,
menampilkan: hasil
Usulan Musrenbang Pontianak Kota Didominasi Infrastruktur
Musrenbang RKPD Pontianak Kota 2025
PONTIANAK – Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk segera melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakan, khususnya yang berkaitan dengan percepatan pembangunan hasil usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dirinya ingin elemen warga baik dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama yang senantiasa semangat menanti pembangunan di lingkungan rumah masing-masing.
“Kita perlu menciptakan ke depan adalah bagaimana komunikasi antar OPD dengan anggota dewan dari masing-masing daerah pemilihan (dapil) untuk melaksanakan pembangunan hasil usulan Musrenbang tetap baik,” katanya usai membuka Musrenbang Pontianak Kota 2025 di Hotel Grand Mahkota, Selasa (6/2/2024).
Ani menerangkan, prioritas pembangunan di Kecamatan Pontianak Kota masih berfokus pada sektor perdagangan dan jasa. Selain itu ia menilai, pembangunan kawasan permukiman terpadu dapat menjadi potensi wilayah jika dikembangkan lebih lanjut. Dari 179 usulan masyarakat Pontianak Kota, 89 di antaranya adalah usulan di bidang infrastruktur. Bidang SDA 47 usulan dan bidang SDM 43 usulan. Ani berharap, koordinasi seluruh elemen stakeholder terus berlanjut.
“Terkait dengan komitmen bersama pemerintah pusat yang harus kita realisasikan sebetulnya ada tiga aspek yang diserusi di tahun 2025. Yang pertama menghilangkan angka stunting, kemudian menekan inflasi hingga pengentasan kemiskinan ekstrim,” ucapnya.
Masih terdapat beberapa persoalan administrasi di Kecamatan Pontianak Kota, seperti pencatatan kependudukan. Contoh kasus adalah warga yang memiliki KTP Kota Pontianak tetapi berdomisili di luar Pontianak. Ia khawatir jika persoalan ini mendatangkan dampak negatif bagi yang bersangkutan.
“Jadi kita khawatir nanti ketika ada warga prasejahtera penerima manfaat malah tidak mendapatkan bantuan dari dua daerah. Kita tawarkan pilihan kepada yang bersangkutan, apakah identitasnya ingin tetap di Pontianak saja atau ingin pindah,” tuturnya.
Firdaus Zar’in, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak juga turut menekankan tentang percepatan pembangunan. Pihaknya berharap realisasi pembangunan dari hasil usulan Musrenbang dapat dikejar.
“Warga nanti protes, kenapa belum kunjung dibangun. Dari tahun ke tahun usulannya sudah dibuat,” imbuhnya.
Dirinya berpesan kepada OPD yang memegang program pembangunan untuk mengumumkan di setiap Musrenbang tentang pembangunan yang telah terealisasi maupun yang belum. Hal itu dilakukan guna transparansi antara pemerintah dan masyarakat.
“Jadi masyarakat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tahu mana yang sudah dan mana yang belum,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Puskesmas Tanjung Hulu Mulai Dibangun Tahun Ini
Musrenbang RKPD Pontianak Timur 2025
PONTIANAK – Camat Pontianak Timur M Akif memastikan Puskesmas Tanjung Hulu akan mulai dibangun di tahun ini. Hal itu ia sampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pontianak Timur 2025, di Hotel Harris, Senin (5/2/2024).
“Tahun ini kita mulai pembangunannya, mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat sekitar Kelurahan Tanjung Hulu,” ungkapnya.
Akif menerangkan, di tahun 2023, terdapat total 182 pembangunan infrastruktur lingkungan seperti jalan dan saluran terealisasi di Kecamatan Pontianak Timur oleh dinas terkait. Pihaknya juga telah merealisasikan Dana Alokasi Umum (DAU) dan APBD Kota Pontianak serta sarana prasarana bantuan material pembangunan bagi kelurahan dan kecamatan dari pemerintah pusat.
“Kami juga memberikan 600 paket makanan tambahan bagi balita yang berasal dari DAU dan dibagikan dalam dua tahap,” terangnya.
Angka balita stunting di Kecamatan Pontianak Timur turun sebesar 26,8 persen dari tahun lalu, yang semula mencapai 544 balita menjadi 398 balita. Akif menjelaskan, berbagai upaya dikerahkan untuk menekan angka stunting.
“Inovasi dari kecamatan dan kelurahan beragam, untuk menekan angka stunting. Yang paling baru yaitu aksi Pj Wali Kota di kelurahan-kelurahan,” imbuhnya.
Pada Musrenbang Kecamatan Pontianak 2025 kali ini, sebanyak 279 usulan diterima. Dari angka itu, bidang infrastruktur menjadi usulan paling banyak dengan 158 usulan, disusul bidang SDM 71 usulan dan ekonomi SDA dengan 50 usulan.
