,
menampilkan: hasil
Warga Sungai Jawi Dalam Antusias Turunkan Stunting
PONTIANAK – Aksi percepatan penurunan stunting oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus dikebut. Kali ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian dan jajaran mengunjungi Kecamatan Pontianak Barat, tepatnya di Kelurahan Sungai Jawi Dalam. Masyarakat yang hadir antusias menyambut kedatangan rombongan.
Ani mengajak orang tua balita untuk rutin memeriksakan anak-anaknya ke puskesmas. Hal itu dilakukan agar data balita stunting akurat sehingga program bantuan yang akan diberikan tepat sasaran.
“Apresiasi kami untuk petugas yang terus mendata stunting di Kelurahan Sungai Jawi Dalam,” katanya usai menyerahkan bantuan pangan kepada sepuluh orang tua balita stunting, di Gang Era Baru, Jalan H Rais A Rahman, Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu (20/1/2024).
Penurunan stunting menjadi satu di antara tiga prioritas program Pemkot Pontianak setelah pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi. Ani menilai program penurunan stunting menjadi sangat penting guna mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.
“Keberhasilan stunting juga bergantung pada pemahaman orang tua balita maupun calon orang tua, bahkan calon pengantin,” paparnya.
Ani melanjutkan, dalam tiga bulan ke depan, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait mulai dari Bank Kalbar, PDAM Tirta Khatulistiwa sampai TNI-Polri, akan secara rutin memberikan bantuan pangan berupa telur, minyak goreng dan beras. Ia berpesan, khususnya bagi orang tua balita stunting yang belum mendapatkan kepesertaan BPJS, untuk segera didaftarkan.
“Supaya mudah mendapat bantuan, nanti dibantu kader Posyandu,” imbuhnya.
Camat Pontianak Barat Ibrahim menambahkan, terdapat 87 balita stunting di Kelurahan Sungai Jawi Dalam. Angka itu menurutnya terjadi peningkatan dalam setahun terakhir. Ia menyebut, peningkatan terjadi karena beberapa alasan. Di antaranya data yang terus diperbaharui secara real time.
“Petugas kami senantiasa survei ke lapangan, benar-benar survei. Sehingga ditemukan kasus baru, kemudian sebab lainnya perpindahan warga balita stunting ke Kelurahan Sungai Jawi Dalam,” terangnya.
Upaya penurunan stunting di wilayahnya dilakukan dengan berbagai cara, seperti skrining anemia pada remaja dan ibu hamil di sekolah dan puskesmas. Setelahnya pembinaan calon pengantin dengan edukasi oleh Kementerian Agama.
“Selain itu kami menyalurkan Dana Alokasi Umum untuk penanganan stunting dengan pemberian makanan tambahan sebesar Rp 76 juta di Kelurahan Sungai Jawi Dalam,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Duplikasi Jembatan Kapuas I Sudah 99,8 persen
PONTIANAK - Fisik Duplikasi Jembatan Kapuas I sudah terhubung. Hingga kini, progres pembangunan sudah mencapai 99,8 persen. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, saat ini pengerjaan duplikasi jembatan dalam proses penyempurnaan.
“Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi jembatan tersebut akan di aspal. Intinya menyelesaikan sisa pekerjaan yang kecil-kecil saja,” ungkapnya, Jumat (19/1/2024).
Ani menambahkan, rencananya bulan Maret tahun ini akan dilakukan uji coba terhadap Duplikasi Jembatan Kapuas I. Setelah semuanya selesai termasuk penataan lalu lintas di sekitar lokasi, baru kemudian jembatan tersebut bisa difungsikan.
“Kita berharap keberadaan duplikasi Jembatan Kapuas I ini mampu mengurai kemacetan dan berdampak positif terhadap ekonomi pembangunan di Kalbar,” ungkapnya.
Dirinya optimis kehadiran duplikasi jembatan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu. Dia yakin sebagian besar masyarakat mendambakan kehadiran duplikasi jembatan itu.
"Karena kondisi arus lalu lintas yang melintasi kawasan di sana sering terjadi kemacetan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, duplikasi Jembatan Kapuas I total panjang jembatan sekitar 430 meter dengan lebar 9 meter. (prokopim)
Penguatan Kompetensi Kepala Sekolah, Tingkatkan Kualitas Pendidikan
PONTIANAK - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pontianak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak menggelar Penguatan Kompetensi Tenaga Kependidikan Kepala Sekolah jenjang TK, SD dan SMP se-Kota Pontianak di Hotel Star, Kamis (18/1/2024).
