,
menampilkan: hasil
Dukung Sekolah Inklusi, Pemkot Siapkan 36 Sekolah
Kunjungan Dewan Diknas Kalbar Terkait Sekolah Inklusi dan Merdeka Belajar
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan kerja Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar di Ruang VIP Kantor Wali Kota, Senin (1/11/2021). Kunjungan tersebut membahas tentang sekolah inklusi di Kota Pontianak. Edi menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 85 tahun 2020 tentang pendidikan inklusi di Kota Pontianak berdasarkan Undang-undang tentang penyandang disabilitas.
"Di Kota Pontianak sebenarnya sudah ada 36 sekolah inklusi yang siap untuk menerima anak-anak berkebutuhan khusus," ujarnya usai menerima kunjungan Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar.
Ia menambahkan kehadiran Dewan Pendidikan Nasional Provinsi Kalbar untuk memastikan implementasi pelaksanaan sekolah inklusi di Kota Pontianak. Pada prinsipnya Pemkot Pontianak terus berupaya memperbaiki sekolah-sekolah inklusi untuk mewujudkan Program Merdeka Belajar yang digagas pemerintah pusat bagi warga Kota Pontianak.
"Kita juga ada Autis Center dan TK Paud untuk menerima anak berkebutuhan khusus," ungkapnya.
Meski demikian, kata Edi, tidak seluruh sekolah bisa menerapkan sekolah inklusi karena sarana dan prasarana serta guru pendamping khusus harus dipersiapkan. Untuk menjadi guru pendamping khusus di sekolah inklusi, dibutuhkan keterampilan dan sertifikasi. Selain itu, sekolah inklusi juga harus bisa diakses bagi anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi harus mengutamakan keamanan bagi anak berkebutuhan khusus sehingga terhindar dari kecelakaan.
"Ruang khusus bagi anak-anak tersebut untuk bermain juga harus disiapkan," sebutnya.
Ketua Komisi Pendidikan Dasar Provinsi Kalbar, Kristianus menjelaskan pihaknya melakukan pertemuan dengan Wali Kota Pontianak membahas pendidikan inklusi dan Program Merdeka Belajar. Untuk pendidikan inklusi pihaknya melakukan monitoring di tingkat PAUD dan Sekolah Dasar.
"Hari ini kami mendapatkan gambaran bahwa di Kota Pontianak sebetulnya hal ini sudah dilakukan selama dua tahun terakhir. Jadi ini menurut kami merupakan suatu progres yang bagus untuk pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar di Kota Pontianak," ucapnya.
Dikatakan Kristianus, sejatinya pendidikan inklusi dan Merdeka Belajar merupakan program pemerintah pusat untuk dilaksanakan di daerah-daerah. Namun menurutnya masing-masing daerah memiliki keterbatasan. Kendala yang umum dihadapi adalah terkait tenaga guru, fasilitas sekolah dan konsep pendidikan dasar inklusi.
"Selama ini pendidikan inklusi itu untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Kita tahu semua warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak baik normal maupun memiliki kebutuhan khusus," pungkasnya. (prokopim)
Lomba Senam Jepin Kreasi Upaya Pelestarian Seni dan Budaya
PONTIANAK - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengapresiasi perlombaan Senam Jepin Kreasi 1 dan 2 yang digelar di Tugu Khatulistiwa, Minggu (31/10/2021). Senam Jepin Kreasi ini dinilainya sebagai upaya pelestarian kesenian dan budaya yang ada di Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan melalui Senam Jepin Kreasi ini bisa membawa Kota Pontianak khususnya dan Provinsi Kalbar umumnya berprestasi di tingkat nasional dan meningkatkan nilai budaya yang ada di Indonesia," ujarnya.
Bahasan menambahkan, lewat perlombaan Senam Jepin Kreasi ini banyak manfaat yang didapat oleh pesenam. Selain melestarikan seni dan budaya, juga untuk meningkatkan kebugaran tubuh karena gerakan-gerakan olahraga yang dilakukan oleh para pesenam.
"Serta bertujuan menggali, melestarikan dan mempromosikan tari dan kesenian daerah yang dikemas melalui senam irama," ungkapnya.
Menurutnya, Lomba Senam Jepin Kreasi menggambarkan bahwa kekayaan daerah dan kultur yang dimiliki ditampilkan dalam bentuk senam kreasi. Dengan keanekaragaman yang dimiliki itu sudah sepatutnya menjadi kebanggaan bagi semua masyarakat Pontianak.
"Oleh sebab itu Pemerintah Kota Pontianak akan terus mendorong agar seluruh kegiatan yang mengangkat kebudayaan masyarakat betul-betul difasilitasi dengan baik," terangnya.
Kepada Dewan Juri, Bahasan berpesan agar penilaian yang dilakukan obyektif sehingga Lomba Senam Jepin Kreasi 1 dan 2 ini bisa mencetak prestasi-prestasi yang diharapkan.
"Sehingga menciptakan kontestasi yang bisa memboyong penghargaan di event-event selanjutnya," tutupnya. (prokopim)
Syarbini Nahkodai Pengcab Pelti Pontianak 2021-2025
Hasil Muscab Pelti Kota Pontianak
PONTIANAK - Hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kota Pontianak memutuskan Syarbini Ikhsan sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Kota Pontianak periode 2021-2025. Syarbini menggantikan Ketua Pengcab sebelumnya, Fuadi Yusla yang telah berakhir masa jabatannya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak Syarif Saleh mengapresiasi pelaksanaan Muscab dengan terpilihnya Ketua Pengcab Pelti Kota Pontianak periode 2021-2025. Pemilihan kepengurusan yang baru ini agar roda organisasi tetap berjalan dan program-program Pelti yang telah direncanakan bisa terlaksana.
