,
menampilkan: hasil
Pemkot Berlakukan Penyesuaian Jam Kerja Selama Ramadan 1444H
SE Wali Kota Pontianak Nomor 800/12/BKPSDM-D/2023
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberlakukan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Pontianak Nomor 800/12/BKPSDM-D/2023, tanggal 21 Maret 2023 tentang jam kerja pegawai ASN pada bulan Ramadan 1444H di lingkungan Pemkot Pontianak.
Urai Abubakar, Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Pontianak, menerangkan pada SE yang ditandatangani Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menjelaskan ketentuan jam kerja pegawai di lingkungan Pemkot Pontianak. Dalam ketentuan tersebut, jam kerja dibedakan menjadi dua, yakni diperuntukkan bagi unit kerja yang memberlakukan lima hari kerja dan enam hari kerja.
"Bagi unit kerja yang berlaku lima hari kerja, hari Senin sampai Kamis jam kerja mulai pukul 07.30 - 14.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 12.00 - 12.30 WIB. Sedangkan jam kerja pada hari Jumat mulai pukul 07.30 - 15.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 11.30 - 12.30 WIB," ujarnya, Selasa (21/3/2023).
Kemudian, lanjutnya lagi, bagi unit kerja yang berlaku enam hari kerja, yakni hari Senin sampai dengan Sabtu, jam kerja mulai pukul 07.30 - 13.30 WIB. Perbedaan ada pada waktu istirahat khusus hari Jumat.
"Waktu istirahat Senin sampai dengan Kamis dan Sabtu waktu istirahat pukul 11.45 - 12.15 WIB, sedangkan khusus hari Jumat, waktu istirahat dimulai pukul 11.30 sampai dengan 12.30 WIB," terang Kabag Prokopim.
Urai menambahkan, selama bulan suci Ramadan, kegiatan apel pagi tetap dilaksanakan setiap hari Senin. Demikian pula absensi tetap berlaku seperti hari biasa menggunakan aplikasi.
"Absen masuk dan pulang kerja dilakukan melalui aplikasi Hadir disesuaikan dengan jam kerja yang berlaku selama bulan Ramadan," imbuhnya.
Dengan berlakunya ketentuan yang mengatur jam kerja selama bulan Ramadan, seluruh ASN tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Para ASN diharapkan tetap disiplin mematuhi jam kerja yang sudah ditetapkan. (prokopim)
Ribuan Peserta Pawai Obor Terangi Jalan Sambut Ramadan
Wako Edi : Komitmen Kesiapan Warga Muslim Jalani Ibadah Ramadan
PONTIANAK - Sepanjang Jalan Ahmad Yani seketika terang benderang oleh nyala api obor yang dipegang oleh masing-masing peserta Pawai Obor di depan Masjid Raya Mujahidin, Selasa (21/3/2023) malam. Ribuan peserta yang mengikuti Pawai Obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriyah berjalan kaki dari depan Masjid Raya Mujahidin hingga ke Tugu Digulis Untan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, Pawai Obor sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di Kota Pontianak setiap menyambut Bulan Suci Ramadan. Antusias masyarakat dalam menyemarakkan Pawai Obor juga dinilainya sangat tinggi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah peserta yang membludak hingga memadati ruas jalan. Sebagai bentuk syiar Islam, ia berharap tradisi pawai obor ini juga sebagai bentuk komitmen kesiapan Umat Muslim di Kota Pontianak dalam menjalankan ibadah puasa.
"Sekaligus membangkitkan kembali perekonomian masyarakat terutama UMKM yang sempat terpuruk saat mengalami pandemi yang lalu," ujarnya usai melepas peserta Pawai Obor.
Edi melanjutkan, secara keseluruhan, pawai obor menyambut Ramadan merupakan salah satu tradisi yang sangat bermakna bagi masyarakat Indonesia. Selain sebagai bentuk syiar Islam, pawai obor juga dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar warga. Pawai Obor juga bermakna memberikan kesan yang terbaik di tahun ini dan tahun depan harus semakin lebih baik lagi.
"Seiring terangnya cahaya api obor, memberikan inspirasi bahwa kita sudah siap meningkatkan ibadah selama bulan Ramadan dan di bulan-bulan lainnya," sebutnya.
Tumpah ruah peserta Pawai Obor menyambut Bulan Suci Ramadan 1444H menjadikan suasana begitu meriah. Para peserta juga terlihat bahagia menyongsong bulan Ramadan yang tak lama lagi. Hal ini menandakan bahwa komitmen masyarakat Kota Pontianak terutama Umat Muslim, untuk mempersiapkan diri melaksanakan ibadah Ramadan dengan optimal dan kualitas yang terbaik.
