,
menampilkan: hasil
Edi Harap Pontianak Sejajar dengan Kota Besar di Indonesia
Gelar Apel Terbatas Peringati Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak
PONTIANAK - Di usianya yang ke-250 tahun, Kota Pontianak tak ingin ketinggalan dari kota-kota lainnya di Indonesia, terutama dalam hal kemajuan pembangunan. Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak ini menjadi momentum Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak beserta seluruh stakeholder dan masyarakat untuk terus membangun meski ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama membangun Kota Pontianak dengan ikut menjaga dan peduli terhadap lingkungan.
"Jangan membuang sampah sembarangan, tanamilah lahan pekarangan dan lahan yang ada dengan tumbuhan sehingga menjadikan kota hijau, sejuk dan asri," ujarnya pada apel puncak Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (23/10/2021).
"Mari kita peduli lingkungan, kita bangun Kota Pontianak agar lebih maju sehingga pada saatnya nanti kita dapat sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia," ucap Edi optimis.
Ia menambahkan, rangkaian Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak diisi dengan berbagai acara dan kegiatan. Kegiatan tersebut dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya Kota Pontianak dan sebagai ajang untuk mempromosikan Kota Pontianak kepada dunia luar. Apalagi Pontianak tidak memiliki sumber daya alam, oleh sebab itu sektor yang memungkinkan untuk dapat dikembangkan adalah sektor jasa dan perdagangan.
"Dengan promosi yang intensif maka kita berharap kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan semakin meningkat yang selama ini kurang menguntungkan akibat dampak pandemi Covid-19," ungkapnya.
Tentunya, lanjut Edi, dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan akan memberikan kontribusi pada meningkatnya hunian hotel dan penginapan di Kota Pontianak. Bahkan memberikan dampak bagi meningkatnya pendapatan para pedagang kuliner maupun pengrajin di Kota Pontianak.
"Bagi Pemkot Pontianak tentu akan berpengaruh pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tutur dia.
Gubernur Kalbar Sutarmidji menuturkan letak Kota Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalbar yang dahulu dipilih Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie sebagai pendiri Kota Pontianak, sangat strategis. Pasalnya, bila dilihat dalam peta dunia, persimpangan antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak memiliki karakter mirip dengan Kota Lyon di Prancis. Meskipun menurutnya bangunan di sisi kiri dan kanannya berbeda dengan yang ada di Pontianak.
"Tapi bukan berarti kita harus ikut itu. Kedepan nuansa tradisional akan menjadi suatu obyek wisata tersendiri. Waterfront Pontianak itu kalau dipoles sedikit sudah menjadi waterfront terbaik yang ada di Indonesia. Kita aja yang tidak merasakannya," ucapnya.
Di masa pandemi ini, kata Sutarmidji, hal yang harus dilakukan Pemkot Pontianak dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah bagaimana melihat dan mencermati peluang-peluang yang bisa digali.
"Harus banyak terobosan-terobosan terutama yang berpengaruh besar terhadap perekonomian," tukasnya.
Dikatakannya, sektor jasa menjadi salah satu yang merasakan dampak akibat pandemi Covid-19. Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa ikut merasakan dampaknya. Pengaruh pandemi terhadap perekonomian sangat besar.
"Tapi kalau inovasinya benar maka itu tidak begitu memberi pengaruh berarti bagi perekonomian," imbuh Sutarmidji.
Sultan Pontianak, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie mengapresiasi kinerja Pemkot Pontianak dalam membangun Kota Pontianak yang kini telah menginjak usia 250 tahun.
"Alhamdulillah kinerja Pemkot Pontianak ini sangat baik. Saya bangga selaku generasi penerus dari leluhur pendiri Kota Pontianak," katanya.
Tidak hanya terkait pembangunan dan kemajuan kota, Sultan juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkot Pontianak yang telah merawat dan menjaga keharmonisan dalam keberagaman suku dan agama yang ada di Pontianak. Ia menilai keharmonisan dalam keberagaman di Kota Pontianak sudah cukup baik dalam merawat dan menyatukan keberagaman etnis yang ada di Pontianak.
"Sesuai dengan tagline Hari Jadi Kota Pontianak, saya berharap Pontianak menjadi kota yang maju dan tangguh," pungkasnya. (prokopim)
Kasus Covid-19 Turun, Wali Kota : Aktivitas Berangsur Pulih, Ekonomi Tumbuh Kembali
PONTIANAK - Setelah melewati masa-masa sulit terutama pada saat puncak pandemi Covid-19 di bulan Juni dan Juli 2021 lalu, kini saatnya mulai pemulihan terhadap berbagai aktivitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, hingga saat ini kasus Covid-19 di Kota Pontianak semakin menurun. Untuk itu, ia berharap seluruh aktivitas berangsur pulih dan ekonomi tumbuh kembali.
"Sehingga roda perekonomian mulai bergerak kembali dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ujarnya usai menjadi narasumber dalam dialog bertemakan 'Pontianak Tangguh, Ekonomi Tumbuh' di Halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (19/10/2021).
Kendati pandemi belum berakhir, Edi berharap aktivitas di Kota Pontianak berjalan lancar dan roda perekonomian tidak lumpuh. Masyarakat juga diharapkan tetap semangat dan tangguh dalam menjalani segala aktivitasnya. Hal itu menjadi modal dasar untuk lebih cepat lagi dalam melangkah menjadi kota yang lebih maju. Untuk mendukung itu, pihaknya sudah memberikan kelonggaran dan mengizinkan sejumlah aktivitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, masyarakat bisa memanfaatkan peluang untuk berusaha dan beraktivitas.
