima bantuan transportasi berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp 3,6 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Kamis (6/7/2023).
"Bantuan ini sebagai bentuk apresiasi Pemkot Pontianak kepada guru yang membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pontianak," ungkapnya usai penyerahan.
Edi menyebut, semangat untuk mendidik harus terus ada di dalam sosok seorang guru. Dedikasi setiap tenaga pendidik seperti ini yang terus menjadi perhatian pihaknya. Kedepan, peningkatan SDM menjadi prioritas.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 1,7 persen setiap tahunnya di Kota Pontianak atau sebelas ribu kelahiran per tahunnya.
"Anak-anak setiap tahun pasti bertumbuh, walaupun tidak serentak. Mereka memerlukan sarana dan prasarana pendidikan formal maupun informal," ujarnya.
Pemkot Pontianak terbantu lewat sekolah swasta dan sekolah informal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah atau serupa. Edi menuturkan, anggaran keagamaan yang semula diperuntukkan membangun rumah ibadah, di pertengahan tahun selanjutnya akan difokuskan bagi pondok pesantren dan lainnya. Ia menilai, sarana dan prasarana sekolah masih terbatas. Mulai dari bangunan, penunjang alat belajar seperti kursi dan meja sampai jalan lingkungan menuju sekolah.
"Karena rumah ibadah di Pontianak seperti masjid sudah lengkap dan bagus. Yang penting kedepan juga adalah pendidikan," terangnya.
Edi berharap pula tenaga pendidik dapat menyesuaikan kebutuhan zaman dengan melibatkan teknologi untuk mempermudah proses belajar. Dengan kekayaan digital hari ini, sumber pengetahuan jadi lebih mudah didapat.
"Semoga kolaborasi kita, silaturahmi terus terjalin. Tujuannya membentuk anak-anak yang berbakti dan bermanfaat untuk meneruskan pembangunan Kota Pontianak," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Wali Kota Edi Kamtono Siap Sambut Lawatan Jurnalis Sarawak
20 Jurnalis Malaysia Berkunjung ke Pontianak
PONTIANAK - Sebanyak 20 orang jurnalis dari Sarawak Malaysia yang tergabung dalam Federation Sarawak Journalists Association (Persatuan Wartawan Sarawak) akan berkunjung ke Kota Pontianak. Kedatangan rombongan dijadwalkan akan diterima langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center Kantor Wali Kota pada Kamis (6/7/2023).
Edi menyambut baik kedatangan para jurnalis dari negera tetangga ini sebagai bentuk kedekatan hubungan antara kedua negara, terutama Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia.
"Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus mereka juga ingin mengetahui lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki Kota Pontianak termasuk potensi pariwisatanya," ujarnya, Rabu (5/7/2023).
Pada kesempatan lawatan itu, Wali Kota Edi Kamtono akan memaparkan profil Kota Pontianak, mulai dari letak geografisnya, jumlah penduduk, kekayaan budaya dan kuliner, objek-objek wisata dan berbagai hal lainnya berkaitan dengan Pontianak.
"Intinya supaya bisa menarik wisatawan dari luar, terutama Sarawak yang bertetangga langsung dengan Provinsi Kalbar," katanya.
Edi menambahkan, selain memaparkan profil Kota Pontianak, rombongan jurnalis Sarawak juga diagendakan menyusuri Sungai Kapuas dengan kapal wisata untuk melihat suasana kehidupan sungai terpanjang di Indonesia ini.
"Saya berharap dari kunjungan para jurnalis Sarawak nantinya bisa memberikan kesan yang baik selama mereka berada di Kota Pontianak," imbuhnya.
Kekayaan kuliner dan keramahtamahan masyarakatnya diharapkan menjadi daya tarik saat mereka melakukan lawatan ke kota berjuluk Khatulistiwa ini sehingga meninggalkan kesan dan menjadi cerita saat kembali ke negara mereka.
"Semakin banyaknya warga jiran yang berkunjung ke Kota Pontianak akan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak," tuturnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar Gusti Yusri mengungkapkan kedatangan rombongan wartawan asal Sarawak ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Pontianak.
"Artinya, mereka tertarik untuk mengetahui seperti apa wajah Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi yang bertetangga dengan negeri Sarawak Malaysia," sebutnya.
Ia berharap momentum ini juga semakin mempererat hubungan antara jurnalis Sarawak dan Pontianak.
"Sehingga kita bisa saling sharing dan berbagi informasi berkaitan dengan dunia jurnalisme," pungkasnya. (prokopim)