,
menampilkan: hasil
Bahasan Harap Pemilu Serentak 2024 Aman dan Lancar
KPU Launching Pemilu Serentak
PONTIANAK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi melaunching Pemilu serentak yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. Seremoni peluncuran Pemilu serentak tersebut digelar secara virtual.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengatakan, dengan launching Pemilu serentak, baik itu Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), diharapkan menjadi momentum bagi semua partai politik (parpol) untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pemilu serentak.
"Sehingga Pemilu Serentak ini menjadi ajang yang benar-benar menjunjung tinggi nilai demokrasi," ujarnya usai menghadiri launching Pemilu Serentak secara virtual di Ruang Pontive Center, Senin (14/2/2022) malam.
Bahasan berharap selama proses pesta demokrasi tersebut, pemilu diharapkan berjalan aman dan lancar. Ia meminta KPU terutama di daerah sudah mempersiapkan sedini mungkin dalam menghadapi Pemilu serentak. DPR RI juga diharapkan bisa memperjuangkan untuk mempersiapkan infrastruktur dalam menghadapi pemilu serentak di daerah, termasuk di Kota Pontianak.
"Dengan demikian penyelenggaraan Pemilu Serentak bisa lebih matang dan siap," katanya.
Ketua KPU Kota Pontianak, Deni Nuliadi menuturkan, peluncuran Pemilu serentak ini bertujuan untuk mengimbau masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa Pemilu serentak tidak lama lagi dimulai. Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 pasal 167 disebutkan bahwa tahapan paling lama 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. Hari pemungutan suara sudah ditetapkan KPU yakni pada tanggal 14 Februari 2024.
"Sehingga pelaksanaan tahapan pemilu paling lama pada 14 Juni 2022," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Deni, pelaksanaan launching hari pemungutan suara ini juga merupakan upaya KPU untuk mengajak semua pihak agar dapat bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pemilu serentak 2024 mendatang.
"Dalam waktu dekat KPU akan melakukan tahapan persiapan yakni yang mengatur hal-hal teknis terkait tahapan kepemiluan," terangnya.
Kemudian setelah itu baru masuk tahapan lainnya seperti pendaftaran partai politik yang kemungkinan akan dilakukan pada bulan Agustus. Pendaftaran partai politik, Deni bilang paling lama 18 bulan sebelum hari pemungutan suara. Setelah itu maka akan masuk tahapan lainnya seperti pemutakhiran data pemilih, pembentukan badan ad hoc dan lainnya. Sebab hingga saat ini UU Nomor 7 Tahun 2017 tidak berubah sehingga proses teknis pemungutan suara pada Pemilu 2024 tidak mengalami perubahan.
"Untuk pemilihan suara masih dengan pencoblosan dan teknis di TPS masih sama seperti pada 2019 lalu," pungkasnya. (prokopim)
Kasus Covid-19 Mulai Melonjak, Satgas Gencarkan Monitoring Titik Keramaian
Warkop dan Kafe Tutup Pukul 21.00 WIB
PONTIANAK - Menyikapi mulai meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Pontianak akhir-akhir ini, Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak kembali menggencarkan monitoring dan pengawasan terhadap tempat-tempat keramaian seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak menerangkan, pihaknya menerjunkan petugas yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak untuk melakukan sosialisasi dan memastikan penerapan protokol kesehatan di lapangan.
"Malam ini kita terjunkan petugas dari Tim Satgas Covid-19 untuk memonitor titik-titik kerumunan seperti warung kopi dan kafe serta taman-taman yang tersebar di Kota Pontianak," ujarnya usai apel siaga Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak di halaman depan Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (14/2/2022) malam.
Kepada para pelaku usaha, lanjutnya, diminta untuk memperhatikan jam operasional tempat usaha sesuai dengan status PPKM Level 2 di Kota Pontianak, yang dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIB. Sementara waktu operasional taman-taman hanya diperkenankan sampai pukul 20.00 WIB. Demikian pula kapasitas pengunjung warkop dan kafe yang sebelumnya full hingga 100 persen, dikurangi menjadi 50 persen dari kapasitas ruangan. Tujuannya agar pada tempat-tempat tersebut tidak menimbulkan kerumunan yang pada akhirnya berpotensi penularan Covid-19.
"Kita akan terus melakukan upaya-upaya monitoring, terlebih pada malam-malam libur dan akhir pekan," terangnya.
Edi mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi dan memperketat penerapan protokol kesehatan. Warga juga diimbau untuk menghindari kerumunan-kerumunan supaya terhindar dari penularan virus corona yang mulai melonjak kembali.
"Upaya ini untuk menekan jumlah kasus Covid-19 agar tidak semakin meluas," ungkapnya.
Menurutnya, kasus Covid-19 di Kota Pontianak memang menunjukkan tren yang meningkat dari jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagai catatan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2022 hingga hari ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 919 orang. Sementara jumlah yang sembuh sekitar 200 orang. Sisanya ada yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar isolasi mandiri. Sedangkan yang meninggal dunia tercatat dua orang.
