,
menampilkan: hasil
Sambangi Rumah Zulkifli, Wako Edi Kamtono Serahkan Bantuan
Penggalangan Bantuan dari PMI Pontianak
PONTIANAK - Zulkifli, warga RT 003 RW 025 Perumnas I Gang Dahlia Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat mendapat kunjungan dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat (21/10/2022). Kedatangan Wali Kota ke rumahnya untuk menyerahkan bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Zulkifli merupakan warga yang tinggal sendirian di rumah miliknya dan jauh dari sanak keluarga. Ia juga dalam kondisi sakit dan membutuhkan bantuan. Untuk kesehariannya, Zulkifli dibantu oleh warga sekitar lingkungannya.
"Untuk itu, kita datang langsung ke rumahnya untuk menyerahkan bantuan yang digalang oleh PMI Kota Pontianak dari para dermawan dan donatur yang peduli terhadap warga yang membutuhkan bantuan," ujar Edi usai bertemu Zulkifli di kediamannya.
Ia menilai, aksi yang dilakukan PMI Kota Pontianak patut mendapat apresiasi, yang mana PMI melakukan jemput bola menyisir warga-warga yang memang sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Dirinya tidak ingin ada warga yang luput dari perhatian pemerintah. Artinya, kata dia, warga yang membutuhkan bantuan seperti halnya Zulkifli, mesti dicarikan solusi terbaik, mulai dari kelayakan tempat tinggalnya hingga kondisi kesehatannya. Sebab itu, dibutuhkan kolaborasi semua pihak dan stakeholder dalam mengentaskan permasalahan sosial di masyarakat.
"Termasuk partisipasi warga yang ikut peduli dan membantu warga sekitar yang membutuhkan bantuan kita apresiasi," ungkapnya.
Edi menyebut, dari kunjungan yang dilakukannya, kondisi rumah Zulkifli masih terbilang layak, hanya saja kurang terawat dikarenakan yang bersangkutan tinggal seorang diri di rumah dan dalam kondisi sakit.
"Sementara ini bantuan bersumber dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Dinas Sosial dan sumbangan dari masyarakat," katanya.
Wakil Ketua Bantuan dan Bencana PMI Kota Pontianak, AKBP Purn Syarifah Salbiah menerangkan, bantuan yang disalurkan ini selain dari PMI Kota Pontianak, juga berasal dari donatur dan para dermawan. Adapun bantuan yang diserahkan berupa tabung oksigen untuk Zulkifli yang mengalami sesak nafas. Pihaknya juga akan mengutus perawat untuk membantu memasangkan oksigen. Kemudian ada bantuan beras, kasur dan bantal.
"Kita juga akan menurunkan relawan untuk membantu membersihkan rumah Bapak Zulkifli. Setiap bulannya PMI juga memberikan bantuan untuk dikelola warga menyiapkan katering makanan untuk beliau," terangnya.
Dia mengapresiasi kepedulian warga sekitar dalam membantu Zulkifli. Pihaknya mengetahui keberadaan warga yang membutuhkan bantuan seperti halnya Zulkifli, dengan menyisir langsung ke lapangan atau dengan kata lain sistem jemput bola. Memang, kata Salbiah, PMI acapkali diidentikkan dengan kegiatan donor darah, padahal tidak demikian. PMI juga turut andil dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial seperti membantu masyarakat yang terkena bencana maupun membantu warga yang membutuhkan bantuan seperti halnya warga di Perumnas I ini.
"Kita juga membuat terobosan dengan program Jumat Berkah dengan mengunjungi pondok pesantren dan panti asuhan untuk menyalurkan bantuan kepada mereka," imbuhnya.
Mohmadin, Ketua RW 025 RT 003, menuturkan, Zulkifli memang tinggal sendirian. Meskipun keluarganya ada namun kebanyakan tinggal di luar Kalbar. Keseharian Zulkifli banyak dibantu oleh warga sekitar yang peduli dengannya. Usia Zulkifli lebih dari 60 tahun. Sementara terkait kondisi kesehatannya, yang bersangkutan mengidap penyakit ambeien dan sesak nafas.