"Mudah-mudahan Kota Pontianak dan warga masyarakatnya senantiasa mendapat keberkahan dari Allah, SWT," pungkasnya. (prokopim)
Wako Edi: Kalibrasi Alkes di Labkes Tentukan Akurasi Pemeriksaan Pasien
Peresmian Gedung Baru UPT Labkes Pontianak di Jalan Johar
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan gedung baru UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kota Pontianak di Jalan Johar, Selasa (21/3/2023). Kehadiran gedung baru Labkes ini diharapkan kualitas pelayanan kian meningkat secara terus-menerus. Pelayanan membaik sekaligus memberikan respon cepat dalam penanganan keluhan masyarakat.
"Peralatannya juga akan kita lengkapi dan dikalibrasi karena fungsi laboratorium untuk mengetahui dasar penyakit. Jadi jika alatnya kurang tepat, datanya juga tidak tepat," terangnya usai penandatanganan prasasti peresmian gedung baru UPT Labkes Kota Pontianak.
Edi juga melakukan pengecekan terhadap seluruh ruangan dalam UPT Laboratorium. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Saptiko, ia menyisir satu persatu bilik pelayanan. Dirinya meminta petugas UPT untuk menjaga lingkungan gedung tetap representatif dengan tertib membersihkannya.
"Jika sudah jadi rujukan, berarti harus zero mistake," katanya.
Renovasi bangunan memakan waktu delapan bulan sejak Juli tahun 2022 kemarin. Pelayanan pun sempat berpindah ke Jalan Uray Bawadi. Agus Salim, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak memaparkan, pelayanan gedung baru akan dimulai pada hari Senin (27/3/2023) depan.
"Sekarang masih melengkapi pemindahan barang-barang," ujarnya.
Beberapa jenis pelayanan disediakan di gedung dengan ketinggian tiga lantai itu, mulai dari pemeriksaan hematologi, kimia klinik maupun swab PCR. Selanjutnya adalah pemeriksaan makanan dan minuman. Renovasi gedung juga, jelas Agus, turut menambah kelengkapan alat.
"Tahun 2022 selain renovasi gedung juga dapat alat dari Pemerintah Pusat. Kami juga melayani air depot, kimia air. Biasanya pelanggan kami pengusaha air depot," terangnya. (kominfo/prokopim)
Turunkan Stunting Secara Signifikan, Pontianak Raih Penghargaan
Dari Gubernur Kalbar
PONTIANAK - Keberhasilan Kota Pontianak menurunkan angka stunting secara signifikan menuai penghargaan dari Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji. Betapa tidak, awal tahun 2021 semasa pandemi masih melanda, angka stunting di Kota Pontianak masih 24,4 persen. Kemudian di tahun 2022, angka stunting berhasil diturunkan sebanyak 4,7 persen, sehingga menjadi 19,7 persen. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada Kepala Bappeda Kota Pontianak Sidig Handanu di Hotel Aston Pontianak, Selasa (21/3/2023).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan upaya Pemerintah Provinsi Kalbar beserta stakeholder dan pemangku kepentingan yang dikerahkan dengan bersinergi untuk bergerak dan berupaya menurunkan angka stunting di Kota Pontianak.
"Salah satunya dengan melibatkan para pelaku usaha yang ada di Kota Pontianak untuk menjadi bapak asuh atau bunda asuh sehingga warga yang terkena stunting ini mendapatkan asupan gizi yang mencukupi," terangnya.
Kota Pontianak fokus pada 10 kelurahan yang rentan kasus stunting. Untuk penanggulangan penurunan angka stunting, pihaknya mengembangkan sebuah aplikasi bernama Pontianak Zero Stunting. Dalam aplikasi itu data-data warga lengkap by name by address. Pihaknya juga sudah mulai mengurangi rapat-rapat di kantor untuk membahas persoalan stunting.
"Oleh sebab itu kita lebih intens ke lapangan untuk melihat langsung kondisi fakta di lapangan dan hasilnya sangat optimal dalam menurunkan angka stunting di Kota Pontianak," tuturnya.
Kemudian, lanjut Edi, intervensi spesifik juga menjadi upaya dalam menurunkan angka stunting. Intervensi spesifik yang dilaksanakan, mulai dari pelayanan kesehatan terpadu untuk calon pengantin, pelayanan kesehatan remaja putri untuk mencegah anemia sejak dini, pendampingan ibu hamil, kelas pemberian makan bayi dan anak.
"Hingga gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani pada balita," imbuhnya. (prokopim)