,
menampilkan: hasil
Ditinggal Usai Musim Buah, Belasan Lapak PKL Ditertibkan
Wako Edi Turun Memantau Pembongkaran Lapak PKL
PONTIANAK - Sebanyak 30 anggota Satpol PP Kota Pontianak menertibkan belasan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Husein Hamzah Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat. Satu persatu lapak kosong sisa pedagang buah musiman, dibongkar menggunakan linggis dan palu. Kemudian material-material sisa pembongkaran diangkut ke dalam truk milik Satpol PP Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memantau langsung penertiban lapak-lapak PKL yang terlihat kumuh. Menurutnya, keberadaan lapak-lapak yang ditinggal pemiliknya ini biasanya bermunculan di saat musim buah, seperti musim buah durian, langsat, rambutan dan buah musiman lainnya. Meski pihaknya memberikan toleransi bagi mereka untuk berjualan pada saat musim buah tiba, namun ia menyayangkan para pemilik lapak tidak membongkar dan membersihkan sendiri lapak yang dibangunnya setelah musim buah usai.
“Tetapi setelah mereka berjualan, sering kali mereka tinggalkan begitu saja sehingga kelihatan kumuh. Padahal kita sudah memberikan toleransi untuk berjualan pada saat musim buah tiba, dan mereka harus membongkar sendiri lapaknya setelah musim buah selesai,” ujarnya saat memantau penertiban lapak di sepanjang Jalan Husein Hamzah Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu (12/4/2025).
Ia menegaskan agar pedagang seharusnya menempatkan dagangannya dengan tertib dan setelah selesai berjualan, area tersebut harus dibersihkan. Misalnya, jika berjualan di malam hari, maka pagi atau siang harinya area itu harus sudah bersih. Begitu pula jika berjualan di siang hari, malamnya harus dibersihkan. Jadi, sifatnya sementara dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Namun yang sering terjadi adalah banyak pedagang meninggalkan lapak mereka begitu saja tanpa membersihkan area tersebut,” tutur Edi.
Wali Kota Edi Kamtono menyatakan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus menjaga ketertiban dan kebersihan kota. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menertibkan bangunan-bangunan liar, terutama yang berada di atas parit. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi drainase agar tetap optimal.
“Pemerintah Kota terus berkomitmen untuk menjadikan kota ini tertata, tertib, bersih dan rapi. Oleh sebab itu, penertiban ini sebagai salah satu upaya kita mewujudkannya,” sebutnya.
Ia menyebut, parit-parit di Kota Pontianak memiliki fungsi penting sebagai sarana drainase. Namun, keberadaan bangunan liar di atas parit sering kali menyebabkan penyumbatan, sehingga fungsi drainase tidak berjalan optimal. Selain itu, kondisi ini juga dapat menimbulkan kekumuhan di sejumlah kawasan kota. Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak menutup parit yang ada. Selain melanggar aturan, tindakan itu juga akan merusak fasilitas umum dan mengganggu fungsi sarana publik.
“Saya ingin mengingatkan masyarakat, sesuai dengan perda yang berlaku, dilarang merusak fasilitas umum, termasuk menutup fungsi jalan dan parit. Sebab penyumbatan ini berdampak buruk pada lingkungan kota," kata Edi.
Ia juga menginstruksikan para camat dan lurah di wilayahnya masing-masing untuk memantau kondisi lapangan secara langsung. Edi meminta mereka agar terus mengawasi kawasan masing-masing dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
“Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk memonitor dan mengecek kondisi lapangan di daerahnya masing-masing," tegasnya.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak Sudiantoro menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas yang dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sebelumnya, pihaknya telah memberikan pemberitahuan kepada para pemilik lapak, termasuk PKL, untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.
“Para pemilik lapak dan PKL sudah kami beritahu sebelumnya, bahkan lurah dan camat juga sudah dilibatkan. Mereka sebelumnya berjanji akan membongkar sendiri lapaknya setelah lebaran, tetapi faktanya masih ada yang melanggar aturan, bahkan memperluas area jualannya. Oleh karena itu, pagi ini kami melakukan penertiban terhadap mereka yang nyata-nyata melanggar, seperti berjualan di bahu jalan dan membuat kondisi kumuh," jelasnya.
Sudiantoro memaparkan, penertiban ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2021. Dia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pedagang di jalan-jalan utama Kota Pontianak, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan menghargai hak pengguna jalan lainnya.
"Berjualan di bahu jalan tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Mari kita jaga ketertiban dan kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama," tutupnya. (prokopim)
Edi Dorong ASN Pemkot Pontianak Dibekali Bela Diri
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong ASN di lingkungan Pemkot Pontianak untuk turut latihan beladiri tarung derajat sebagai bekal pertahanan menghadapi tindak kekerasan dari oknum warga. Selain itu menurutnya, membiasakan bela diri juga termasuk olahraga.
"Tujuan utamanya tentu untuk menjaga kesehatan karena bela diri juga merupakan bagian dari olahraga. Selain itu, ini juga sebagai langkah preventif. ASN sebagai pelayan masyarakat yang sering bersentuhan langsung dengan publik perlu memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Edi usai ikut berbaur berlatih tarung derajat di Kantor Wali Kota, Jumat (11/4/2025).
Lebih lanjut, Edi menilai tarung derajat tidak hanya membentuk fisik yang kuat, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, keberanian, dan ketangguhan mental.
“Nilai-nilai ini selaras dengan etos kerja ASN yang dituntut sigap, profesional, dan mampu menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Latihan bela diri ini rencananya akan diagendakan secara rutin di lingkungan Pemkot Pontianak sebagai bagian dari program pembinaan jasmani dan mental ASN.
