,
menampilkan: hasil
Pontianak Raih Dua Penghargaan dari Kementerian Hukum
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak meraih dua penghargaan bidang hukum dari Kementerian Hukum melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Barat. Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Upacara Hari Pengayoman, Rabu (19/8/2026).
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan, dua penghargaan itu diberikan atas kinerja Pemkot Pontianak dalam pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum atau JDIH, serta capaian Indeks Reformasi Hukum.
“Pemerintah Kota Pontianak memperoleh penghargaan dua kategori, yaitu kinerja dalam pengelolaan JDIH dan penilaian Indeks Reformasi Hukum,” ujarnya.
Amirullah menjelaskan, pada kategori pengelolaan JDIH, Kota Pontianak meraih predikat istimewa. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan dokumen dan informasi hukum daerah di Kota Pontianak berjalan semakin baik, tertata, dan dapat diakses sebagai bagian dari pelayanan publik. Sementara pada penilaian Indeks Reformasi Hukum, Pontianak juga memperoleh predikat istimewa. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelaksanaan reformasi hukum di lingkungan Pemkot Pontianak dinilai positif oleh pemerintah pusat.
“Ini bukti kerja Pemerintah Kota Pontianak dalam pengelolaan bidang hukum, khususnya pengelolaan JDIH dan reformasi hukum, yang dinilai oleh pemerintah pusat melalui Kanwil Kementerian Hukum Kalimantan Barat,” katanya.
Ia menyebut, Kota Pontianak memperoleh nilai terbaik untuk tingkat daerah di Kalimantan Barat. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemkot Pontianak untuk terus memperkuat tata kelola regulasi dan keterbukaan informasi hukum.
Amirullah menambahkan, penghargaan ini bukan hasil kerja satu pihak saja, melainkan wujud kolaborasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sektor hukum di Kota Pontianak.
“Ini merupakan wujud kerja sama semua pihak dan stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan sektor hukum di Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia berharap, capaian tersebut tidak hanya menjadi penghargaan administratif, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan pengelolaan hukum yang baik, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi hukum, memahami aturan, dan mendapatkan kepastian dalam pelayanan publik.
“Yang terpenting, penghargaan ini menjadi motivasi agar pelayanan hukum dan informasi hukum di Kota Pontianak semakin baik, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Raih Tiga Penghargaan
Dorongan Tingkatkan Pelayanan Publik
PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak meraih tiga penghargaan dalam rangkaian Hari Kemerdekaan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian di bidang pelayanan publik, transformasi kelurahan, dan pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan serta percepatan penurunan stunting.
Tiga penghargaan itu yakni capaian Indeks Pelayanan Publik (IPP) dengan kategori Pelayanan Prima atau A Tahun 2025 dari Kementerian PANRB serta Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik dengan Opini Kualitas Tinggi Tahun 2025 dari Ombudsman RI. Selain itu, Pemkot Pontianak juga menerima penghargaan atas pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 dengan klasifikasi Baik. Satu penghargaan lagi diberikan kepada Kelurahan Sungai Jawi sebagai Juara 1 Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi Pemkot Pontianak untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini tentu kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini berdampak langsung kepada masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, cepat, transparan, dan berkualitas,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Edi menyebut, capaian IPP kategori Pelayanan Prima menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik di Kota Pontianak terus bergerak ke arah yang lebih baik. Untuk itu, seluruh perangkat daerah harus menjaga standar pelayanan, mulai dari keramahan petugas, kejelasan prosedur, kecepatan layanan, hingga kemudahan akses bagi warga.
“Pelayanan prima bukan hanya nilai atau predikat, tetapi komitmen setiap hari. Masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir memberi solusi,” katanya.
Terkait penghargaan penurunan stunting, Edi menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja lintas sektor. Tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga gizi, sanitasi, pendidikan keluarga, perlindungan sosial, hingga kualitas lingkungan permukiman.
“Pencegahan stunting harus dilakukan bersama. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, keluarga, posyandu, puskesmas, kader, kelurahan, kecamatan, sampai perangkat daerah terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, penghargaan dengan klasifikasi Baik pada aksi konvergensi stunting menjadi bukti bahwa koordinasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan sudah berjalan. Namun, ia meminta seluruh pihak tidak berpuas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus diperkuat di lapangan.
“Yang kita kejar bukan sekadar penghargaan, tetapi anak-anak Pontianak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik,” tegasnya.
Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, camat, lurah, serta masyarakat yang telah mendukung peningkatan pelayanan publik dan upaya penurunan stunting. Ia berharap tiga penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat budaya kerja yang lebih responsif dan kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah hanya bermakna jika hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung. Capaian ini harus kita jadikan semangat untuk bekerja lebih baik, melayani lebih baik, dan membangun Pontianak yang semakin sehat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (prokopim)
Pontianak Unggul Emas di MTQ Kalbar, Jadi Modal Tuan Rumah 2027
PONTIANAK – Kafilah Kota Pontianak membawa pulang catatan prestasi membanggakan dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Meski belum meraih juara umum berdasarkan perolehan poin, Pontianak menjadi daerah dengan raihan medali emas terbanyak.
Pada MTQ yang berlangsung 1 hingga 9 Agustus 2026 di Sukadana, kafilah Pontianak meraih 12 juara pertama. Raihan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 11 medali emas.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kota Pontianak.
“Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas,” ujarnya saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Menurut Edi, hasil MTQ kali ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Sistem penilaian MTQ menggunakan akumulasi poin dari seluruh peringkat, sehingga perolehan medali emas tidak menjadi satu-satunya dasar penentuan juara umum.
Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. Para peraih juara juga didorong untuk tetap berlatih setelah kompetisi, dengan dukungan insentif serta pembinaan bagi pelatih dan pembimbing.
“Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing,” katanya.
Edi menilai pembinaan ke depan perlu dilakukan lebih serius dan terarah, termasuk dalam menemukan bibit-bibit baru.
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi MTQ tahun berikutnya, tetapi juga untuk membangun prestasi dalam jangka panjang.
Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus meningkatkan prestasi kafilah.
“Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak,” ungkapnya.
Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah menambahkan, dari keikutsertaan pada MTQ ke-34, Pontianak meraih 34 prestasi dari berbagai cabang lomba. Selain 12 emas, kafilah Pontianak juga meraih medali perak dan perunggu serta sejumlah juara harapan.
Ia menyebut peningkatan raihan emas dari 11 menjadi 12 medali menjadi salah satu indikator perkembangan prestasi Pontianak. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan jumlah peserta yang mampu menembus babak final dan memperkuat perolehan poin secara keseluruhan.
“Secara medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan,” jelasnya.
Amirullah berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi agenda MTQ berikutnya, termasuk MTQ tingkat nasional.
“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya. (prokopim)
Kafilah Pontianak Juara III MTQ ke-34 Kalbar
KAYONG UTARA – Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih juara III pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan para peserta, pelatih, official, pendamping, serta seluruh tim yang telah bekerja sejak masa persiapan hingga pelaksanaan lomba. Pontianak turut jadi juara kedua dalam pawai taaruf (mobil hias) dan harapan tiga dalam kategori stand pameran.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak yang telah tampil maksimal membawa nama daerah. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan ikhtiar terbaik dalam mengikuti seluruh cabang perlombaan.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, official, pendamping, dan tim Kota Pontianak yang telah berjuang pada MTQ ke-34 Kalimantan Barat,” ujarnya usai penutupan MTQ, Sabtu (8/8/2026) malam.
Bahasan mengatakan, peringkat III yang diraih tetap menjadi prestasi yang patut disyukuri. Ia menilai perjuangan para kafilah tidak hanya diukur dari posisi akhir, tetapi juga dari semangat, kedisiplinan, adab, dan komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Juara III ini harus kita syukuri. Para peserta sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaik. Yang terpenting, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an harus terus kita jaga,” katanya.
Ia menambahkan, MTQ bukan semata ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan generasi Qur’ani. Karena itu, hasil MTQ ke-34 Kalbar akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan tilawah, tahfiz, qiraat, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, dan cabang-cabang lainnya di Kota Pontianak.
Menurut Bahasan, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga persiapan menuju tingkat provinsi. Dengan evaluasi yang baik, ia optimistis prestasi kafilah Pontianak dapat terus meningkat pada pelaksanaan MTQ berikutnya.
“Kita akan evaluasi bersama. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih perlu diperkuat akan kita benahi. Pembinaan harus terus berjalan, tidak hanya menjelang lomba,” jelasnya.
Bahasan juga mengapresiasi dukungan LPTQ Kota Pontianak, perangkat daerah, para pembimbing, orang tua, dan masyarakat yang telah memberi semangat kepada para peserta. Dukungan bersama tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mental dan kesiapan kafilah selama mengikuti MTQ.
Bahasan menambahkan, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab lebih besar pada pelaksanaan berikutnya karena akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun depan. Oleh sebab itu, persiapan harus dilakukan lebih awal dan melibatkan seluruh pihak.
Bahasan mengajak seluruh kafilah dan tim tidak berhenti pada capaian tahun ini. Ia meminta semangat juang terus dijaga sebagai modal menuju MTQ berikutnya di Kota Pontianak.
“Terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak. Tetap semangat, terus berlatih, dan jadikan hasil ini sebagai motivasi. Insya Allah tahun depan, saat Pontianak menjadi tuan rumah, kita bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya. (prokopim)