,
menampilkan: hasil
Pemkot Terima Bantuan 20 Bak Sampah Lewat Program CSR Indomaret
PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima bantuan sebanyak 20 set bak sampah dari Indomaret. Penyerahan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) lewat Program Bantuan Indomaret Peduli Berbagi ini diterima Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (20/4/2023).
"Bak-bak sampah ini akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis terutama di taman-taman kota, sebagian di trotoar serta mengganti bak-bak sampah yang sudah rusak," ungkap Edi.
Keberadaan bak sampah ini diharapkan bisa membantu masyarakat sehingga tidak kesulitan ketika ingin membuang sampah. Dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya maka masyarakat ikut peduli menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita berharap masyarakat peduli untuk menjaga kota tetap bersih, indah dan asri," ujarnya.
Bantuan bak sampah ini terdiri dari tiga jenis bak, yakni bak sampah berwarna kuning untuk sampah non organik, warna hijau untuk sampah organik dan merah untuk sampah jenis B3. Bak sampah non organik terdiri dari sampah plastik, botol plastik, karet dan sejenisnya. Kemudian untuk sampah organik mencakup dedaunan, sisa sayur dan buah, sisa daging, nasi dan seterusnya. Sedangkan sampah B3 seperti pembalut sekali pakai, popok sekali pakai, elektronik meliputi kabel bekas, telepon genggam, serta benda tajam seperti silet, alat pencukur, dan sebagainya. Edi menilai dengan penyediaan tempat sampah dengan sistem pilah ini juga untuk mengedukasi masyarakat sehingga sampah yang sudah terpilah dari rumah, akan memudahkan untuk selanjutnya dikelola.
"Dengan demikian sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin berkurang sebagaimana target Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengurangi 30 persen sampah yang diangkut ke TPA Batu Layang di tahun 2023," ungkapnya.
Menurut Wali Kota Edi Kamtono, penyerahan bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban perusahaan lewat program CSR. Program CSR tersebut bisa disalurkan untuk beberapa program seperti lingkungan yang berkaitan dengan bantuan bak sampah ini, kesehatan, sosial, infrastruktur dan lainnya.
"Kalau CSR ini dioptimalisasikan lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pembangunan, saya yakin kota akan semakin lebih maju dan tertata," pungkasnya. (prokopim)
DLH Siagakan Petugas Antisipasi Lonjakan Sampah di Hari Lebaran
Hari Lebaran, Warga Diimbau Buang Sampah di TPS Sebelum Pukul 03.00 WIB
PONTIANAK – Berkaca dari pengalaman lebaran tahun lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak akan bekerja ekstra keras untuk menangani sampah yang diperkirakan terjadi lonjakan pada Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah tahun ini. Untuk menghadapi membludaknya tumpukan sampah pada Hari Raya Idulfitri, DLH Kota Pontianak menyiagakan petugas yang akan melakukan pengangkutan sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono memperkirakan produksi sampah pada lebaran tahun ini bakal melonjak hingga mencapai 20 persen sampai 25 persen, bahkan mungkin hingga 30 persen. Sebagaimana Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 6 Tahun 2006 tentang jadwal pembuangan sampah di Kota Pontianak yang dipertegas dengan Perwa Nomor 01 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum, yang menyebutkan bahwa jadwal pembuangan sampah di Kota Pontianak mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Namun pada Hari Raya Idulfitri jumlah sampah meningkat dan membuat para petugas kebersihan kewalahan, sehingga tak jarang mereka terlambat dan tidak sempat melaksanakan Salat Id. Untuk itu, pihaknya membatasi jadwal pembuangan sampah hanya sampai pukul 03.00 WIB, mulai tanggal 21 hingga 23 April 2023.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat membuang sampah lebih awal karena pada lebaran tahun ini jadwal pembuangan sampah kami batasi hanya sampai pukul 03.00 WIB subuh,” ujarnya, Selasa (18/4/2023).
Ia menambahkan, pengaturan jadwal pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) lebih awal pada hari lebaran supaya pihaknya bisa memperkirakan jumlah sampah yang diangkut sehingga bisa selesai lebih awal dan para petugas kebersihan mendapat kesempatan untuk melaksanakan ibadah Salat Id berjamaah.
“Kita ingin tahun ini para petugas kebersihan bisa ikut melaksanakan Salat Id yang mungkin pada tahun-tahun sebelumnya tidak dapat mereka lakukan karena harus melaksanakan tugas dalam menjaga kebersihan kota,” ungkap Usmulyono.
Namun demikian, ia berharap masyarakat yang hendak membuang sampah tetapi melewati jadwal yang ditentukan , supaya menyimpan sampah tersebut di rumahnya masing-masing terlebih dahulu. Selanjutnya, sampah-sampah tersebut bisa dibuang pada hari berikutnya.
“Supaya tidak terjadi penumpukan sampah di TPS-TPS yang ada,” katanya.
Dari pantauan di lapangan, volume sampah yang ada di TPA Batu Layang masih belum terjadi penurunan, utamanya didominasi sampah rumah tangga. Untuk menangani volume sampah yang melonjak, pihaknya mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan dan mengangkut sampah hingga ke TPA Batu Layang. Para petugas itu tersebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak.
