,
menampilkan: hasil
Wako Edi: Remisi Wujud Kesempatan Perbaiki Diri bagi Warga Binaan
Serahkan Remisi bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIA
PONTIANAK – Momen haru mewarnai penyerahan remisi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak. Sebagian dari narapidana yang menerima remisi mendapat kesempatan langsung menghirup udara bebas. Penyerahan remisi ini dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Remisi diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Pontianak, Minggu (17/8/2025).
Wali Kota Edi Kamtono mengatakan, remisi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik, patuh terhadap aturan, dan aktif mengikuti program pembinaan.
“Remisi ini merupakan hak yang diberikan negara kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat. Diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberian remisi bukan hanya wujud kepedulian negara terhadap warga binaan, tetapi juga bagian dari upaya pemasyarakatan untuk menyiapkan mereka kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.
“Setelah bebas nanti, mereka bisa kembali berkontribusi, bekerja, dan hidup lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Edi juga mengingatkan pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat ketika para warga binaan kembali ke lingkungan sosialnya.
“Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Yang terpenting adalah kesempatan untuk memperbaiki diri,” tuturnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalbar, Jayanta menjelaskan, pemberian remisi didasarkan pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999, serta berbagai ketentuan teknis Kementerian Hukum dan HAM.
“Remisi Dasawarsa diberikan khusus setiap 10 tahun sekali bertepatan dengan momentum kemerdekaan. Tahun ini, narapidana yang disiplin, aktif dalam pembinaan, serta berkomitmen memperbaiki diri mendapatkan penghargaan berupa pengurangan masa pidana,” jelasnya.
Adapun rincian jumlah warga binaan di Kalbar per 16 Agustus 2025 mencapai 7.468 orang, terdiri dari 5.797 narapidana dan 1.671 tahanan. Dari jumlah tersebut, penerima Remisi Umum 2025 terbagi atas 2.144 narapidana pidana umum dan 2.222 narapidana pidana khusus. Sementara penerima Remisi Dasawarsa terdiri dari 2.583 narapidana pidana umum dan 2.117 narapidana pidana khusus.
Jayanta menerangkan, pemberian remisi memiliki beberapa tujuan, di antaranya sebagai bentuk apresiasi atas perilaku baik narapidana, memotivasi partisipasi aktif dalam program pembinaan, serta mendukung reintegrasi sosial agar mereka siap kembali ke masyarakat.
“Dengan pemberian remisi ini, kami berharap narapidana dan anak binaan semakin termotivasi untuk terus berkelakuan baik, serta siap kembali ke masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” psannya.
Sebanyak 4.700 narapidana di Kalbar memperoleh Remisi Dasawarsa bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025. Selain itu, 4.366 narapidana juga menerima Remisi Umum, dengan total 218 orang langsung bebas. (prokopim)
80 Tahun RI, Edi-Bahasan Fokus Lanjutkan Program Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program prioritas yang belum tuntas pada periode kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Bahasan. Bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta penanganan masalah sosial menjadi fokus utama agar Kota Pontianak semakin maju, sejahtera, dan memiliki lingkungan yang representatif serta humanis.
Hal itu disampaikan Edi usai memimpin upacara penaikan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapangan PSP Keboen Sajoek, Minggu (17/8/2025).
“Alhamdulillah, pagi ini kami jajaran Pemerintah Kota Pontianak sukses menyelenggarakan upacara bendera. Momentum 80 tahun Indonesia merdeka ini harus menjadi penyemangat bagi pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat untuk bersama-sama membangun negeri,” ujarnya.
Terkait adanya kebijakan pengurangan alokasi anggaran dari pemerintah pusat, Edi memastikan hal itu tidak akan menghambat pembangunan di Pontianak. Pemerintah kota, lanjutnya, akan lebih selektif dan melakukan efisiensi, sekaligus menggandeng masyarakat serta dunia usaha untuk berkontribusi melalui kewajiban sebagai warga negara.
“Program pembangunan tetap kita jalankan sesuai kebutuhan, dengan memprioritaskan yang benar-benar mendesak dan berdampak luas. Sementara program yang tidak menjadi kebutuhan utama akan kita tunda,” jelasnya.
Wali Kota menambahkan, perhatian terhadap para pejuang dan veteran tetap menjadi bagian dari kebijakan pemerintah kota. Insentif, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta kemudahan akses layanan publik telah diberikan kepada para veteran.
“Ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di mata anggota veteran DS Mattalim (86), berharap pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kesejahteraan rakyat.
“Kita harapkan karena sudah 80 tahun merdeka, kesejahteraan rakyat terutama itu harus dianggap. Sekarang ini masih banyak yang menganggur, bahkan mencari sekolah pun sulit,” ungkapnya usai menghadiri upacara penaikan bendera.
Menurutnya, generasi penerus bangsa perlu meneladani semangat perjuangan para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
“Pejuang zaman dahulu berjuang tanpa pamrih, dengan darah dan daging mereka. Maka sekarang sudah merdeka, kami titipkan negeri ini kepada generasi penerus,” pesan Mattalim.
Mengenang masa tugasnya sebagai prajurit, Mattalim bercerita pernah bertugas keliling dari Sabang, Tanjung Pinang, Jakarta, hingga Pontianak. Selama sembilan tahun, ia mengabdi di kapal perang RI, termasuk saat konfrontasi Indonesia–Malaysia di Tanjung Pinang.
“Kami berhadapan langsung dengan Inggris pada waktu itu,” kenangnya.
