,
menampilkan: hasil
Sekda Mulyadi Minta Tim Asistensi RKA-SKPD Taati Pedoman
Pemkot Pontianak Gelar Asistensi RKA-SKPD TA 2023
PONTIANAK - Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2023 Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah masuk ke tahap asistensi. Tim Asistensi yang terdiri dari Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pontianak, Hidayati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Trisna Ibrahim, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Iwan Amriady, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan, Aswin Djafar serta Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM, Kusyairi, diharapkan bisa mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap segala pedoman diikuti dan setiap jenis yang sama, nomenklatur yang sama harus diperlakukan sama. Jangan sampai berbeda,” pesan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi saat memberikan arahan kepada Tim Asistensi dan segenap Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Pontianak saat Asistensi RKA-SKPD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2023, di Hotel Mahkota Jalan Sidas, Senin (12/9/2022).
Tak kalah pentingnya, Mulyadi mengimbau untuk menekankan skala prioritas pada penyusunan RKA-SKPD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2023 tersebut. Dia menekankan, efisiensi RKA-SKPD menjadi satu di antara kunci tercapainya kinerja aparatur dengan baik. Terlebih dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) memiliki esensi efisiensi kinerja.
“SAKIP itu esensinya adalah efisiensi, jadi nanti tinggal dilihat dari anggarannya. Kalau sosialisasi terus, kapan implementasinya," timpalnya.
Dari tahun ke tahun, dia menilai terlalu sering dilakukan sosialisasi yang belum diimplementasikan. Dalam tataran kebijakan, setelah sosialisasi ada implementasi, dan terakhir adalah evaluasi.
“Seharusnya anggaran kita seperti itu, jangan ada sosialisasi terus. Contohnya Disdikbud selalu sosialisasi Dana BOS, padahal guru-guru bisa lihat di Youtube dari Kementerian terkait,” paparnya.
Sinkronisasi antara dinas terkait, lanjut Mulyadi, akan menekan anggaran sehingga terjadi penghematan. Dia berujar, seperti contoh kasus stunting, setiap dinas bisa mencari peran yang berbeda, tetapi tetap satu tujuan yaitu penurunan angka stunting.
“Misalnya nanti yang sosialisasi DP2KBP3A, Dinkes bagian implementasi. Kan bisa begitu,” imbuhnya.
Jika terjadi perbedaan pandangan antara OPD serta Tim Asistensi, Mulyadi mengajak untuk menyikapinya dengan bijak demi kepentingan bersama. Kesejahteraan pegawai, air dan listrik, untuk diperhatikan pada penyusunan. Dirinya berharap tidak ada masalah dalam evaluasi terhadap kinerja serapan anggaran maupun temuan dari BPK RI.
“Saya ingatkan kembali untuk dibatasi, kita berpatokan kepada lima orang. Kemudian dokumen anggaran dari OPD, itu bagian dari unjuk kerja,” pungkasnya. (kominfo)
Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, Edi Kamtono: Edukasi Anak Sejak Dini Pentingnya Menyikat Gigi
1.000 Siswa SD Ikut Sikat Gigi Massal di Pontianak
PONTIANAK - Memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2022, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Pontianak menggelar sikat gigi massal serentak yang melibatkan 1.000 siswa SD se-Kota Pontianak. Sikat gigi serentak secara seremonial digelar di lapangan Universitas Panca Bhakti Pontianak, Senin (12/9/2022).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendukung dan mengapresiasi PDGI Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar yang telah menginisiasi gerakan sikat gigi massal yang melibatkan siswa-siswa SD. Hal ini dinilainya langkah yang tepat sebagai bentuk edukasi kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sebagaimana tema Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional tahun 2022, 'Pulih Bersama Dengan Senyum Sehat Indonesia', diharapkan gerakan ini membawa kemajuan bagi generasi penerus bangsa Indonesia.
"Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan inspirasi dan edukasi serta literasi kepada siswa betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut," ujarnya.
Edi menambahkan, sedari balita, kesehatan gigi sudah harus dirawat sejak dini. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut memang harus terus disampaikan di lingkungan keluarga. Sebab dengan gigi dan mulut yang sehat, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih higienis dan bergizi. Dengan menggosok gigi secara rutin setiap harinya, anak-anak semakin lebih sehat.
"Terutama kebiasaan pola hidup sehat dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari, saat pagi hari dan malam hari sebelum tidur," tuturnya.
Menurut data, penyakit gigi dan mulut di Kota Pontianak tercatat cukup tinggi yakni lebih dari 50 persen warga Pontianak mengalami gangguan gigi dan mulut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan tindakan preventif bagi generasi muda dan warga Pontianak dengan memeriksakan giginya secara rutin pada fasilitas kesehatan yang ada. Selain itu, sosialisasi juga perlu dilakukan berkolaborasi antara Pemkot Pontianak dengan PDGI.
