,
menampilkan: hasil
Nanda Bersyukur Terima Bantuan dari Pemkot Pontianak
Wako Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Gang Margodadirejo
PONTIANAK - Nanda (26), keluarga korban musibah kebakaran di Gang Margodadirejo I Dalam, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, merasa bersyukur telah menerima bantuan berupa makanan siap saji, matras, perlengkapan masak dan lainnya, dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Selain itu, juga diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berupa bantuan beras cadangan pangan kepada gelandangan dan pengemis (gepeng).
"Alhamdulillah kami merasa terbantu dan terima kasih atas kepedulian Pemkot Pontianak kepada kami yang terkena musibah," katanya usai menerima secara simbolis bantuan di Halaman Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak, Jumat (4/11/2022) pagi.
Ia menuturkan, sebelum peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumahnya, hanya ada ibu dan anaknya yang tengah berada di rumah saat kejadian. Sementara anggota keluarga lainnya sedang berada di tempat kerja masing-masing.
"Rumah saya 80 persen ludes terbakar, tapi rumah sebelah itu semuanya habis terbakar," sebutnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, pihaknya berencana memberikan bantuan secara fisik lewat program bedah rumah kepada warga yang rumahnya terdampak musibah kebakaran. Sedangkan untuk gepeng menerima masing-masing 20 kilogram beras.
"Nanti kita akan data untuk bantuan fisik, lewat program bedah rumah. Bedah rumah itu simultan. Dan untuk penerima bantuan lainnya ada bantuan cadangan pangan berupa beras, karena terdampak inflasi," paparnya.
Penyebab terjadinya musibah kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Untuk itu, Edi mengimbau warga untuk peka dengan kondisi aliran listrik di rumah masing-masing dengan memastikan keamanan jaringan listrik.
"Terutama jaringan listrik, dan penggunaan alat listrik, kalau bisa diperiksa secara berkala. Lakukan konsultasi dengan pihak teknis dalam hal ini PLN," ungkapnya.
Ia berharap melalui bantuan tersebut menambah semangat dari penerima bantuan. Edi menambahkan, meski bantuan yang diberikan bersifat sementara, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkot Pontianak bagi warga yang tertimpa musibah.
“Saya minta kepada lurah dan camat bersama Tagana merespon cepat saat terjadi musibah, tidak hanya secara fisik tapi juga mendampingi dari sisi psikologi. Terus lakukan pendataan setiap bulan, jadi ketika kita dalam kondisi siap untuk menyalurkan bantuan apabila terjadi kejadian serupa. Informasikan hal ini kepada RT dan RW,” pesannya.
Pendataan yang merata juga diharapkannya terlaksana bagi seluruh elemen masyarakat. Dari database itu dirinya ingin bantuan sosial dapat tersalur secara tepat sasaran. Terutama pada momen-momen penting saat Hari Raya Idul Fitri maupun bulan Ramadan.
“Supaya adil jadi semuanya bisa merasakan manfaat bantuan, tidak selalu orang yang sama. Kemudian edukasi masyarakat yang mendapat bantuan, agar bantuannya digunakan secara positif,” ucapnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati memaparkan, terdapat total 168 karung 10 kilogram beras yang disebar ke seluruh kecamatan se-Kota Pontianak.
"Setiap keluarga mendapatkan 20 kilogram beras," jelasnya.
Bagi korban kebakaran, lanjut Tina, sapaan akrabnya, disiapkan dua jenis bantuan dari Dinas Sosial, yaitu sandang dan pangan. Namun untuk memberikan bantuan tersebut berlaku waktu tertentu, yaitu hari kelima, enam dan tujuh pasca musibah. Sebelumnya ditangani pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak.
"Sementara korban kebakaran menginap di rumah keluarganya atau menunggu sampai adanya bedah rumah," terangnya. (kominfo/prokopim)
Investor Malaysia Tertarik Bangun Jalan Tol, Edi Harap Tol Pontianak-Singkawang
Lawatan Perusahaan Asal Kuching Jajaki Peluang Kerjasama
PONTIANAK - Sejumlah perusahaan asal Kuching, Sarawak Malaysia melakukan lawatan ke Kota Pontianak. Agenda lawatan ini dalam rangka menjajaki kerjasama yang bisa dilakukan di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Junaidi, Executive Chairman Maltimur Resources SDN BHD, mewakili rombongan yang terdiri dari tujuh perusahaan, menjelaskan, tujuan kedatangan pihaknya ini untuk menjajaki peluang kerjasama yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan yang berasal dari Kuching di Provinsi Kalbar, termasuk Kota Pontianak.
"Saya melihat peluang kerjasama yang bisa dilakukan dengan Kota Pontianak antara lain membuat jalan tol. Kami berharap penjajakan pembangunan jalan tol itu bisa dikaji lebih dalam terhadap peningkatan ekonomi," ujarnya usai bertemu dengan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, Kamis (3/11/2022).
Selain itu, lanjut Junaidi, ada pula perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik solar hybrid. Solar hybrid ini dinilai cocok digunakan di daerah-daerah pedalaman atau jauh dari wilayah perkotaan, di mana penduduk yang bermukim di sana tidak terlalu banyak.
"Sebenarnya banyak peluang-peluang lainnya yang bisa dikerjasamakan," sebutnya.
Peluang kerjasama di Kalbar sangat terbuka bagi perusahaan-perusahaan yang berasal dari Kuching Sarawak. Apalagi, kata dia, Kalbar termasuk Pontianak, pembangunannya berkembang pesat.