“Terima kasih kepada warga Pontianak Timur, RT dan RW yang menggerakan masyarakat untuk ikut bergotong royong membangun lingkungan,” tutur Akif.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, terdapat beberapa potensi yang dimiliki wilayah Pontianak Timur ini. Mulai dari perdagangan dan jasa, pelabuhan sungai, budidaya perikanan serta pariwisata.
“Pontianak Timur memiliki bukti sejarah terciptanya Pontianak. Potensi ini yang harus kita optimalkan,” ucapnya usai membuka Musrenbang Pontianak Timur 2025.
Tak lupa Ani mengingatkan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan program kegiatan untuk fokus mengarahkan pada tiga urusan, yaitu pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan angka kemiskinan serta penurunan stunting.
“Mari kita libatkan semua sektor, mulai dari instansi pemerintahan maupun swasta,” sebutnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak Sataruddin berharap, setiap usulan program di tingkat kelurahan maupun kecamatan dapat direkap dengan rapi. Satar–sapaan karibnya–ikut menaruh perhatian pada persoalan stunting. Persoalan stunting, lanjutnya, memerlukan aksi cepat di lapangan. Sebagaimana yang telah dilakukan Pemkot Pontianak di awal tahun. Kuncinya ada di validasi dan pembaharuan data secara real time. Satar mengajak OPD untuk memberdayakan anak-anak muda dalam penyelenggaraan inovasi di wilayah. Dirinya yakin, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak dapat berkembang dengan kreativitas anak muda Pontianak.
“Kami harap dinas terkait tidak ada lagi ego sektoral untuk mengatasi stunting. Semua bahu-membahu mengambil peran mempercepat penurunan stunting. Turunkan anak muda, manfaatkan teknologi,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Syamsudin Merasa Terbantu Operasi Pasar
Operasi Pasar di Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK – Kecamatan Pontianak Selatan menjadi lokasi kelima dari enam wilayah yang menjadi target Operasi Pasar yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Operasi pasar atau pasar murah ini menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras premium, telur, minyak goreng, tepung, susu hingga ayam broiler serta komoditas pangan lainnya. Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam operasi pasar tersebut, Pemkot Pontianak bekerja sama dengan para pelaku usaha, distributor dan agen penyalur untuk menjual bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Syamsudin, salah satu warga Kota Baru yang ditemui saat berbelanja di halaman Kantor Camat Pontianak Selatan, menyambut baik adanya operasi pasar tersebut. Menurutnya, harga kebutuhan pokok belakangan ini semakin tinggi, sehingga sulit bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Operasi pasar ini sangat membantu kami yang memiliki penghasilan pas-pasan. Dengan harga yang terjangkau, kami bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan lebih mudah," ujarnya, Senin (5/2/2024).
Syamsudin mengakui bahwa ia mengetahui adanya operasi pasar ini melalui grup WhatsApp di RT tempat tinggalnya. Ia sangat bersyukur atas informasi tersebut, karena sebelumnya ia tidak mengetahui kalau akan ada pasar murah. Pada operasi pasar kali ini, Syamsudin memanfaatkan kesempatan untuk membeli beras, gula, minyak goreng, dan beberapa bahan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih murah dari pasaran.
“Saya berharap operasi pasar dapat lebih gencar untuk membantu masyarakat seperti kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian berharap dengan adanya operasi pasar ini, angka inflasi di Kota Pontianak dapat terkendali. Target yang diinginkan adalah angka inflasi sekitar satu koma. Meskipun naiknya angka inflasi pada bulan Februari disebabkan oleh faktor kenaikan harga beras premium dan bawang putih, namun dirinya optimis bahwa dengan operasi pasar dan upaya lainnya, harga-harga bahan pokok bisa stabil dan terjangkau.
“Kami juga akan terus melakukan monitoring terhadap harga-harga bahan pokok di pasaran, khususnya menjelang perayaan Imlek,” tuturnya.
Meskipun stok pangan masih terbilang aman, Ani mengakui bahwa harga bahan pokok menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, pihaknya akan secara rutin memantau pergerakan harga bahan pokok untuk menjaga stabilitas dan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Ia juga menegaskan kepada para pelaku usaha yang berkaitan dengan penyaluran bahan pokok untuk tidak menggunakan kesempatan menaikkan harga.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan para distributor dan agen penyalur bahan kebutuhan pokok guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga,” ucapnya.
Dengan adanya operasi pasar dan langkah-langkah yang ditempuh oleh Pemkot Pontianak, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam pengendalian harga bahan pokok. Keberlanjutan operasi pasar secara rutin akan menjadi salah satu upaya dalam menjaga stabilitas harga dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Pontianak. (prokopim/kominfo)
Bagi Tablet Tambah Darah dan Sarapan Bersama Aksi SMPN 15 Cegah Stunting
PONTIANAK - Penanganan stunting tidak hanya semata soal asupan makanan. Pencegahan stunting juga menyasar remaja putri yang sudah memasuki siklus menstruasi. Sebab di usia remaja, mereka rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Remaja putri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia pada saat nanti sudah menikah dan hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungannya.