“Kita ingin Pontianak tetap terjaga kebersihannya dan sampah-sampah yang ada bisa tertangani dengan baik,” tukasnya.
Petugas yang dikerahkan terdiri dari 229 orang (sopir dan kru) armada angkutan sampah, petugas penyapuan 339 orang dan petugas penjaga TPS/TPA 80 orang.
"Mereka tersebar di 38 lokasi TPS dan mereka lembur jika terjadi lonjakan timbulan sampah mulai pada malam H-1 sampai dengan H+1 lebaran," pungkasnya. (prokopim)
Tanggapi LKPJ Wali Kota, DPRD Serahkan 35 Rekomendasi
PONTIANAK — Sebanyak 35 rekomendasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak saat Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2022, di Gedung DPRD Kota Pontianak, Selasa (18/4/2023).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyebut, inti pembahasan dalam rekomendasi tersebut bertujuan untuk percepatan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak. Fokus pembahasan dalam rekomendasi itu juga soal wakaf bagi masyarakat muslim Kota Pontianak dalam mengurus proses pemakaman.
"Setelah ini kita akan tindak lanjuti segera. Terutama soal PAD harus digenjot dan pembenahan tapping box," katanya usai rapat.
Persoalan wakaf juga tengah dibenahi, khususnya perluasan lahan maupun perlengkapan fasilitas prosesi pemakaman, mulai dari memandikan, ketersediaan ambulance hingga dikuburkan. Bahasan menyebut selama ini yang melaksanakan wakaf masih pihak swasta dan memerlukan keterlibatan pemerintah daerah.
"Itu semua aspirasi masyarakat, sudah bisa dipahami maksudnya. Semoga bisa terlaksana dengan cepat," sebutnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Firdaus Zar'in menerangkan, seluruh rekomendasi pihaknya diperuntukkan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan di lingkungan Pemkot Pontianak. Dirinya mengimbau eksekutif di tahun ini mengejar target hasil evaluasi itu.
"Pontianak kan kota perdagangan dan jasa. Kita harus bisa memaksimalkan pendapatan dari sektor itu," ungkapnya.
Tanah wakaf setiap masjid juga diminta untuk diperhatikan. Firdaus menjelaskan, kehadiran pemerintah perlu mengurusi tanah wakaf. Dulu sempat ada bidang yang mengurus pemakaman di dinas kebersihan. Sekarang dirinya mendorong Pemkot Pontianak harus menyiapkan lahan untuk membuka kawasan.
"Makanya akan kita masukkan ke Bappeda Kota Pontianak untuk direncanakan. Dinas teknis yang khusus hilang bidangnya. Tapi saya rasa belum perlu, bisa kita kerja samakan dengan pihak ketiga," tutupnya. (prokopim/kominfo)
Jamin Keamanan Warga Berlebaran Lewat Opspol Ketupat Kapuas
Apel Gelar Pasukan Opspol Ketupat Kapuas 2023
PONTIANAK - TNI/Polri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah mempersiapkan pengamanan menjelang perayaan Idulfitri 1444 Hijriyah di Kota Pontianak. Untuk memastikan kesiapan petugas, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan bersama Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi melakukan pemeriksaan petugas yang akan melakukan pengamanan pada Apel Gelar Pasukan Opspol Ketupat Kapuas 2023 di Halaman Mapolresta Pontianak, Senin (17/4/2023).
Bahasan mengatakan, perayaan lebaran tahun ini diperkirakan lebih ramai karena sudah diperbolehkannya arus mudik di berbagai wilayah di Indonesia setelah melewati masa pandemi beberapa tahun lalu. Meningkatnya aktivitas masyarakat yang merayakan Idulfitri tahun ini perlu dilakukan antisipasi dalam rangka pengamanan agar berjalan tertib dan lancar. Lewat Opspol Ketupat Kapuas 2023 yang digelar Polresta Pontianak, ia berharap keamanan dan ketertiban masyarakat lebih terjamin.
"Saya mengapresiasi jajaran TNI/Polri, kita bersama-sama berkolaborasi dalam rangka mewujudkan Kota Pontianak tetap kondusif sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan lancar terutama selama perayaan Idulfitri tahun ini," ujarnya.
Dalam melakukan pengamanan, lanjutnya, perlu diperhatikan titik-titik lokasi pengamanan, terutama dalam mengantisipasi arus mudik. Titik-titik tersebut di antaranya Pelabuhan Dwikora dan terminal-terminal angkutan umum. Demikian pula dalam pengamanan arus lalu lintas, hal yang perlu diantisipasi adalah kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.
"Hal ini untuk mencegah supaya tidak terjadi kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di jalan," ungkapnya.
Lonjakan aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan maupun pasar-pasar yang ada di Kota Pontianak menjelang Idulfitri juga perlu dilakukan antisipasi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak mengenakan perhiasan yang mencolok sehingga bisa mengundang tindak kriminalitas seperti penjambretan.
"Yang perlu kita antisipasi terutama kemacetan lalu lintas dan gangguan keamanan seperti copet, jambret dan tindak kriminalitas lainnya," kata Bahasan. (prokopim)