Edi berharap, melalui kegiatan ini, ASN tidak hanya sehat secara fisik tetapi juga siap dalam menghadapi dinamika tugas-tugas pelayanan publik yang semakin kompleks.
“Kita ingin ASN tidak hanya kuat secara administrasi dan pelayanan, tetapi juga kuat secara fisik dan mental,” pungkasnya. (kominfo)
Bahasan Sebut Penyuluh Agama Ujung Tombak Ciptakan Kondusifitas
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menekankan pentingnya peran penyuluh agama sebagai ujung tombak dalam menciptakan suasana kondusif terutama berkaitan persoalan sosial-keagamaan di Pontianak.
"Indonesia ini didirikan dengan inspirasi dari Piagam Madinah. Kami berharap Pontianak bisa menjadi kota yang mencerminkan semangat tersebut, di mana semua agama, suku dan budaya dapat hidup berdampingan dengan harmoni," ujarnya saat membuka Seminar Ilmiah bersama Kementerian Agama Kota Pontianak sekaligus Halal Bihalal di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Kamis (10/4/2025).
Bahasan juga menegaskan pentingnya menjaga kemajemukan etnis dan agama di Kota Pontianak. Ia berharap para penyuluh agama dapat menjadi motor penggerak dalam mengharmonikan adab dan dakwah untuk perubahan yang positif. Seminar bertema ‘Mengharmonikan Adab dan Dakwah’ yang dihadiri oleh narasumber dari Jawa Timur menjadi salah satu upaya untuk mendukung tujuan tersebut. Dalam periode kedua masa kepemimpinannya, Bahasan meminta dukungan dan masukan dari masyarakat untuk mewujudkan kebijakan yang lebih baik.
“Kami tidak alergi dengan kritik, baik yang pedas maupun yang lembut, selama disampaikan dengan akhlakul karimah," katanya.
Wakil Wali Kota Bahasan juga menyoroti pentingnya apresiasi dan penghargaan terhadap guru ngaji dan pelatihan pengurus jenazah atau fardhu kifayah terutama dari kaum perempuan.
"Kami sering turun ke 29 kelurahan dan menemukan kesulitan dalam mencari pengurus fardhu kifayah perempuan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi tersebut," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga lintas sektoral demi terciptanya keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat Pontianak. (prokopim)
Munas VII APEKSI Momentum Saling Belajar dan Berkolaborasi
Pemkot Pontianak Matangkan Persiapan Ikuti Munas VII APEKSI
PONTIANAK - Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VII di Surabaya pada 6-10 Mei 2025 mendatang. Pemerintah Kota Pontianak menjadi satu di antara peserta yang akan berpartisipasi dalam agenda nasional tersebut.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan kesiapan Kota Pontianak dalam mensukseskan Munas VII APEKSI di Surabaya. Munas APEKSI ini diharapkannya menjadi momentum penting bagi Kota Pontianak untuk belajar, berkolaborasi dan memperluas peluang dalam pengembangan kota yang lebih baik.
“Pada agenda nasional ini, tentunya banyak hal yang bisa kita petik atau pelajari dari kota-kota lainnya untuk dapat diimplementasikan di Kota Pontianak, atau sebaliknya dari kota-kota lain yang belajar dari Kota Pontianak. Intinya, kita saling sharing dan berkolaborasi demi kemajuan kota-kota se-Indonesia,” ujarnya usai memimpin rapat persiapan Munas VII APEKSI di Ruang Pontive Center, Kamis (10/4/2025).
Dalam agenda tersebut, Kota Pontianak akan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk rapat kerja nasional, Indonesia City Expo, dan Karnaval Budaya. Menurutnya, Indonesia City Expo menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM di Kota Pontianak untuk menunjukkan inovasi dan produk unggulan yang dimiliki kota ini. Selain itu, karnaval budaya akan menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya khas Pontianak kepada peserta dari seluruh Indonesia.
"Kita ingin menunjukkan kekayaan budaya Kota Pontianak melalui karnaval budaya, sekaligus melibatkan pelaku UMKM dalam Indonesia City Expo. Ini kesempatan untuk mempromosikan potensi daerah kita," tutur Edi.
Selain berpartisipasi, Kota Pontianak juga berencana memetik pelajaran dari Kota Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu kota terbaik dalam pengelolaan tata kota, kebersihan dan lingkungan. Edi menilai Surabaya yang telah meraih penghargaan Adipura Kencana menjadi inspirasi bagi Pontianak, khususnya dalam penanganan sampah, penghijauan dan pengelolaan kawasan permukiman.
"Saya melihat bagaimana Surabaya menangani sampah dengan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan menciptakan lingkungan permukiman yang hijau dan asri. Meski tidak semua bisa diterapkan karena karakter kota yang berbeda, kami akan mencoba mengadopsi beberapa hal yang relevan untuk Pontianak," ungkapnya.
Ia berharap partisipasi Kota Pontianak dalam berbagai rangkaian agenda Munas VII APEKSI, termasuk di antaranya karnaval budaya dan expo dapat memberikan hasil terbaik. Oleh sebab itu, pihaknya mempersiapkan secara matang untuk bisa tampil maksimal pada Munas VII APEKSI di Surabaya.
“Kami akan menampilkan yang terbaik, termasuk dalam karnaval budaya yang dinilai berdasarkan berbagai kriteria. Semoga kita bisa meraih penghargaan," tutupnya. (prokopim)