"Dari jumlah kasus terkonfirmasi positif, memang banyak yang belum divaksin. Oleh sebab itu kita mengimbau masyarakat untuk segera divaksin," tutupnya. (prokopim)
Pemkab Gunung Mas Belajar Soal UMKM dan Waterfront ke Pemkot Pontianak
Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas Berkunjung ke Pontianak
PONTIANAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah berkunjung ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kedatangan Bupati Jaya Samaya Monong dan Wakil Bupati Efrensia LP Umbing beserta rombongan disambut langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono didampingi Sekretaris Daerah Kota Pontianak Mulyadi di Ruang Pontive Center, Senin (14/2/2022).
Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong mengatakan, kedatangan jajaran Pemkab Gunung Mas ini dalam rangka kaji tiru capaian-capaian maupun keberhasilan yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak.
"Ada dua hal yang kami pelajari dari Pemkot Pontianak, yakni pembangunan waterfront city dan produk unggulan UMKM yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.
Menurutnya, produk UMKM yang ada di Kota Pontianak sudah terbukti keunggulannya dengan meraih penghargaan Natamukti selama lima kali. Dengan keberhasilan tersebut, ia menilai sudah sepatutnya Pemkab Gunung Mas melakukan kaji tiru ke Kota Pontianak untuk meningkatkan produk UMKM di daerahnya.
"Sehingga ini menjadi alasan kami untuk memilih Kota Pontianak sebagai tempat kaji tiru," sebutnya.
Kemudian terkait keberadaan waterfront di Kota Pontianak, pihaknya menilai hal itu bisa menjadi bahan kajian untuk diterapkan di Kabupaten Gunung Mas. Apalagi secara geografis, antara Kota Pontianak dengan Kabupaten Gunung Mas memiliki kemiripan, yakni sama-sama memiliki sungai yang menjadi andalan daerah itu. Kalau di Pontianak memiliki Sungai Kapuas, di Kabupaten Gunung Mas ada Sungai Kahayan.
"Kemiripan ini sangat memungkinkan bagi kami untuk membangun waterfront sebagaimana yang ada di Kota Pontianak," imbuh Jaya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, kunjungan rombongan Pemkab Gunung Mas adalah untuk melakukan kaji tiru dalam membangun kota ditengah keterbatasan APBD. Dua objek yang menjadi bahan kaji tiru, yakni produk unggulan UMKM dan waterfront.
"Perkembangan UMKM di Kota Pontianak sudah mulai dilirik oleh daerah-daerah di luar Kalbar, salah satunya Kabupaten Gunung Mas," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edi juga menyampaikan bagaimana pihaknya melibatkan masyarakat untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan, misalnya dengan kesediaan lahannya dibebaskan untuk pembangunan. Dengan dibangunnya kawasan tersebut, tentunya akan meningkatkan nilai-nilai aset milik masyarakat yang ada di lokasi yang dibangun tersebut.
"Sehingga bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk membangun," imbuhnya. (prokopim)
Pemkot Berencana Bangun Sekolah di Pontianak Timur
Berlokasi di Jalan Padat Karya
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membangun SD dan SMP di Kecamatan Pontianak Timur. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur pendidikan karena pertumbuhan penduduk yang kian pesat di wilayah itu.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kebutuhan sekolah di Kecamatan Pontianak Timur ini memang menjadi kajian Pemkot Pontianak untuk direalisasikan. Pihaknya berencana membangun SD dan SMP di Jalan Padat Karya Pontianak Timur.
"Saat ini lahannya sedang akan kita bebaskan di Jalan Padat Karya," ujarnya usai membuka kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Hotel Harris, Senin (14/2/2022).
Selain itu, pihaknya juga mengkaji untuk membangun sebuah SMA di Pontianak Timur terutama di Jalan Tanjung Raya I atau Kelurahan Dalam Bugis. Bila semua itu sudah terbangun, maka kawasan tersebut hanya tinggal dilakukan pembenahan dan peningkatan kualitas infrastruktur saja.
"Oleh sebab itu Musrenbang pada hari ini menjadi ajang diskusi untuk mengevaluasi dan merencanakan pembangunan serta program yang akan dilaksanakan," kata Edi.
Dia berharap keterlibatan semua pihak dalam pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, akan tetapi sosial dan budaya juga menjadi bagian di dalamnya. Apalagi Pontianak Timur memiliki karakteristik tersendiri sehingga pembangunan di wilayah ini akan menyasar dari berbagai aspek.
"Kita juga membutuhkan dukungan dari masyarakat untuk mendukung pembangunan di wilayah ini," harapnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyatakan, selaku wakil rakyat, pihaknya telah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada eksekutif untuk segera dibangun fasilitas pendidikan di wilayah daerah pemilihannya, yakni Pontianak Timur. Sebab ia menilai wilayah ini fasilitas pendidikannya masih kurang.
"Mudah-mudahan disetujui, kita cari lahan untuk dibangun SD dan SMP agar masyarakat Jalan Padat Karya dan sekitarnya tidak terlalu jauh untuk bersekolah," ungkapnya.
Terkait usulan yang disampaikan pada Musrenbang Tingkat Kecamatan Pontianak Timur, menurutnya tidak serta merta langsung dieksekusi atau dikerjakan oleh Pemkot Pontianak. Hal itu dikarenakan keterbatasan anggaran sehingga tidak seluruh usulan bisa diakomodir dalam satu waktu.
"Kami juga telah berkomunikasi dengan Wali Kota terkait pembangunan jogging track dan taman-taman di Pontianak Timur," pungkasnya. (prokopim)