,
menampilkan: hasil
Ani Sofian Pastikan Kesiapan Jepin Massal
Siagakan Petugas Pengamanan dan Tenaga Medis
PONTIANAK - Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian meninjau lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Tari Jepin Massal. Sebanyak 36 ribu peserta akan menari Jepin di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan Polda Kalbar hingga persimpangan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan menjelang H-1 pelaksanaan event akbar merayakan Hari Jadi ke-253 Pontianak yang akan digelar Minggu (20/10/2024). Dengan berjalan kaki, Ani Sofian menyusuri trotoar dari depan Mapolda Kalbar hingga di Zona 15 (depan Polnep) yang akan menjadi panggung utama pembukaan Tari Jepin Massal. Sesekali ia memeriksa kantong sampah yang terikat pada tiang di sepanjang trotoar.
Ia menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah membagi lokasi menjadi 36 zona. Setiap kecamatan diberi tugas dan tanggung jawab masing-masing enam zona. Selain itu, untuk pengamanan, pihaknya melibatkan anggota Polri yang sudah berkomitmen untuk membantu kelancaran Tari Jepin Massal. Jumlah personel Polri yang dikerahkan sebanyak 300 personel, ditambah Satpol PP dan Dishub Kota Pontianak serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Pontianak.
“Untuk petugas medis juga disiagakan, masing-masing zona kita siapkan satu petugas serta mobil ambulan ada enam unit. Kemudian mobil pemadam kebakaran juga kita siapkan, serta juga kita siapkan WC umum,” ujarnya saat meninjau lokasi pelaksanaan Jepin Massal, Sabtu (19/10/2024) malam.
Untuk menjaga agar lokasi tetap bersih dari sampah, pihaknya juga telah menyiapkan kantong-kantong sampah darurat dengan menyediakan karung-karung yang diikat di sejumlah tiang sepanjang trotoar
“Saya minta peserta jangan membuang sampah sembarangan, buanglah sampah pada kantong-kantong yang telah kita sediakan di sepanjang trotoar,” pesannya.
Pj Wali Kota mengingatkan kepada seluruh peserta yang akan mengikuti Jepin Massal supaya datang lebih awal untuk memudahkan panitia dalam mengatur barisan. Tari Jepin Massal ini akan dimulai pukul 06.00 WIB, dan pukul 07.00 WIB diharapkan sudah selesai.
“Maka dari itu, saya minta kepada seluruh ASN Pemkot Pontianak untuk datang lebih awal, saya berharap pukul 05.00 WIB sudah ada di tempat dan saya pun akan datang lebih awal,” pungkasnya. (prokopim)
Festival Melayu Kalbar Dimulai, Pontianak Targetkan Juara Umum
PONTIANAK - Festival Melayu Kalimantan Barat (Kalbar) XIII Tahun 2024 resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson di Halaman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu (19/10/2024). Festival yang digelar oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar ini diikuti oleh seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) MABM kabupaten/kota se-Kalbar.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengapresiasi Festival Melayu Kalbar XIII ini sebagai wujud pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, khususnya Melayu.
“Festival ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi untuk menggali minat dan bakat dalam bidang seni dan budaya Melayu sehingga dapat menumbuhkan hasil yang positif bagi masyarakat,” ujarnya usai menghadiri pembukaan Festival Melayu Kalbar XIII.
Pj Wali Kota menambahkan, melalui festival ini selain dapat berfungsi sebagai pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah, juga dapat memperkokoh nilai-nilai luhur kehidupan budaya daerah dalam rangka memperkaya kebudayan nasional.
“Sebagai upaya mengaktualisasikan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang ada,” ungkap Ani Sofian.
Kontingen Kota Pontianak diperkuat 34 peserta yang akan berlaga pada 11 kategori lomba. Dia berharap kontingen Kota Pontianak bisa mempersembahkan hasil terbaik pada Festival Melayu Kalbar tahun ini. Terlebih Pontianak sebagai tuan rumah penyelenggaraan festival ini.
“Semoga kontingen Kota Pontianak bisa meraih juara umum pada Festival Melayu tahun ini,” harapnya.
Pj Gubernur Kalbar Harisson mengungkapkan, Festival Melayu Kalbar tahun ini terlaksana atas sinergi dan kolaborasi masyarakat Melayu yang ada di Kalbar. Oleh karenanya, ia berharap seluruh masyarakat Melayu tetap aktif berkontribusi demi kemajuan pembangunan di Kalbar di masa yang akan datang bergandengan tangan dengan etnis-etnis lainnya.
“Festival Melayu ini sudah diusulkan ke Kementerian Pariwisata untuk masuk Karisma Event Nusantara sehingga perlu dipersiapkan secara matang,” sebutnya.
Ketua MABM Kalbar Chairil Effendy menerangkan, Festival Melayu Kalbar XIII ini tidak hanya diikuti oleh DPD-DPD MABM kabupaten/kota se-Kalbar, Keluarga Besar Melayu dari Sarawak Malaysia juga turut serta mengikuti berbagao perlombaan yang digelar.
