,
menampilkan: hasil
Pemkot Pontianak Resmi Umumkan Penerimaan CPNS, Ada 388 Formasi
Pengumuman Bisa Diakses di Laman https://pontianak.go.id
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak resmi mengumumkan Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024. Pengumuman formasi penerimaan CPNS sudah bisa diakses di laman website resmi Pemkot Pontianak (https://pontianak.go.id) mulai 19 Agustus 2024.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menjelaskan, hari ini seleksi penerimaan CPNS sudah mulai diumumkan. Dalam pengumuman tersebut memuat informasi antara lain jumlah formasi, persyaratan, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan dan lainnya.
“Pada hari ini penerimaan CPNS sudah mulai diumumkan. Untuk penerimaan CPNS tahun ini, jumlahnya cukup banyak, yakni 388 formasi, terdiri dari tenaga teknis sebanyak 327 dan tenaga kesehatan 61,” ujarnya saat menjadi pembina apel pagi di halaman Kantor Wali Kota, Senin (19/8/2024).
Ia menambahkan, seleksi penerimaan CPNS ini terbuka tidak hanya untuk umum, tetapi juga bisa dilamar oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan ketentuan Masa Perjanjian Kerja minimal satu tahun dan mendapat izin dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi bersangkutan.
“Pendaftarannya dimulai besok, Selasa, 20 Agustus sampai dengan 6 September 2024,” kata Ani Sofian.
Lebih lanjut Pj Wali Kota menerangkan, setelah proses penerimaan CPNS ini selesai, akan dilanjutkan dengan penerimaan PPPK. Hal ini selaras dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menyebutkan bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 ini seluruh tenaga kontrak harus diberhentikan. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh tenaga kontrak agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, dan mulai mempersiapkan diri untuk belajar supaya bisa lulus PPPK.
“Tidak ada istilah bantu-membantu, yang bisa membantu kita lulus itu adalah diri kita masing-masing. Siapkan diri masing-masing dalam menghadapi seleksi penerimaan pegawai yang sudah disiapkan pemerintah sesuai dengan formasinya,” tutupnya. (prokopim)
Geoportal Pontianak: Optimalisasi Pemanfaatan Data Geospasial untuk Kepentingan Publik
PONTIANAK - Pemanfaatan data geospasial (DG) di Kota Pontianak terus ditingkatkan seiring dengan peluncuran Geoportal Kota Pontianak. Platform ini dirancang untuk memudahkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, peneliti, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat umum, dalam mengakses serta berbagi pakai data dan informasi geospasial.
Analis Kebijakan Ahli Muda BAPPEDA Pontianak, Andri menjelaskan bahwa meskipun potensi DG sangat besar, pemanfaatannya masih jauh dari optimal.
"Sebelumnya, proses berbagi data spasial dilakukan secara manual melalui permintaan formal atau informal kepada instansi terkait. Ini seringkali menyulitkan, terutama dalam hal aksesibilitas dan efisiensi waktu," ujar Andri.
Menurutnya, keterbatasan dalam penyebarluasan dan akses terhadap DG menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan data geospasial. Padahal, DG tersedia di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, namun tidak mudah diakses oleh publik.
"Dengan adanya Geoportal, masalah ini dapat teratasi. Masyarakat dan para pemangku kepentingan kini dapat mengakses beragam data geospasial secara daring di alamat www.geoportal.pontianak.go.id," tambah Andri.
Geoportal Pontianak hadir sebagai solusi inovatif, menyediakan akses mudah dan gratis ke berbagai informasi geospasial yang dihasilkan oleh Perangkat Daerah di Kota Pontianak. Data yang tersedia di platform ini telah terstandarisasi dan bersumber dari instansi pemerintah atau sumber terpercaya lainnya, memastikan kualitas dan keakuratannya.
Data geospasial, yang merekam fenomena keruangan dan diolah menjadi informasi geospasial (IG), memiliki potensi besar sebagai alat bantu dalam pembuatan kebijakan oleh pemerintah. Selama masa pandemi Covid-19, IG menjadi alat penting dalam menunjukkan lokasi dan sebaran virus, memudahkan masyarakat dalam mengambil langkah pencegahan. Selain itu, IG juga digunakan dalam program percepatan pengentasan kemiskinan, dengan memetakan daerah-daerah yang berpotensi terdapat penduduk miskin.
Geoportal tidak hanya memudahkan akses data, tetapi juga menawarkan kemudahan dalam berbagi pakai data dan informasi geospasial secara daring. Andri menjelaskan bahwa Geoportal mirip dengan Portal Satu Data, namun dengan fokus khusus pada data geospasial.
"Pemanfaatan data geospasial sangat luas, mulai dari perencanaan proyek infrastruktur, penataan ruang, pembuatan kebijakan publik, hingga program pengentasan kemiskinan," jelasnya.