"Kita tetap fokus terhadap pelayanan dasar, kemudian menciptakan ruang-ruang publik agar ramai dikunjungi masyarakat," tuturnya
Menurut data terkini, kasus Covid-19 di Kota Pontianak mulai menurun. Hal tersebut tergambar dari jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pontianak sebanyak empat pasien. Tingkat hunian rumah sakit pasien konfirmasi positif Covid-19 jumlahnya juga sudah di bawah lima orang. Sementara capaian vaksinasi di Kota Pontianak sudah 61,4 persen. Dia optimis akhir Oktober 2021 target 70 persen vaksinasi bisa tercapai.
"Kita harapkan kasus Covid-19 tidak bertambah sehingga kita bisa menuju zona hijau," ucap Edi. (prokopim)
Semarakkan Hari Jadi Pontianak, Warga Diimbau Pasang Manggar
Sambut Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak
PONTIANAK - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, instansi pemerintahan maupun swasta serta sekolah untuk memasang manggar dan umbul-umbul serta spanduk ucapan Selamat Hari Jadi Kota Pontianak pada tempat usaha atau kantor masing-masing. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Pontianak Urai Abubakar menerangkan, imbauan tersebut sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 003.1/37/Prokopim/2021.
"Pemasangan manggar, umbul-umbul serta spanduk ini untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak yang jatuh pada tanggal 23 Oktober 2021 mendatang," ujarnya, Selasa (19/10/2021).
Pohon manggar adalah suatu hiasan berbentuk pohon yang dibuat dengan kertas berwarna-warni, biasanya menggunakan kertas mengkilap. Pohon manggar merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu, yang dipasang ketika merayakan suatu acara seperti pernikahan atau perayaan besar lainnya.
"Karena itu, pemasangan pohon manggar yang rutin dilakukan setiap menyambut hari jadi Kota Pontianak ini sebagai salah satu upaya melestarikan warisan budaya tersebut," katanya.
Urai menambahkan, untuk desain logo dan spanduk Hari Jadi Kota Pontianak bisa diunduh melalui website resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dengan alamat https://pontianakkota.go.id.
"Adapun tagline Hari Jadi Kota Pontianak tahun 2021 adalah 'Pontianak Maju dan Tangguh'," sebutnya.
Kemudian, lanjutnya lagi, seluruh staf, karyawan dan karyawati yang bertugas memberikan pelayanan agar mengenakan pakaian khas Melayu Pontianak, yakni pakaian Telok Belanga bagi laki-laki dan Baju Kurong bagi perempuan.
"Pakaian tersebut dikenakan selama dua hari yakni pada hari Jumat, 22 Oktober dan Sabtu 23 Oktober 2021," jelasnya.
Selama bulan Oktober 2021, masyarakat juga diimbau memutar lagu-lagu yang bertemakan Kota Pontianak. Pemutaran lagu-lagu itu sebagai wujud untuk menanamkan kecintaan warga Pontianak kepada kota yang telah berusia 250 tahun ini.
Urai menuturkan, dalam surat edaran tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta untuk menginformasikan dan mempublikasikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak.
"Baik itu media massa, website maupun media sosial yang dimiliki masing-masing OPD," pungkasnya. (prokopim)
Asyik, Ada Pusat Kuliner dan Pasar Tani di Jalan Letkol Sugiyono
Wako Edi Kamtono : Upaya Pemkot Bangkitkan UMKM
PONTIANAK - Jalan Letkol Sugiyono Kelurahan Akcaya Kecamatan Pontianak Selatan resmi menjadi Pusat Kuliner UMKM Kite dan Pasar Tani. Kawasan yang diisi lapak tenda pedagang UMKM kuliner dan hasil-hasil pertanian itu diresmikan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Minggu (17/10/2021).
Edi menjelaskan, sejatinya rencana pusat kuliner di kawasan tersebut sudah direncanakan tiga tahun lalu. Namun dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 sehingga sempat tertunda. Dijadikannya Jalan Letkol Sugiyono sebagai kawasan sentra kuliner dan hasil-hasil pertanian ini untuk membangkitkan pelaku UMKM terus mengembangkan usahanya.
"Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan, mengekspresikan, dan memanjang produk unggulannya di lingkungan GOR yang kita ketahui setiap Sabtu dan Minggu selalu ramai aktivitas masyarakat," ujarnya.
Setelah diresmikan, lanjutnya lagi, pusat kuliner dan pasar tani di Jalan Letkol Sugiyono akan berlanjut seterusnya. Untuk tahap pertama ada 10 kelompok UMKM dan 10 kelompok tani. Kedepan jika ada tambahan, pihaknya mempersilakan pedagang untuk mendaftarkan ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak.
"Di sini akan menjadi tempat yang menarik untuk menjadi pusat kuliner," ucapnya.
Masyarakat menyambut baik dikembangkannya kawasan ini sebagai pusat kuliner dan pasar tani. Apalagi ruang publik tersebut memberikan suasana yang nyaman, selain untuk berolahraga, rekreasi, bersantai dan menikmati kuliner.
"Untuk penanganan sampah di kawasan ini akan dilakukan secara terpadu," tukasnya.
Kedepan, pihaknya berencana membuat kawasan serupa di lokasi lainnya, seperti di Jalan Sultan Muhammad, di Pontianak Timur, Pontianak Utara serta setiap titik kecamatan akan dibuat pusat kuliner berikut fasilitas-fasilitasnya," katanya.
Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Junaidi menambahkan, saat ini baru tercatat 10 UMKM Kuliner dan 10 petani. Untuk Pusat Kuliner buka dari Senin hingga Jumat mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Khusus Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 07.30 hingga 22.00 WIB. Sedangkan pasar tani hanya dibuka akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB.
"Kami masih mengusahakan penambahan tenda sehingga akan menambah dari 20 menjadi 45 tenda," ungkapnya. (prokopim)