"Kami atas nama RW dan RT di sini menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wali Kota Pontianak bersama jajarannya untuk menyerahkan bantuan kepada warga kami," ucapnya. (prokopim)
130 Stan UMKM Semarakkan Pontianak Festival 2022 di Taman Alun Kapuas
Mulai dari Festival Kuliner, Pentas Musik, Pekan Kreasi Pemuda Hingga Pasar Tani
PONTIANAK - Pontianak Festival 2022 resmi dimulai. sebanyak 130 stan UMKM turut menjajakan dagangannya pada agenda tersebut. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai membuka secara simbolis, berharap, Pontianak Festival mampu menciptakan kesan di hati masyarakat serta mengingatkan kembali pelajaran dari sejarah terbentuknya Kota Pontianak, 251 tahun lalu, yang dilakukan oleh Sultan Syarif Abdurrahman.
"Semoga bisa menambah semarak HUT Kota Pontianak dan mengajak masyarakat merasakan aura jadi, sehingga menimbulkan rasa cinta dan sayang kepada daerahnya," ungkapnya usai berkeliling melihat seluruh stan yang tersedia, di Taman Alun Kapuas, Kamis (20/10/2022) malam.
Segala usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak diakuinya berujung pada satu hal, yaitu membahagiakan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak. Segenap upaya itu, apalagi dengan momentum perayaan hari jadi ini, diharapkan Edi memberikan semangat kembali kepada warganya.
"Kita harus bangkit, harus kembali usai ditimpa pandemi, bahkan lebih dari sebelum-sebelumnya," seru dia.
Kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha memberikan arah baru untuk kemajuan perekonomian Kota Pontianak. Terlebih, lanjut Edi, dampak resesi global yang akan diprediksi mempengaruhi secara nasional tahun depan, harus dihadapi dengan bergandengan tangan dari segenap pihak di daerah.
"Industri ekonomi kreatif salah satunya memiliki potensi besar, dan kita akan fokus kembangkan industrinya," terangnya.
Suasana hangat sudah lebih dulu terasa walau belum memasuki hari puncak 23 Oktober. Tak hanya di bidang ekonomi, di bidang sosial juga, Edi mengajak masyarakat untuk menjadikan HUT Kota sebagai sarana mempererat tali silaturahmi.
"Saya mengajak masyarakat untuk hadir di Pontianak Festival 2022 ini," ujarnya.
Berbagai kreasi akan ditampilkan pada Pontianak Festival 2022, di antaranya festival kuliner, sun of music, pekan kreasi pemuda dan pasar tani.
"Tadi juga diserahkan HKI sejumlah 29 judul lagu dan 12 motif tenun fashion," jelasnya.
Sejumlah pusat aktivitas disiapkan untuk menambah kemeriahan HUT Kota, mulai dari Pontianak Expo, Pontianak Festival sampai Food Fest di Jalan Diponegoro.
"Terkesan sederhana, tapi sebenarnya sangat ramai," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Pontianak Expo di PCC Ajang Promosi UMKM
Wali Kota Ajak Warga Kunjungi Pontianak Expo 2022
PONTIANAK - Berbagai macam produk UMKM mulai dari fashion, kain motif corak insang hingga kuliner dari Kota Pontianak dipamerkan dan dijual pada gelaran Pontianak Expo 2022 di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (20/10/2022). Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, agenda Pontianak Expo 2022 ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-251 Kota Pontianak.
“Harapan saya kegiatan ini bisa memberikan nilai positif bagi Kota Pontianak selain mengajak warga untuk bisa berkunjung dan menyaksikan expo, tapi juga sebagai ajang promosi, komunikasi maupun menjalin relasi dari UMKM,” ungkapnya usai meresmikan secara simbolis.
Kendati disadarinya terdapat keterbatasan, khususnya perekonomian UMKM, mengingat kondisinya usai pandemi sedang dalam tahap recovery, Edi optimis melalui pameran tersebut, pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Terlebih dengan momentum terbentuknya daerah yang dijuluki Kota Khatulistiwa ini.
