,
menampilkan: hasil
Larang Perayaan Malam Tahun Baru
Pesta Kembang Api Tidak Diperbolehkan
PONTIANAK - Satgas Covid-19 Kota Pontianak melarang segala bentuk aktivitas yang dapat mengundang kerumunan pada malam tahun baru. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa pada malam tahun baru tidak ada perayaan maupun konvoi kendaraan. "Untuk hotel-hotel, kafe dan warung kopi tidak diizinkan untuk menyelenggarakan kegiatan perayaan dan berkerumunnya orang," tegasnya usai menggelar rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Rabu (16/12/2020).
Selain itu, lanjutnya, pesta kembang api pada malam Natal dan Tahun Baru juga tidak diperkenankan. Pihaknya juga melakukan razia terhadap para penjual kembang api dan petasan. Terhadap titik-titik konsentrasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya orang seperti Jalan Gajah Mada dan kawasan waterfront, pihaknya akan menggelar operasi untuk mencegah kerumunan. Pusat keramaian di Jalan Gajah Mada akan ditutup karena biasanya masyarakat berkumpul untuk menghabiskan malam tahun baru di lokasi itu. "Hal ini kita sosialisasikan secara masif, baik di media cetak, elektronik maupun media sosial," ungkap Edi.
Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan pada malam Natal dan Tahun Baru. Ia mengimbau warga agar pada malam tahun baru tetap berada di rumah. Pemerintah pusat telah menetapkan untuk libur nasional diperpendek. Hal tersebut dalam rangka mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi Covid-19. "Kita tidak ingin muncul kluster-kluster baru Covid-19," pungkasnya. (prokopim)
Pastikan Kesiapan Belajar Tatap Muka di Sekolah
Sarana dan Prasarana Protokol Kesehatan Telah Siap
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyatakan kesiapannya untuk menggelar pembelajaran tatap muka di sekolah pada Januari 2021 mendatang. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan sejauh ini pihaknya sudah siap untuk menggelar belajar tatap muka di kelas. "Untuk sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di sekolah saat ini telah siap, demikian juga dengan guru-gurunya," ujarnya, Rabu (16/12/2020).
Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait proses belajar tatap muka di sekolah. Dalam persiapannya, ia memastikan akan dilakukan secara demokratis dengan keterlibatan orang tua siswa dan komite sekolah. "Kesiapan sarana dan lainnya harus dipastikan sehingga proses pembelajaran tatap muka bisa dilakukan," katanya.
Edi menambahkan, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap. Artinya tidak diikuti seluruh siswa karena tempat harus dikurangi setengah dari kapasitas ruangan. Pihaknya juga akan memastikan persiapan segala sesuatu, mulai dari tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan sebagainya. Bagi sekolah yang belum siap, maka belum bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka. "Untuk siswa mungkin bisa dilakukan swab sebagai sampling untuk memastikan benar-benar di sekolah tersebut bebas Covid-19," pungkasnya. (prokopim)
Jalin Kerjasama Lintas Daerah, Edi Harap Bawa Kemajuan
Pemkot Pontianak, Pemkab Kubu Raya dan Mempawah Teken Kerjasama
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik terjalinnya kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dan Pemkab Mempawah dalam peningkatan perekonomian dan daya saing daerah. Ia menilai adanya hinterland antara Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah bisa membawa kemajuan bagi ketiga daerah. "Sehingga semuanya tidak menumpuk di Kota Pontianak," ujarnya usai menandatangani kesepakatan kerjasama tersebut di Ruang Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (15/12/2020).
Edi berharap melalui kerjasama ini ada sinergitas layanan yang terhubung dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. Dirinya mendukung pengembangan wilayah di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah sehingga Kota Pontianak tidak semakin padat. "Adanya pengembangan wilayah hinterland menjadi baik untuk kepentingan pelayanan di Kota Pontianak," sebutnya.
Saat ini kerjasama yang sudah dilakukan Pemkot Pontianak adalah pelayanan air bersih yang melayani Kabupaten Kubu Raya maupun Mempawah. Sementara untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama, pihaknya akan melakukan penjajakan lebih lanjut. Menurutnya, antara Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah hanya batas wilayah administrasi yang membedakannya. Tidak sedikit warga Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah yang bekerja dan beraktivitas di Kota Pontianak atau sebaliknya. "Jadi hanya batas wilayah administrasi yang membedakan tapi pelayanan tetap sama," pungkasnya. (prokopim)
Wali Kota Apresiasi Kepedulian BI Untuk Dunia Pendidikan
BI Serahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Pendidikan
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI) yang telah memberikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan bagi 10 perwakilan dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi di Kota Pontianak. Bantuan tersebut merupakan Program Sosial Bank Indonesia bagi dunia pendidikan. "Meski di tengah pandemi Covid-19, mudah-mudahan adanya bantuan ini bisa memberikan semangat di dunia pendidikan dalam proses belajar mengajar," ujarnya usai penyerahan sarana dan prasarana bantuan pendidikan kepada sekolah dan perguruan tinggi di Aula Keriang Bandong Kantor BI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (15/12/2020).
Edi berharap kontribusi BI berupa sarana dan prasarana pendidikan ini bisa memajukan kualitas sumber daya manusia di Kota Pontianak. Meski jumlah sekolah yang menerima bantuan tidak banyak, namun dirinya yakin sekolah-sekolah tersebut memang layak mendapatkannya. "Sehingga bisa menunjang proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut," tuturnya.
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Agus Chusaini menerangkan bantuan sarana dan prasarana yang diserahkan diantaranya laptop, infocus dan lainnya. "Bantuan ini merupakan program kerja BI untuk Indonesia Cerdas," ungkapnya.
Diakuinya, beberapa sarana dan prasarana pendidikan ini memang tidak bisa menjangkau seluruh sekolah dan perguruan tinggi yang ada. Untuk itu, dilakukan pemilihan sekolah dan perguruan tinggi yang layak menerima bantuan dalam rangka menunjang dan membantu kegiatan proses belajar mengajar menjadi lebih baik. "Dengan demikian SDM yang tercipta bisa lebih unggul sehingga cita-cita untuk meraih pencapaian Indonesia maju pada 2045 bisa tercapai," harapnya. (prokopim)