,
menampilkan: hasil
Peran Komunitas Masyarakat Penting Tekan Angka HIV
Peran Komunitas Masyarakat Penting Tekan Angka HIV
PONTIANAK – Hari AIDS Sedunia di Kota Pontianak diperingati dengan karnaval yang diikuti masyarakat serta komunitas peduli HIV/AIDS di Kota Pontianak. Berbagai rangkaian acara digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak seperti lomba video reels, seminar anti stigma, jalan sehat sampai tes HIV/AIDS. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak Saptiko menjelaskan, pelayanan prioritas selalu diberikan kepada warga yang mengidap virus HIV/AIDS seperti pengobatan BPJS.
“Dukungan selalu kita berikan, baik terhadap penderita maupun keluarganya,” katanya usai membuka Peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Pontianak, di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani, Minggu (3/12/2023).
Menurut Saptiko, cara paling tepat untuk menurunkan angka tertular virus HIV/AIDS adalah dengan penyuluhan berkala kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling mengingatkan orang-orang terdekat. Kemudian langkah lainnya yang tidak kalah penting adalah skrining atau pemeriksaan. Khususnya untuk ibu hamil, apabila tidak ingin anak yang lahir tertular virus, segera diminta diperiksakan untuk mendapat penanganan.
“Periksa apakah ada virus itu dalam tubuh kita. Itu lebih bagus. Kalau negatif, kita fokus pencegahan. Kalau positif, itu bisa ditangani, dengan tidak menularkan dan kita bisa hidup seperti biasa,” imbuhnya.
Saptiko menuturkan, berbeda dengan penanganan pada tahun 2001 saat awal mula program pemberantasan HIV/AIDS dimulai, kini program-program penanganan HIV/AIDS sudah lebih mutakhir. Bahkan ia menjelaskan, beberapa kasus individu yang tertular dapat menikah dan memiliki anak tanpa menularkan virus.
“Semua itu sudah ada programnya. Kini sudah canggih dan lengkap, tetapi perlu minum obat seumur hidup,” ungkapnya.
Bentuk dukungan kepada warga tertular HIV/AIDS pun kini dinilai Saptiko sudah sangat baik. Tidak ada diskriminasi dan tindakan yang dilakukan berdasarkan rasa takut berlebihan kepada pengidap.
“Dulu itu kasur tempat pengidap HIV/AIDS setelah digunakan langsung dibakar. Itu diskriminasi, tapi sekarang tidak. Itu membuktikan dukungan kita semakin kuat kepada pengidap,” paparnya. (kominfo/prokopim)
Potong Rambut Bayar Seiklasnya, Edi Puji Aksi Barber Peduli Palestina
Kolaborasi Rumah Zakat Kalbar Bersama 50 Barber
PONTIANAK - Asrul Putra Nanda, Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, menjadi orang pertama yang ikut dipangkas rambutnya oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Dengan menggunakan alat cukur, Edi dengan perlahan mencukur bagian demi bagian rambut Asrul. Meski tak tuntas, pekerjaan memangkas itu dilanjutkan satu di antara 50 barber yang ikut berpartisipasi pada kegiatan sosial bertajuk ‘Potong Rambut Bayar Seiklasnya, Aksi Peduli Palestina’ yang digelar Rumah Zakat Kalbar di Taman Digulis Untan, Minggu (3/12/2023) pagi. Hasil dari penggalangan dana ini untuk membantu rakyat Palestina yang tengah tertimpa musibah akibat serangan Israel.
Edi mengapresiasi aksi yang diinisiasi Rumah Zakat dengan melibatkan para barber atau pemangkas rambut sebagai bentuk dukungan dan bantuan nyata demi kemanusiaan. Melalui aksi ini, para barber telah membuktikan bahwa setiap orang, dalam kapasitasnya masing-masing, dapat berkontribusi untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan harapan kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.
“Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka, yang mana para barber ini mengajarkan kepada kita semua betapa pentingnya saling berbagi dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, tanpa memandang perbedaan atau batasan apapun,” ujarnya.
Edi menilai, aksi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak orang lainnya untuk melakukan sesuatu yang nyata dan bermakna dalam menghadapi situasi sulit di berbagai belahan dunia. Dalam setiap potongan rambut, mereka mengingatkan kita semua akan kekuatan solidaritas dan kepedulian yang dapat merangkul dan mengubah kehidupan seseorang.
“Potong Rambut Bayar Seikhlasnya sebagai bentuk kepedulian para barber terhadap penderitaan rakyat Palestina ini telah memberikan pelajaran berharga tentang kekuatan, kebaikan dan kerja sama dalam merangkul dunia yang lebih adil dan berempati,” tuturnya.
Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, Asrul Putra mengatakan, di tengah konflik yang sedang terjadi di Palestina, di mana masyarakat Palestina sedang menghadapi penderitaan dan kesulitan yang tak terbayangkan, ada kelompok individu yang berusaha memberikan dukungan dan bantuan nyata untuk mereka, seperti aksi yang dilakukan oleh para barber.
