,
menampilkan: hasil
Ani Sofian: Dukung Pontianak dalam Kampanye We Love Cities
PONTIANAK - Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengajak seluruh masyarakat mendukung Kota Pontianak dalam kampanye persahabatan We Love Cities yang digagas World Wide Fund for Nature (WWF). Termasuk bagi perangkat daerah, sekolah, kampus, tempat-tempat usaha, dan instansi lainnya.
Dukungan sebagai bentuk cinta kepada kota tersebut dilakukan melalui voting di laman s.id/welovepontianak.
"Kita sampaikan kepada dunia, Pontianak yang unggul dan berkelanjutan," ujar Ani Sofian.
Dia menerangkan pembangunan Kota Pontianak tidak lepas dari peran warganya. Apa yang terjadi lihat hari ini, merupakan buah dari pemikiran, ide, gagasan dan solusi bersama. Oleh karenanya, di Hari Jadi Pontianak ke 253, siapa saja bisa menyalurkan ide, gagasan, dan harapan untuk mewujudkan Pontianak Unggul Berkelanjutan lewat kanal tersebut.
Selain itu, Ani Sofian mengajak semua merayakan hari jadi dengan meramaikan tagar #Pontianak253 dan #WeLovePontianak dalam setiap postingan di jagat maya selama bulan Oktober. Postingan itu bisa berisi pesan-pesan baik, atau aksi yang dilakukan dalam rangka mendukung Pontianak sebagai kota berkelanjutan.
Postingan bisa berupa ide, gagasan, video, dan foto, di Instagram, Facebook, X (sebelumnya Twitter) dan Tiktok.
"Voting dan posting sekali sehari sampai 31 Oktober 2024," katanya.
Dia menjelaskan #WeLovePontianak merupakan bentuk kampanye dari Pontianak dalam kampanye persahabatan We Love Cities yang diikuti 80 kota dari 34 negara di dunia. Indonesia diwakili Pontianak, Jakarta, Probolinggo, dan Balikpapan. Empat kota yang terbukti berkomitmen dalam aksi iklim dunia.
Pemenang kampanye ini, dipilih berdasarkan voting, interaksi, gagasan dan ide terbanyak dari warga untuk pembangunan kota yang ramah lingkungan.
"Di Hari Jadi Pontianak ke 253 ini, mari berikan kado terbaik untuk kota kita tercinta," tutupnya. (prokopim)
Cekungan Wilayah Akibatkan Genangan Air
Pj Wali Kota Tinjau Genangan di Pontianak Tenggara dan Selatan
PONTIANAK - Tingginya curah hujan mengakibatkan sebagian wilayah Kota Pontianak terendam air. Beberapa wilayah di Pontianak Selatan dan Tenggara, air menggenang di sejumlah ruas jalan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait meninjau langsung untuk melihat kondisi daerah yang tergenang. Ani Sofian menyebut, dari hasil pemantauan di lapangan, lokasi genangan sebagian di wilayah Sungai Raya Dalam, Parit H Husin II dan sebagian di Jalan Sepakat 2 serta beberapa titik di Pontianak Tenggara.
“Kalau kita melihat sebagian dari Jalan Paris I, Sepakat I kondisinya tidak terdampak genangan air. Diperkirakan wilayah-wilayah yang tergenang karena termasuk daerah cekungan,” katanya usai meninjau wilayah yang tergenang, Minggu (29/9/2024) malam.
Selain cekungan dan debit hujan yang begitu tinggi, genangan juga bisa diakibatkan karena adanya proses pembersihan lahan di sebelah barat sehingga air dari wilayah Sungai Kakap mengalir lancar ke arah perkotaan.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Pontianak Selatan dan Tenggara untuk tetap waspada karena berdasarkan prakiraan dari BMKG kemungkinan air akan pasang pada tanggal 1 - 2 Oktober 2024,” ucap Ani Sofian.
Dia mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melakukan berbagai upaya untuk menangani kondisi tersebut, termasuk normalisasi drainase dan perbaikan infrastruktur.
"Kami terus memantau situasi di lapangan, dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan langkah penanganannya,” imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam penanganan genangan ini adalah kondisi geografis wilayah tersebut yang berada di area cekungan, yang menyebabkan air lebih sulit surut ketika terjadi hujan lebat.
“Selain itu, hujan yang turun secara tidak merata juga memperparah situasi, di mana beberapa titik mengalami intensitas hujan lebih tinggi,” ungkapnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air," tegasnya. (prokopim)
Kehadiran IPIM Pontianak Diharapkan Pj Wali Kota Dongkrak Kualitas Imam Masjid
PONTIANAK – Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah diperingati Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian sebagai motivasi meningkatkan kualitas imam masjid. Menurutnya, hal itu akan berpengaruh pada kekhusyukan jemaah saat beribadah.