Dengan kehadiran Geoportal, diharapkan berbagai tantangan dalam pemanfaatan data geospasial dapat teratasi, dan Kota Pontianak dapat lebih optimal dalam memanfaatkan potensi data ini untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (*)
HUT ke-79 RI Momentum Percepat Pembangunan
PONTIANAK – Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Kota Pontianak berjalan khidmat. Lapangan Sepak Bola bersejarah Keboen Sajoek PSP dipilih sebagai tempat pelaksanaan upacara. Para tamu undangan mengenakan baju adat nusantara.
Khusus di tahun ini, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian memaknai peringatan proklamasi kemerdekaan sebagai pertumbuhan ekonomi, mengingat secara nasional upacara dipusatkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
"Dengan 79 Tahun Kemerdekaan Indonesia, di Pontianak banyak kemajuan seperti angka kemiskinan ekstrim menjadi nol, kemiskinan berkurang dan inflasi stabil," ucapnya usai menjadi Inspektur Upacara, Sabtu (17/8/2024).
Ani Sofian mengatakan, sesuai tema yang diusung ‘Nusantara Baru, Indonesia Maju’, Kota Pontianak ikut menggelorakan semangat pembangunan. Ia mendorong pelaksanaan kegiatan yang telah tertampung dalam APBD Kota Pontianak 2024.
“Agar kesejahteraan dan daya beli masyarakat bisa meningkat, dan karena itu inflasi bisa menurun,” papar Pj Wali Kota.
Seiring dengan perpindahan ibu kota ke IKN, Ani Sofian optimis dengan dampak positif yang diterima Kota Pontianak sebagai daerah penyangga. Ia menilai, lokasi yang kian dekat dengan pusat pemerintahan nasional pasti menunjang kemudahan.
“Kita bersyukur Kalimantan Timur jadi Ibu Kota Negara yang baru, pasti kita mendapat dampak positif, kita fokus menyiapkan perkembangan IKN,” jelasnya.
Pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Pontianak menjadi bagian yang paling ditunggu. Formasi baris-berbaris memicu semangat persatuan. Satu diantara anggota Paskibra Kota Pontianak, Nashila Akivioni (15), merasa bangga dan sedikit gugup saat membawakan bendera. Persiapan dan latihan yang menempa dirinya bersama anggota Paskibra lainnya terbayarkan dengan prosesi pengibaran yang berhasil.
"Karantina 10 hari, latihannya setiap hari di PSP dari pagi jam 7 sampai jam 11, kemudian lanjut siang dari jam 2 sampai jam 5," tutur siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak ini.
Dirinya bahkan masih belum menyangka dapat terpilih menjadi salah satu anggota Paskibra. Nashila menceritakan awal mula dirinya terpilih mengikuti seleksi anggota Paskibra. Ia berharap pada momen Peringatan Kemerdekaan ke-79 menjadi permulaan dirinya mencapai kesuksesan.
"Melewati tes PBB, tes fisik, seleksi di awal. Dari sekolah diutus 10 orang tetapi yang lolos enam orang saja. Semoga bisa membanggakan orang tua," tutupnya. (kominfo/prokopim)
32 Anggota Paskibraka Dikukuhkan, Siap Bertugas di Lapangan Keboen Sajoek
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengukuhkan sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pontianak tahun 2024. Ia menjelaskan, banyak proses yang telah dilalui sebelum akhirnya resmi dikukuhkan, mulai dari seleksi ketat, pelatihan hingga pendidikan.
"Selamat bagi putra putri terbaik Kota Pontianak, kalian telah melalui banyak tahapan, tujuannya untuk memantapkan ketahanan fisik maupun kesiapan mental, demi persiapan menjalankan tugas penting yaitu pengibaran dan penurunan bendera merah putih," kata Ani Sofian usai pengukuhan secara resmi, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (15/8/2024).
Selain ketahanan fisik, Ani Sofian menilai kesiapan mental dari setiap pengibar sama pentingnya. Hal tersebut agar terbentuk karakter dan moral yang kuat dari seluruh pengibar yang akan bertugas pada Upacara Kemerdekaan 17 Agustus di Lapangan Sepak Bola Keboen Sajoek PSP nanti.
"Semua itu agar pengibaran dan penurunan bisa berjalan dengan khidmat dan lancar," ucapnya.
Beberapa rangkaian pengukuhan diawali dengan prosesi mencium bendera merah putih. Ani Sofian mengingatkan, misi Paskibraka tak boleh terhenti sampai peringatan Hari Jadi Kemerdekaan ke-79 saja, tetapi juga tertanam jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagaimana tema HUT ke-79 RI, sehingga mampu memberikan energi positif dan menjadi contoh bagi generasi muda," imbuhnya.
Ani Sofian turut mengucapkan rasa terima kasih kepada dukungan banyak pihak yang terlibat, khususnya para orang tua. Lewat dorongan moril keluarga, setiap pengibar mampu menjalankan prosesi dengan disiplin.
"Pesan saya tanamlah jiwa nasionalisme dan patriotisme serta lanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, emban amanah yang telah diberikan keluarga, masyarakat maupun negara," tutupnya. (kominfo/prokopim)