“Semoga terjadi transaksi yang baik bagi para pelaku UMKM yang mengisi booth atau stand, kita akan terus mengevaluasi untuk mengupayakan kreativitas, bagaimana Kota Pontianak menjadi kota jasa dan perdagangan yang maju,” lanjutnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen memperbaiki kualitas dan memperbanyak infrastruktur dan meningkatkan pelayanan publik menuju Smart City. Tanpa dukungan pelaku usaha dan pemangku kebijakan, target itu akan sulit tercapai.
“Sekarang ini kolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Bank Kalbar, BUMD lainnya sampai Dekranasda Kota maupun provinsi, semakin erat dan terus berjalan. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pihak terlibat,” sebutnya.
Edi menilai, sektor UMKM tidak sedikit berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Krisis global yang diprediksi akan terjadi secara nasional di tahun 2023 menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha.
“Investasi harus masuk dan berkembang, kita akan fasilitasi. Daya beli masyarakat juga harus naik. Saya mengajak kolaborasi semua pihak untuk bahu-membahu bangkit bersama,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Pemkot Pontianak Boyong Dua Penghargaan dari Menkeu
Atas Capaian Opini WTP dan Peringkat Pertama Dalam Penyampaian LKPD
PONTIANAK - Dua penghargaan dari Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil diboyong Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Kedua penganugerahan itu adalah penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2021 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan peringkat pertama penghargaan atas partisipasi pemerintah daerah dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) lingkup Kalbar periode tahun 2021.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penghargaan yang diterima ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang telah menyampaikan laporan keuangannya secara akrual, transparan dan akuntabel. Penghargaan ini menjadi wujud kerja keras dan kerja bersama seluruh jajaran di lingkup Pemkot Pontianak.
"Semoga dengan penghargaan ini menjadi penyemangat kita untuk menyajikan laporan keuangan lebih baik lagi sesuai dengan standar keuangan negara," ujarnya usai menerima penghargaan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (20/10/2022).
Hasil dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hal yang ditekankan di antaranya adalah ketelitian dalam penyajian laporan keuangan, tepat waktu dan lebih terencana. Hal ini dikatakan Edi, supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan dalam pertanggungjawaban laporan keuangan.
"Harapan kita laporan keuangan ini kualitasnya terus meningkat," tuturnya.
Ia menambahkan, menyandang predikat WTP, bukan berarti puas dengan hasil yang telah dicapai, sebab masih ada catatan dari BPK yang harus terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen sebagai pengelola keuangan negara di daerah.
"Untuk itu, kita terus berupaya memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan serta perbaikan perencanaan anggaran," imbuhnya.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalbar, Imik Eko Putro mengingatkan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah menyandang predikat opini WTP dari BPK, supaya bisa tetap mempertahankan predikat yang telah disandang dan semakin meminimalisir permasalahan yang ada pada laporan keuangan daerah masing-masing.
"Kami sampaikan pemerintah daerah yang meraih WTP selama sepuluh kali berturut-turut, yakni Pemkot Pontianak, Pemkab Sintang dan Pemkab Sanggau," sebutnya.
Dalam pelaksanaan tata kelola keuangan daerah, ia berharap adanya optimalisasi percepatan dan kualitas anggaran yang dibelanjakan lebih efisien. Dengan harapan APBD yang dikelola lebih bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
"Sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Imik.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terkait dengan inflasi, beberapa pemerintah daerah berhasil melaksanakan pengendalian dengan baik. Kota Pontianak menjadi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Kalimantan dalam pengendalian inflasi.
"Tentunya ada dana insentif yang akan diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah atas upaya pengendalian inflasi. Kota Pontianak mendapat insentif senilai Rp10,6 miliar," pungkasnya.
Keberhasilan TPID Kota Pontianak dalam mengendalikan inflasi mengantarkan Kota Pontianak sebagai terbaik di wilayah Kalimantan. Penghargaan tersebut diterima pada TPID Awards 2022 di Surabaya pada September lalu. Penerima TPID Awards terbagi berdasarkan kategori wilayah, yakni Wilayah Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara-Maluku-Papua. Kota Pontianak termasuk yang paling rendah dari seluruh wilayah secara nasional yaitu 4,4 persen. (prokopim)