"Selamat Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, selamat kepada seluruh dokter gigi dan tenaga kesehatan gigi dan mulut. Tetaplah semangat berkarya dan mengabdi untuk kesehatan gigi dan mulut," ucap Edi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, drg Hary Agung Tjahyadi menerangkan, bertepatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, hari ini ada 500 ribu anak-anak seluruh Indonesia, termasuk di Pontianak sebanyak 1.000 anak, melaksanakan sikat gigi serentak se-Indonesia untuk memecahkan rekor MURI. Gerakan sikat gigi massal ini tidak hanya berlangsung hari ini, tetapi hingga 21 hari kedepan.
"Tujuannya, membiasakan anak-anak sikat gigi sehingga terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat terutama gigi dan mulut," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan gigi dan mulut anak-anak sehingga tercipta generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dengan gerakan ini, anak-anak diharapkan memperoleh edukasi pentingnya menjaga kesehatan gigi.
"Pesan saya, terutama kepada adik-adik, rajin-rajinlah menyikat gigi sehingga kesehatan gigi dan mulut adik-adik lebih terjaga," pesan Hary.
Fahri, satu di antara siswa SD yang mengikuti aksi sikat gigi massal di halaman Universitas Panca Bhakti, menuturkan bahwa dirinya secara rutin menyikat gigi setiap hari tanpa disuruh orang tua. Ia menyikat gigi dua kali sehari, yakni setiap pagi dan malam sebelum tidur.
"Saya menyikat gigi setiap hari supaya gigi tetap bersih dan tidak sakit gigi," imbuhnya. (prokopim)
Peringatan Haornas, Wali Kota: Jadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup
Lebih 700 Orang Senam Massal Peringati Haornas
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berbaur bersama lebih dari 700 orang mengikuti senam massal yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerjasama dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Pontianak di halaman depan Kantor Wali Kota, Jalan Rahadi Usman, Minggu (11/9/2022) pagi. Selain senam massal, atraksi barongsai, airsoftgun, parade sepeda onthel dan penampilan lainnya turut mewarnai peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2022 di Kota Pontianak. Penetapan Haornas juga tidak terlepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta, Jawa Tengah, pada 9-12 September 1948 silam.
Edi mengatakan, momentum Haornas memberikan semangat bagi seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dengan semboyan 'Tiada Hari Tanpa Olahraga'. Banyaknya event olahraga yang kerap diselenggarakan di Pontianak, menjadikan kota ini dikenal sebagai sport city. Oleh sebab itu, sebagai kota olahraga, Pemkot Pontianak dalam hal ini terus berupaya melengkapi berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang serta mendukung masyarakat dalam melakukan aktivitas olahraganya.
"Sehingga Pontianak lebih dikenal dengan potensi sarana olahraganya yang bisa memperkenalkan kota kita ke seluruh dunia lewat cabang olahraga," ungkapnya.
Pada peringatan Haornas tahun ini, ia mengapresiasi KONI dan KORMI yang turut aktif berperan mengolahragakan masyarakat, termasuk kaum ibu-ibu yang dinilainya tak kalah aktifnya dalam berolahraga. Dengan berolahraga, maka tubuh lebih terjaga, sehat dan mengasah kecerdasan otak.
"Olahraga juga menjadikan seseorang lebih produktif meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana," ujar Edi.
Dalam kesempatan momentum peringatan Haornas ini, dirinya berpesan kepada seluruh warga supaya tetap semangat berolahraga. Menurut Edi, berolahraga menjadikan tubuh lebih sehat dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dan bagi atlet-atlet berprestasi, ia mengucapkan selamat dan berharap Pontianak terus berprestasi di bidang olahraga, tidak hanya di tingkat kota atau provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional.
"Saya mengucapkan selamat Hari Olahraga Nasional, tetap sehat, kuat dan produktif," pesannya.
Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Aswin Djafar menjelaskan, pada peringatan Haornas tahun ini pihaknya bekerjasama dengan KORMI Kota Pontianak dengan menggelar senam massal yang melibatkan peserta lebih dari 700 orang.
"Hari ini kami akan menampilkan atraksi beberapa induk olahraga (inorga) yang dibina oleh KORMI Kota Pontianak, antara lain atraksi barongsai, atraksi dari Airsoft Brotherhood Unity, Senam Tera Indonesia dan Perkumpulan Senam Massal Indonesia," jelasnya.
Aswin menambahkan, peringatan Haornas tahun ini mengusung tema 'Bersama Cetak Juara'. Peringatan Haornas kali ini merupakan peringatan pertama pasca pandemi Covid-19 setelah hampir dua tahun lamanya vakum tidak menggelar aktivitas olahraga massal di lapangan terbuka seperti saat ini.