"Kita berharap di bawah kepengurusan yang baru ini, kedepan Pelti bisa lebih baik lagi dan semakin berkembang dengan mengikuti banyak pertandingan atau kejuaraan-kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional," ujarnya usai membuka Muscab Pelti Kota Pontianak di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Sabtu (30/10/2021).
Menurutnya, keikutsertaan atlet Pelti dalam setiap pertandingan maupun kejuaraan tenis lapangan akan semakin menempa kemampuan atlet tenis untuk tampil lebih baik lagi. Sebab tanpa keikutsertaan dalam pertandingan maupun kejuaraan, performa atlet tidak akan berkembang.
"Kalau perlu sebaiknya satu bulan sekali harus ikut pertandingan yang dilaksanakan, baik oleh Pengcab atau klub lain," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya lagi, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan oleh kepengurusan yang baru, seperti pembinaan terhadap pelatih dengan mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan bagi pelatih di tingkat nasional. Dengan demikian akan mencetak pelatih-pelatih atlet yang berprestasi.
"Kemudian atlet tenis kita juga harus sering tampil di kejuaraan nasional agar bisa terus melatih skill yang mereka milik," ucap Syarif Saleh.
Ketua Panitia Muscab Pelti Kota Pontianak Yusnaldi menjelaskan, dari 25 klub yang terdaftar pada Pengcab Pelti Kota Pontianak, yang dapat hadir pada pertemuan tersebut sebanyak 14 klub.
"Atas nama pengurus dan panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Pontianak, KONI dan klub serta seluruh panitia penyelenggara sehingga Muscab ini berjalan lancar dan sukses," pungkasnya. (prokopim)
Dharma Wanita Gelar Vaksinasi Massal, Wako Edi : 'Ayo Vaksin, Pontianak Sehat'
PONTIANAK - Serbuan vaksinasi massal di Kota Pontianak terus gencar dilakukan untuk menyasar masyarakat yang belum divaksin atau yang sudah menjalani vaksinasi pertama namun belum untuk vaksinasi kedua. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pontianak juga turut menggelar vaksinasi massal di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Sabtu (30/10/2021). Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka kegiatan vaksinasi massal. Dalam kesempatan itu, ia mengkampanyekan slogan vaksinasi yang diikuti oleh peserta vaksin.
"Ayo Vaksin, Pontianak Sehat," ucapnya.
Edi menyambut positif inisiasi DWP Kota Pontianak yang turun melaksanakan vaksinasi massal untuk memperluas jangkauan vaksinasi. Ia mengimbau seluruh anggota DWP untuk mengajak keluarga, tetangga, teman, saudara dan semua masyarakat untuk mendatangi titik-titik pelaksanaan vaksinasi agar bisa divaksin.
"Semangat terus Dharma Wanita, ajak anggotanya untuk mengajak keluarga dan tetangganya untuk divaksin," imbaunya.
Sebagaimana diketahui, capaian vaksinasi di Kota Pontianak ditargetkan 70 persen hingga akhir Oktober 2021. Ia berharap dalam dua hari ini jumlahnya semakin melonjak karena akhir pekan ini banyak digelar vaksinasi massal oleh berbagai pihak.
"Target kita akhir 2021 harus 80 persen. Kalau ini sudah tercapai, ikhtiar kita Insyaallah Kota Pontianak terbebas dari pandemi Covid-19 dan kita bisa beraktivitas seperti sediakala," ungkap Edi.
Menurutnya, vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19. Upaya itu membuahkan hasil dimana pandemi Covid-19 di Kota Pontianak sudah mulai mereda dan terkendali. Di Rusunawa Nipah Kuning sudah tidak ada lagi pasien yang menjalani isolasi, demikian pula di rumah sakit jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 kian berkurang.
"Meskipun demikian, kita masih dalam keadaan darurat pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan masih menjadi kunci utama dalam pencegahan Covid-19," tukasnya.
Ketua DWP Kota Pontianak Eka Suharti Aprilianti Mulyadi menjelaskan kegiatan vaksinasi massal hari ini dalam rangka memperingati Ulang Tahun DWP Kota Pontianak ke-22 sekaligus Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak. Untuk peserta vaksinasi yang terdaftar sebanyak 503 orang. Jumlah ini dikatakannya akan bertambah karena masih terbuka bagi masyarakat yang mendaftar langsung pada hari ini.
"Kita juga minta keluarga ASN diikutsertakan bagi yang belum divaksin," tuturnya.
Eka menambahkan, tujuan pelaksanaan vaksinasi massal ini untuk membantu masyarakat yang belum mendapat vaksin Covid-19. Selain vaksinasi, lanjutnya, DWP Kota Pontianak juga melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial lainnya.
"Pekan depan kita akan melaksanakan donor darah, anjangsana ke panti-panti dan sebagainya," imbuhnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi mendukung DWP Kota Pontianak yang telah menginisiasi kegiatan vaksinasi massal. Hal ini merupakan upaya DWP membantu dan mendukung program vaksinasi. Langkah DWP menggelar vaksinasi massal ini juga untuk menggencarkan vaksinasi di kalangan ASN lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. DWP dinilainya berperan ambil bagian untuk mengajak seluruh ASN beserta keluarga-keluarganya yang belum divaksin, termasuk yang pensiunan yang belum tersentuh program vaksinasi.
"Alhamdulillah datanya cukup banyak, mudah-mudahan bisa terpenuhi sesuai dengan harapan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, kegiatan hari ini yang dilakukan DWP Kota Pontianak yang sudah terdaftar pesertanya kurang lebih 500 orang. Namun jumlah itu bisa bertambah karena pendaftaran dilakukan secara langsung di lokasi.
"Siapapun yang datang akan dilayani pada hari ini," terangnya. (prokopim)