Ia menyebut, hampir seluruh jalan raya di Kota Pontianak dibangun masjid. Artinya peran masjid sangat penting khususnya dalam meningkatkan sumber daya manusia.
“Sekarang ini setiap tahun masjid di Kota Pontianak bertambah, sehingga kita ingin memelihara selain dari infrastruktur tetapi juga kualitas imam,” ujarnya usai menghadiri pelantikan Pimpinan Daerah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kota Pontianak dan launching website ipim-kalbar.org, di Aula Khatulistiwa Kompleks Kampus Al-Azhar Jalan Ahmad Yani, belum lama ini.
Ani Sofian menyampaikan ungkapan terima kasih atas kontribusi dari organisasi keagamaan seperti IPIM Pontianak. Ia berharap, pimpinan ke depan membawa arah lebih baik dalam upaya mendorong kualitas imam masjid. Selain sebagai tempat ibadah, ia ingin fungsi masjid menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan.
“Fungsi masjid juga tempat musyawarah untuk menentukan segala hal baik dari aktivitas kita sehari-hari,” tuturnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat IPIM Nasaruddin Umar memaparkan materi tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam kaitannya dengan peran dan fungsi imam masjid.
“Sosok kepemimpinan yang paripurna ada pada diri Rasulullah, sehingga penilaian jujur dari Michael Hart dalam bukunya manusia paling berpengaruh menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling sukses dengan peringkat pertama,” terangnya melalui zoom meeting.
Nasar menilai, Nabi Muhammad adalah the best managers dan leaders. Dua variabel ini ada pada beliau.
“Tidak mudah menemukan orang dengan karakter ini, ada yang managernya baik tapi kurang leadernya, ada yang leadernya baik tapi kurang pada managernya,” imbuhnya.
Karakter imam ini sesungguhnya sudah ada pada diri Nabi Muhammad SAW. Karakter yang harus ada pada seorang imam yang ditunjukkan dengan kepribadian Rasulullah SAW adalah tawadhu, amanah, qana'ah dan muruah.
“Dan satu lagi yang harus diketahui bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang berani mengambil keputusan dalam berbagai keadaan,” pungkasnya, yang juga selaku Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. (kominfo)
Logo Hari Jadi ke-253 Pontianak Resmi Diluncurkan
PONTIANAK - Logo Hari Jadi ke-253 Pontianak diluncurkan tepat pada Pesona Kulminasi Matahari 2024 di kawasan Tugu Khatulistiwa, Pontianak Utara, Sabtu (21/9/2024). Logo tersebut merupakan karya Ageng Wicaksono, pemenang desain terbaik sayembara Merancang Dua Lima Tiga yang diinisiasi Disporapar Pontianak dan Pontinesia.
Karya Ageng berhasil menyisihkan 122 karya peserta lain se Indonesia. Proses kurasi berlangsung dengan tiga orang dewan kurator, yakni Theofilus Irwan, Jasmine Andini, dan Prasetyo Panji A.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian berterima kasih kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan sayembara tersebut merupakan bentuk ruang partisipasi warga merayakan hari jadi kota. Karya pemenang pun menurutnya berhasil merepresentasikan tema Pontianak Unggul Berkelanjutan.
"Karya Ageng Wicaksono ini akan jadi identitas visual hari jadi ke-253 Pontianak," katanya.
Ageng Wicaksono, Desainer Logo Hari Jadi ke-253 Pontianak menjelaskan secara rinci filosofi logo hasil karyanya. Desain logo Hari Jadi ke-253 Pontianak berbentuk satu tarikan garis, dengan mengedepankan kesan dinamis, juga menghadirkan sifat air yang luwes.
“Menggambarkan sungai Kapuas yang menyatukan wilayah Pontianak,” jelasnya.
Garis meliuk tanpa putus merepresentasikan proses yang terus berlanjut, sesuai dengan tema Hari Jadi Pontianak tahun ini yaitu “Unggul Berkelanjutan”. Titik sebelum angka dua, jadi simbol titik awal dan juga titik 0 yang menandakan garis Khatulistiwa, garis lintang di titik koordinat 0 derajat.
“Sedangkan bentuk simplifikasi dari ujung panah merepresentasikan tanda panah di tugu Khatulistiwa, dan juga melambangkan pergerakan ke arah yang lebih baik (arah kanan) dari satu titik ke titik lainnya,” papar Ageng.
Di sisi pewarnaan, logo tersebut didominasi warna hijau yang menggambarkan pertumbuhan dan keberlanjutan. Sedang warna kuning, melambangkan nilai kedaulatan serta identitas Melayu Pontianak. Warna ini juga dipilih lantaran berkesan hangat, optimis dan semangat dalam mewujudkan perubahan.
“Warna merah pada dua sisinya, merepresentasikan identitas suku Dayak dan Tionghoa. Warna ini juga menandakan bahwa energi dan semangat Unggul Berkelanjutan harus terus dijaga dari awal hingga akhir,” tutupnya. (*)