"Kami berharap melalui kerjasama ini nantinya bisa semakin mempercepat pembangunan di wilayah ini, terutama Sambas, Singkawang dan Pontianak," ungkap Junaidi.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, kunjungan para pengusaha asal Kuching Sarawak ini untuk menjajaki peluang kerjasama di Kota Pontianak. Meski sebatas penjajakan, namun pihaknya menyambut baik kedatangan pengusaha-pengusaha asal negeri jiran. Apalagi mereka menawarkan kerjasama pembangunan jalan tol. Pembangunan jalan tol yang mungkin bisa dikerjasamakan misalnya jalan tol Pontianak-Singkawang atau Pontianak-Sambas.
"Kita berharap ini bisa direalisasikan. Namun tergantung pada kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar karena berkaitan dengan dua wilayah," katanya.
Beberapa perusahaan yang menjajaki peluang kerjasama antara lain bergerak di bidang jasa konstruksi serta berpengalaman membangun kereta api, MRT, highway, termasuk energi listrik. Menurut Edi, untuk menjalin kerjasama dengan investor asing, banyak faktor penentu untuk memutuskan suatu kerjasama tersebut.
"Misalnya masalah regulasi. Kalau untuk menerima investor dari luar, ada aturan-aturannya dan kewenangan dari pemerintah pusat," pungkasnya. (prokopim)
Ketua Umum LPTQ Pontianak Minta Peserta Jaga Kesehatan
PONTIANAK - Ketua LPTQ Kota Pontianak, Mulyadi melepas keberangkatan kafilah kota Pontianak dari Sekretariat LPTQ Kota Pontianak yang akan berlaga pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke XXX di Kabupaten Ketapang.
Dia berpesan agar peserta betul-betul menjaga kondisi kesehatan selama di perjalanan mengingat perjalanan yang akan ditempuh cukup panjang menuju kabupaten Ketapang.
"Saya minta Dinas Kesehatan yang ikut mendampingi kafilah harus satu bus bersama kafilah sekaligus bawa obat-obatan untuk menjaga kondisi-kondisi yang tidak kita inginkan," ujarnya ketika mengecek peserta didalam bus, Kamis pagi (3/11/2022).
Setelah mengecek kondisi bus dan peserta, Mulyadi menambahkan, Tempat duduk didalam bus sudah diatur dengan baik dengan prioritas utama adalah peserta.
"Tempat duduknya harus nyaman, peserta jangan sampai duduk yang paling belakang kecuali atas keinginannya sendiri, yang jelas kita sudah berikan 3 bus artinya tempat duduk dengan jumlah penumpang sudah sangat longgar," imbuhnya.
Dia juga meminta kepada peserta, jika didalam perjalanan ada masalah jangan ragu untuk segera disampaikan kepada pimpinan rombongan atau tim pelatih.
"Kita berharap para peserta bisa konsentrasi penuh jangan ada perasaan bimbang dan ragu, harus yakin dan percaya di ketapang kita bisa tampil yang terbaik itu yang terpenting," pungkasnya. (prokopim)
Wako Ingatkan Kafilah Pontianak Jaga Kesehatan dan Disiplin
Lepas Keberangkatan 76 orang Kafilah Pontianak MTQ XXX Kalbar di Ketapang
PONTIANAK - Sebanyak 76 orang terdiri dari peserta dan official yang tergabung dalam Kafilah Kota Pontianak siap berlaga pada MTQ XXX Tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Ketapang. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berpesan kepada peserta untuk menjaga kesehatan selama bertanding pada MTQ Tingkat Provinsi Kalbar yang digelar mulai tanggal 5 hingga 11 November 2022.
"Kita minta para peserta menjaga kekompakkan, disiplin, kesehatan fisik, apalagi kondisi cuaca tidak menentu sehingga tubuh harus tetap bugar dan optimis," ujarnya saat melepas Kafilah Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Rabu (2/11/2022).
Rencananya Kafilah Kota Pontianak akan diberangkatkan besok, Kamis (3/11/2022) melalui jalan darat. Ia berharap perjalanan para kafilah lancar hingga sampai di Kabupaten Ketapang.
"Mudah-mudahan dalam perjalanan besok lancar dan semuanya dalam kondisi sehat," katanya.
Edi juga berharap para peserta yang mengikuti lomba bisa lebih optimal sehingga menjadi juara umum. Terlebih, apabila ada peserta dari Kafilah Kota Pontianak yang mampu meraih nilai-nilai tertinggi, maka bisa mewakili Provinsi Kalbar di tingkat nasional. Juara umum MTQ Provinsi Kalbar menjadi target Kafilah Kota Pontianak.
"Mudah-mudahan Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih juara umum pada MTQ Tingkat Provinsi Kalbar tahun ini," tutur Edi.
Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak, Mulyadi berharap selama pelaksanaan MTQ di Ketapang, peserta dari Kafilah Kota Pontianak mampu mengukir prestasi yang membanggakan.
"Mudah-mudahan Kota Pontianak bisa menjadi yang terbaik dan bisa mengharumkan nama Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar pada MTQ Tingkat Nasional," ucapnya.
Menurutnya, beberapa waktu lalu saat pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional, ada di antara peserta dari Kota Pontianak yang mewakili Provinsi Kalbar meraih juara. Jika ada peserta dari Kota Pontianak yang berhasil menjadi juara dan mewakili Provinsi Kalbar untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional, maka pihaknya akan mengusulkan kepada Provinsi Kalbar untuk melakukan pemusatan pelatihan.
"Nanti kita akan meminta izin dengan Provinsi untuk melakukan penggemblengan sebelum masuk ke tingkat nasional," pungkasnya. (prokopim)