“Semoga kedepan festival ini mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan menarik minat mereka untuk datang langsung melihat festival ini,” pungkasnya. (prokopim)
Terima Mesin Jahit, Samsumiati Optimis Perekonomian Meningkat
PONTIANAK – Samsumiati (51) adalah ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat. Sejak 2019, tuntutan hidup memaksanya harus berdagang. Ia menjadi satu di antara puluhan peserta pelatihan menjahit oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak.
“Saya berjualan apa saja tergantung pesanan, misalnya kerajinan dan kue. Tergantung pesanan,” kata Sam, sapaan karibnya, usai menerima satu unit mesin jahit yang diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Amirullah di Ruang Pertemuan Restoran Cita Rasa Jalan Sultan Abdurrahman, Jumat (18/10/2024).
Sam merasa senang, akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk berkembang lebih baik. Menurutnya bekal pengalaman menjahit sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mengingat setiap orang membutuhkan pakaian yang layak.
Sam berharap, tidak hanya dirinya yang menerima bantuan dari Pemkot Pontianak. Ia menilai, masih banyak ibu rumah tangga yang memiliki potensi dan layak mendapat bantuan serupa.
“Harapan saya juga agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, kepada yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Sekda Kota Pontianak Amirullah berpesan setiap penerima dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Selain menyerahkan bantuan mesin jahit, ia juga menyerahkan tali asih kepada lansia di Kota Pontianak dalam rangka Hari Jadi ke-253 Pontianak.
“Pesan saya ikuti pelatihannya dengan seksama, kita tidak tahu rezeki datang dari mana, semoga bisa jadi ladang ekonomi bagi penerima,” pesannya.
Ke depan, Amirullah ingin ada kerjasama dari pengusaha jahit dengan penjahit binaan Pemkot Pontianak ini. Ia mengajak pengusaha jahit memberdayakan para penjahit yang telah mengikuti pelatihan.
“Kami tadi juga mengundang para pengusaha jahit, kami ajak mereka untuk bermitra dengan penjahit binaan Pemkot Pontianak. Harapannya juga ada pertumbuhan ekonomi dan bisa mandiri,” imbuhnya.
Kepala Dinsos Kota Pontianak Trisnawati menuturkan, agenda pelatihan tersebut akan digelar secara rutin. Pihaknya merencanakan untuk menambah jumlah bantuan yang diberikan, tergantung kebutuhan masyarakat.
Tina, sapaan karibnya menyebut, terdapat total 24 mesin jahit yang diserahkan. Para peserta akan dibekali ilmu oleh narasumber selama 20 hari. Ia menambahkan, saat pendaftaran dibuka, animo masyarakat sangat tinggi. Pihaknya harus menyeleksi para peserta.
“Total mesin jahit yang diserahkan ada 24 mesin jahit dan alat pendukung praktek, penerima ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) atau keluarga yang belum pernah menerima, tetapi setelah asesmen memang membutuhkan,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
Renovasi Lapangan Sepak Bola PSP Dimulai, Target Rampung Desember
PONTIANAK - Renovasi Lapangan Sepak Bola Keboen Sajoek PSP telah dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan renovasi rampung akhir Desember 2024 mendatang.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, renovasi dilaksanakan sebagai bentuk perhatian Pemkot Pontianak terhadap kemajuan olahraga, khususnya sepak bola.
“Saya harap dengan renovasi ini bisa menghidupkan kembali olahraga sepak bola, mengingat lapangan ini sendiri merupakan saksi sejarah terhadap pembangunan Kota Pontianak,” katanya, Jumat (18/10/2024).
Ani Sofian menyebut, perekonomian Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa juga bergantung pada sektor wisata. Menurutnya, perkembangan olahraga turut menjadi magnet bagi pendatang untuk menikmati Kota Pontianak.
“Jika sepak bola kita maju, maka akan jadi magnet untuk pendatang dari luar daerah. Harapannya UMKM bisa meraup untung dari event sepak bola. Kita mulai dengan infrastruktur lapangan terlebih dahulu,” ucapnya.
Pj Wali Kota ingin, pengerjaan renovasi selesai tepat waktu, sesuai target yang direncanakan. Dengan perbaikan lapangan kebanggaan warga ini, dirinya ingin Kota Pontianak kian dikenal sebagai sport city.
“Saya harap bisa selesai sesuai rencana, agar dapat segera berfungsi dan menjadi pusat pertumbuhan sepak bola,” imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu, olahraga sepak bola kian digandrungi. Prestasi sepak bola Timnas Indonesia juga terus meningkat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sepak bola Pontianak.
“Atlet muda potensial saya yakin banyak di Kota Pontianak, tugas kami untuk mengasah potensi itu sehingga bisa bersaing di tingkat nasional maupun global,” ungkap Ani Sofian.
Kini berbagai sudut di Kota Pontianak sudah difasilitasi sarana olahraga. Event-event olahraga digelar hampir setiap pekan. Ani Sofian optimis, apabila kebiasaan baik berolahraga sudah mengakar bagi warga, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan Kota Pontianak.
“Artinya masyarakat Kota Pontianak sudah produktif, olahraga rajin akan berdampak kepada performa kinerja, tentu berdampak baik pula untuk pembangunan,” tutupnya. (kominfo)