Sebagai upaya pencegahan stunting, Dinas Kesehatan Kota Pontianak menggelontorkan program pembagian tablet tambah darah bagi siswi-siswi di sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menjelaskan, pembagian tablet tambah darah kepada para siswi ini penting dalam rangka mencegah anemia sekaligus meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh.
“Sehingga kelak ketika mereka menikah nanti, anak-anak yang dilahirkan pun sehat dan tidak stunting,” ujarnya usai memberikan tablet tambah darah secara simbolis kepada siswi SMPN 15 Pontianak Utara, Jumat (2/2/2024).
Ani menerangkan, stunting merupakan kondisi ketika panjang atau tinggi badan seorang anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Bukan hanya semata kurang panjang maupun tinggi, tetapi tinggi badan seorang anak menunjukkan angka di bawah minus 2 Standar Deviasi (SD).
“Dapat dikatakan bahwa stunting adalah kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tumbuh kembang mereka berbeda dengan teman-teman seusianya,” terangnya.
Selain pembagian tablet tambah darah, seluruh siswa-siswi SMPN 15 Pontianak Utara juga melakukan aksi sarapan massal di halaman sekolah. Masing-masing siswa membawa bekal makanan sendiri lengkap dengan lauk pauknya. Ani menilai, sarapan bersama di kalangan siswa ini sebagai aktivitas yang bagus dalam mencegah stunting karena mereka mendapat edukasi dalam memenuhi kebutuhan gizi yang baik bagi tubuh.
“Dengan sarapan bersama ini, mereka diharapkan terbiasa melakukannya setiap hari sebelum memulai aktivitas,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko menyebut, hasil pemeriksaan darah yang dilakukan pada para siswi di sekolah-sekolah di Kota Pontianak, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri usia sekolah mencapai 29 persen. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran karena anemia dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan remaja, termasuk pertumbuhan organ reproduksi.
“Sebagai langkah dalam mencegah anemia di kalangan remaja putri, kami meluncurkan program pembagian tablet tambah darah. Tablet ini dibagikan kepada seluruh pelajar putri di sekolah-sekolah sebanyak 30 tablet per siswa,” imbuhnya.
Program ini diharapkan dapat mengatasi masalah anemia dan mencegah terjadinya stunting pada siswa. Sebab, lanjut dia, anemia yang disebabkan oleh kekurangan darah dapat mengganggu pertumbuhan organ reproduksi, dan dengan adanya tablet tambah darah ini, diharapkan organ reproduksi remaja putri dapat berkembang dengan baik.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa mereka siap untuk melahirkan bayi-bayi yang sehat dan terhindar dari stunting di masa depan,” ungkapnya.
Selain program pembagian tablet tambah darah, seluruh siswa-siswi di SMPN 15 melakukan sarapan bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa bahwa untuk mencegah stunting, penting bagi mereka untuk mengkonsumsi asupan protein hewani yang cukup seperti telur, ikan, daging, atau ayam.
“Dengan program pembagian tablet tambah darah dan edukasi tentang pentingnya asupan protein hewani, tingkat prevalensi anemia dan stunting pada remaja putri di Kota Pontianak akan dapat diminimalisir,” ucap Saptiko.
Kepala SMPN 15 Pontianak Utara Augus Pardosi mengungkapkan rasa terharu dan bangganya atas kunjungan Pj Wali Kota Pontianak ke sekolah yang dipimpinnya. Kunjungan tersebut memberikan motivasi yang kuat bagi seluruh siswa-siswi SMPN 15 dalam mengejar cita-cita dan menjalankan program pencegahan stunting yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Kehadiran Bapak Pj Wali Kota di sekolah ini dapat memberikan aura motivasi dan semangat bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Augus memaparkan, SMPN 15 Pontianak Utara memiliki jumlah siswa sebanyak 610 orang, terdiri dari 322 siswi dan 288 siswa. Sebagai upaya mengantisipasi dan menanggulangi masalah stunting, sekolah ini telah menjalankan kegiatan sarapan bersama yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi. Tidak hanya itu, siswi pun diberikan tambahan tablet tambah darah untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di SMPN 15.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu mencegah penurunan kualitas kesehatan anak-anak. Melalui sarapan dan suplemen tambah darah, SMPN 15 berusaha memberikan dukungan nutrisi yang tepat kepada siswi untuk menjaga tumbuh kembang mereka dengan optimal,” pungkasnya. (prokopim)