Bagi Mattalim, amanah kemerdekaan harus terus dijaga oleh generasi saat ini dengan menegakkan keadilan, memberantas korupsi, serta mengutamakan kesejahteraan rakyat. (prokopim/kominfo)
Bahasan Pastikan Standar Dapur Gizi untuk Siswa Terpenuhi
Tinjau Dapur Pemenuhan Gizi di Siantan Hilir
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Sabtu (16/8/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas dapur pemenuhan gizi yang mendukung program penyediaan makanan bergizi (MBG) bagi siswa.
Bahasan mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 16 dapur gizi yang sudah beroperasi di Kota Pontianak. Jumlah tersebut akan bertambah pada 19 Agustus mendatang menjadi 20 hingga 21 dapur.
“Artinya ada tambahan sekitar lima dapur yang akan segera beroperasi. Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan monitoring serta pendampingan agar semuanya berjalan sesuai standar,” ujarnya.
Menurut Bahasan, pendampingan dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak. Beberapa dapur masih perlu dilengkapi sarana penunjang, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Secara umum dapur-dapur yang kami pantau memenuhi standar, hanya ada beberapa fasilitas yang perlu ditambah. DLH akan memberikan pendampingan bersama tim BGN,” jelasnya.
Bahasan menambahkan, setiap dapur memiliki kapasitas penyediaan makanan yang dapat melayani kebutuhan gizi untuk 7 hingga 8 sekolah, bahkan ada yang mampu mencakup hingga 35 sekolah, tergantung jumlah siswanya.
Ia menegaskan, program pemenuhan gizi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Kota Pontianak, kata Bahasan, berkomitmen mendukung percepatan pelaksanaannya dengan memastikan kualitas pelayanan di setiap dapur.
“Program ini penting untuk menjamin asupan gizi siswa di sekolah. Kami akan terus mendampingi agar fasilitas dan standar pelayanan gizi bisa semakin baik,” pungkasnya. (prokopim)
Dekranasda Pontianak Pantik Kreativitas Lewat Lomba Desain Motif Corak Insang
Upaya Pelestarian Kain Khas Pontianak
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak menyelenggarakan Lomba Desain Motif Corak Insang Original Tenun dan Motif Kreasi Tahun 2025. Mengangkat tema ‘Insang Bergaye, Pontianak Penuh Warne’, Pemkot dan Dekranasda berusaha memantik masyarakat, khususnya generasi muda dalam melestarikan budaya Kota Pontianak, salah satunya lewat desain kreasi corak insang.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti mengatakan bahwa lomba ini adalah salah satu upaya pihaknya dalam menjaring kreativitas dan membumikan corak insang di masyarakat luas, khususnya Kota Pontianak.
"Kami berharap lewat lomba ini, kita dapat menemukan inovasi dan kreativitas baru, serta dapat lahir desainer dan penenun corak insang yang baru di Kota Pontianak,” ungkapnya saat Konferensi Pers lomba di Gedung UMKM Center Dekranasda Kota Pontianak, Sabtu (16/8/2025).
Lewat lomba ini, Yanieta berharap inovasi dan kreativitas yang lahir nantinya dapat memberikan warna baru bagi kreasi corak insang. Namun, ia mengingatkan bahwa kreasi corak insang yang diperlombakan nantinya tetap mengutamakan filosofinya, sehingga tetap mempertahankan ciri khas identitas Kota Pontianak.
“Untuk kategori corak insang kreasi, dapat menambahkan ornamen-ornamen ikonik Kota Pontianak. Contohnya adalah ornamen dari Tugu Khatulistiwa, Masjid Jami’, Istana Kadriyah, dan lainnya hingga bunga-bunga khas Melayu seperti Kenanga, Tanjung, Melur, dan lainnya,” terangnya.
Dengan begitu, ia berharap berbagai motif tenun dan kreasi corak insang nantinya dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda dalam menggunakan kain tenun dalam aktivitas sehari-hari. Sehingga ke depannya, semakin banyak masyarakat yang menggunakan dan melestarikan budaya Kota Pontianak lewat kain corak insang.
“Kami harap selain mensosialisasikan dan melestarikan corak insang sebagai kain khas Kota Pontianak, corak insang juga bisa digunakan oleh turis baik nasional dan internasional,” ujarnya.
Yanieta menambahkan, masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri dalam tim yang terdiri maksimal 3 orang atau perseorangan dengan melampirkan KTP atau KK Provinsi Kalimantan Barat dengan kategori peserta umum berusia 17 tahun hingga 60 tahun.
"Pendaftaran lomba ini gratis tidak dipungut biaya, namun peserta wajib memfollow akun Instagram Dekranasda Kota Pontianak @dekranasdapontianak. Untuk pendaftaran lomba mulai dari 1 September 2025 dan penyerahan sketsa lomba diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 29 September 2025 jam 23.59 WIB" imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan nantinya sketsa harus dibuat dalam bentuk digital berwarna, dengan ukuran minimal 1 meter kali 1.05 meter dalam format file JPEG atau TIFF dan resolusi minimal 150 DPI. Mengisi setiap sketsa desain dengan profil peserta, judul desain, deskripsi detail rancangan misalnya keterangan gambar atau objek dalam motif di form gambar ukuran A3 yang telah disediakan.
"Dalam pembuatan pola atau motif tenun ada aturan yang harus diperhatikan karena pola tenun tidak sama dengan pola membatik atau printing yang bisa membentuk pola bulat sempurna akan tetapi pola tenun harus seperti anak tangga," paparnya.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi langsung panitia di Gedung UMKM Center Pontianak Jalan Sultan Abdurrahman nomor 140 Pontianak atau melalui Instagram @dekranasdapontianak
"Untuk informasi lebih lengkap mengenai lomba desain motif tenun corak insang 2025 dapat melihat persyaratan mengikuti lomba di instagram Dekranasda Kota Pontianak," pungkasnya. (kominfo/prokopim)