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyatakan, pelatihan dan sosialisasi ini penting dilakukan agar para kepala sekolah dan tenaga kependidikan memahami aturan-aturan baru terkait dengan pengangkatan atau rekrutmen kepala sekolah.
“Di samping itu, kegiatan ini juga menginformasikan kepada kepala sekolah tentang bagaimana melakukan penilaian terhadap guru dan tindakan kependidikan lainnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini pula, ia berharap para kepala sekolah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam terkait peraturan terbaru dalam dunia pendidikan untuk dapat diimplementasikan dalam menjalankan tugas kepemimpinan di sekolahnya masing-masing. Selain itu, pembekalan ini juga bertujuan supaya kepala sekolah memiliki pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan penilaian terhadap guru-guru di sekolah mereka.
“Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang cara melakukan penilaian yang efektif, kepala sekolah dapat memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru-guru agar kinerja mereka semakin meningkat,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Sri Sujiarti menambahkan, melalui kegiatan penguatan kompetensi ini para kepala sekolah juga mempelajari tindakan kependidikan lainnya yang dapat mereka lakukan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, kepala sekolah mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara efektif di lingkungan sekolah mereka masing-masing,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)
Manfaatkan Bonus Demografi, Siapkan SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045
PONTIANAK - Dalam menyusun perencanaan pembangunan, selain infrastruktur, hal yang menjadi prioritas adalah pembangunan manusia, dalam hal ini sumber daya manusia (SDM). Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, yang menjadi prioritas di Kota Pontianak saat ini adalah dalam rangka mempersiapkan SDM Indonesia pada tahun 2045 yang disebut Generasi Indonesia Emas.
“Pada tahun 2045 kita berharap sumber daya manusia kita mampu bersaing secara global, bukan lagi di tingkat lokal atau nasional, tetapi tingkat dunia internasional,” ungkapnya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur di Hotel Merpati, Kamis (18/1/2024).
Ani menambahkan, yang harus dipersiapkan adalah mempersiapkan SDM sejak dini menyongsong Generasi Emas 2045 nanti. Apalagi Indonesia sudah memasuki bonus demografi sehingga potensi ini harus bisa dimanfaatkan. Semestinya, adanya bonus demografi ini lapangan pekerjaan tersedia, baik bagi usia produktif hingga yang sudah tidak produktif. Hal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan SDM yang unggul. Salah satunya adalah menangani persoalan stunting.
“Oleh sebab itu, perlu kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pihak termasuk masyarakat agar permasalahan stunting bisa tertangani,” katanya.
Selain persoalan stunting, lanjutnya lagi, persoalan yang harus dituntaskan adalah kemiskinan ekstrem. Meski target pemerintah pusat kemiskinan ekstrem bisa tuntas tahun 2024, tetapi bila dilihat data dengan upaya yang sudah dilakukan, persoalan itu belum bisa dituntaskan di tahun ini. Maka dari itu, persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem ini sangat berkaitan.
“Kemiskinan ekstrem menyebabkan masyarakat tersebut tidak mampu memberikan makanan bergizi kepada anak-anaknya, inilah yang harus kita tanggulangi bersama,” ucap Ani.
Dengan adanya inovasi yang digagas oleh kecamatan, kelurahan dan puskesmas serta posyandu, penurunan angka stunting di beberapa wilayah turun signifikan. Oleh karenanya, ia berharap seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama untuk menangani stunting.
“Ini harus kita kembangkan agar angka stunting semakin berkurang seiring dengan menurunnya angka kemiskinan ekstrem,” tuturnya.
Menurut Ani, perencanaan dalam Musrenbang harus juga mengacu pada bagaimana bisa menciptakan pendapatan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya padat modal, padat karya sehingga masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan tetap bisa terbantu. Kemudian, berkaitan dengan inflasi yang terjadi karena meningkatnya harga bahan pokok sehari-hari, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami sayur-sayuran.
“Maka dari itu saya mengajak kita semua untuk melakukan penanaman seperti cabai rawit, kangkung, bayam dan sebagainya. Bibitnya bisa diperoleh dari Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim/kominfo)