"Oleh karena itu, peringatan Haornas tahun ini kami mulai menggelarnya secara massal dengan melibatkan banyak masyarakat," imbuhnya.
Ketua KORMI Kota Pontianak, Rusdi melanjutkan, apabila KONI memprioritaskan bidang pada pembinaan atlet, pihaknya lebih fokus untuk membentuk karakter warga agar senang dan terbiasa berolahraga. Sementara waktu sudah terdapat 26 inorga secara nasional yang dimiliki KORMI, sedangkan di Kota Pontianak, pihaknya sedang mengupayakan sebanyak 16 inorga sedang dalam tahap administrasi.
“Di semua kecamatan dan kelurahan dan lini perumahan, KORMI sudah aktif. Sampai di mal juga setiap Sabtu dan Minggu ada yang aktif. Alhamdulillah PORNAS, Kontingen Kalbar telah menyumbangkan 16 medali emas dan 8 medali disumbangkan Kota Pontianak,” paparnya.
Nanang Setia Budi, Ketua KONI Kota Pontianak menambahkan, peringatan HAORNAS 2022 yang jatuh setiap tanggal 9 September dan dalam rangka persiapan PON tahun 2023, jadi pemacu pihaknya untuk terus membina atlet muda Kota Pontianak.
“KONI adalah bagian dari pecinta olahraga, kami memang fokus kepada atlet dari 56 cabang olahraga. Kota Pontianak ada 43 cabor, yang Insyaallah bulan November akan diadakan Pekan Olahraga Nasional untuk wilayah Kalbar dalam persiapan PRAPON dan PON tahun 2024,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Rawat Budaya Lewat Pagelaran Wayang Kulit
Wako Edi Kamtono : Jadikan Pontianak Kota Pusat Budaya
PONTIANAK - Lakon Bimo Suci begitu apik dipentaskan Ki Dalang Warseno Slank membuat para penonton larut dalam kisah pewayangan pada Pagelaran Budaya Wayang Kulit di Taman Sepeda Untan, Sabtu (10/9/2022) malam. Ki Warseno Slank merupakan dalang ternama asal Surakarta.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono turut menikmati pementasan wayang kulit bersama para penggemar cerita wayang. Pagelaran wayang kulit ini menurutnya sudah sekian lama tidak digelar lantaran pandemi Covid-19. Namun setelah pandemi mulai mereda, pementasan wayang kulit mulai banyak digelar masyarakat untuk mengobati kerinduan menyaksikan pagelaran budaya ini. Ia berharap warga masyarakat bisa menikmati pagelaran wayang kulit ini dengan memetik intisari dari kisah yang ditampilkan malam ini.
"Pagelaran wayang kulit ini pula sebagai upaya kita untuk memulihkan perekonomian khususnya Kota Pontianak, dengan membangun ruang-ruang publik sebagai wadah masyarakat saling berinteraksi," ujarnya.
Edi menuturkan, Pontianak sebagai kota yang heterogen, dengan beragam suku bangsa yang datang dari berbagai penjuru nusantara, harus guyub menjaga kebersamaan dan rukun satu sama lain. Sehingga Pontianak menjadi kota hunian yang nyaman bagi siapapun yang mendiaminya.
"Kita akan jadikan Pontianak sebagai kota pusat budaya karena di kota ini berbagai ragam suku bangsa ada di sini. Siapapun boleh beraktivitas, baik secara identitas maupun berkolaborasi demi membangun negeri ini," ungkapnya.
Dia juga berharap Pontianak menjadi kota yang semakin maju, rakyatnya semakin makmur dan sejahtera serta Indeks Kebahagiaan masyarakatnya meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak yang terus meningkat dengan nilai 79,93. Indeks Kemiskinan menurun di angka 4,3 dari sebelumnya 4,7 persen. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat, dari sebelumnya sempat -3,9, sekarang sudah menembus angka 4,6 persen.
"Kondisi ekonomi global yang memberi dampak pada perekonomian di daerah seperti terjadinya inflasi, mudah-mudahan kita bisa menekan angka inflasi di Kota Pontianak dengan kerja keras seluruh pihak," kata Edi.
Ketua Panitia Pagelaran Wayang Kulit, Muhammad Faiz mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak atas dukungannya pada pagelaran budaya wayang kulit ini. Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Ki Warseno Slank dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit ini merupakan wujud kolaborasi antara Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kalbar dengan Pemkot Pontianak.
"Untuk merawat budaya, perlu peran serta pemerintah. Pemerintah dalam hal ini perlu mengayomi supaya budaya kita terus lestari dan tak lekang oleh waktu," ucapnya.
Dirinya juga berharap peran swasta dalam pelestarian budaya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk disalurkan pada kegiatan-kegiatan budaya.
"Peran aktif masyarakat dalam menjaga budaya juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya. (prokopim)