“Para barber ini menggunakan keahlian mereka dalam seni memangkas rambut untuk menggalang dana dan memberikan sumbangan kepada masyarakat Palestina yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menceritakan, aksi ini berawal dari ide dan tekad kuat sekelompok barber yang merasa tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar mencukur rambut pelanggan mereka. Mereka ingin berkontribusi dalam menyebarkan kesadaran tentang konflik yang sedang berlangsung dan membantu meringankan beban yang ditanggung oleh rakyat Palestina.
“Tidak ada harga yang ditetapkan untuk potongan rambut, hanya semangat saling membantu yang menjadi fokus utama,” ucapnya.
Warga yang melintas di Bundaran Digulis Untan, secara spontanitas berdatangan untuk dipangkas rambutnya. Mereka begitu antusias melihat aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan membantu Rakyat Palestina. Satu di antaranya Muis. Ia datang ke lokasi ini untuk dipangkas rambutnya sekaligus ingin memberikan dukungan pada Palestina.
“Kebetulan rambut saya sudah mulai panjang dan saya juga melihat aksi ini ditujukan untuk membantu bangsa Palestina yang tengah tertimpa musibah, makanya saya datang ke sini,” sebut mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ini. (prokopim)
Geliat Warkop Hidupkan Kembali Kawasan yang Dulunya Sepi
Bertema Vintage, Tren Bisnis Warkop Rambah Lokasi Lengang
PONTIANAK - Budaya ngopi di warung kopi menjadi bagian tak terpisahkan bagi sebagian besar warga Kota Pontianak. Tak heran, jika Pontianak dikenal dengan julukan ‘Kota Seribu Warung Kopi’ karena menjamurnya usaha warung kopi di setiap sudut kota.
Bahkan, tren bisnis warung kopi lokasinya tidak lagi menyasar titik-titik keramaian yang ada di Pontianak, melainkan sudah mulai merambah di lokasi yang jauh dari hiruk pikuk lalu lalang orang. Tren ini menjadikan kawasan-kawasan yang dulunya sepi, menjadi hidup kembali karena banyaknya pengunjung yang datang untuk menikmati kopi sambil bercengkrama atau sekadar ngobrol santai.
Konsepnya pun sudah banyak yang bertemakan vintage, dengan nuansa warung kopi era tahun 70-an, seolah mengajak para pengunjung bernostalgia dengan suasana jadul. Meski demikian, pengunjungnya didominasi oleh anak-anak muda. Sebagian besar pemilik warkop dengan konsep itu, sengaja tidak menyediakan fasilitas wifi agar pengunjung berinteraksi dan menikmati minuman dan hidangan tanpa disibukkan dengan gadget yang dimiliki.
Melihat tren bisnis warung kopi yang menyebar di setiap sudut kota, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berpendapat, kecenderungan ini mulai banyak dilirik oleh para pelaku usaha warung kopi sebagai bisnis yang menjanjikan. Kehadiran warung kopi yang mulai menyasar lokasi-lokasi jauh dari keramaian, membuat kawasan-kawasan yang dulunya sepi menjadi ramai dan hidup kembali.
“Tentunya tren ini juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan-kawasan tersebut seperti di Nusa Indah ini,” ujarnya usai menghadiri peresmian Warung Kopi Loka Artha di Jalan Nusa Indah I, Sabtu (2/12/2023).
Geliat bisnis warung kopi maupun kafe di Kota Pontianak terus merebak. Bahkan, data menyebutkan, jumlah warung kopi di Kota Pontianak hampir mencapai 800-an. Menurut Edi, di Pontianak, setiap hari rerata menghabiskan sedikitnya 500 kilogram bubuk kopi dan 90 persen berasal dari luar Kalbar. Sementara, di Provinsi Kalbar belum ada perkebunan kopi dengan skala besar. Kalaupun ada, hanya ditanam oleh masyarakat dengan skala kecil.
"Tentu ini sebagai peluang emas bagi yang mempunyai lahan luas untuk menanam kopi serta memprosesnya menjadi bubuk kopi hingga siap diminum, saya yakin kebutuhan kopi di Kota Pontianak bisa terpenuhi," ungkapnya.
Selain itu, meluasnya usaha warung kopi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tak kalah pentingnya, kehadiran jenis usaha itu mampu menyerap banyak tenaga kerja.
"Misalnya satu warkop skala sederhana atau kecil itu bisa mempekerjakan dua hingga lima karyawan, apalagi kalau warkop atau kafe yang skala besar ada yang bisa menyerap di atas 50 orang tenaga kerja," sebutnya.
Edi menambahkan, usaha warkop yang ada di Kota Pontianak terdiri dari berbagai kriteria. Mulai dari warung kopi tradisional, kafe yang berdiri sendiri maupun yang ada di hotel-hotel dan restoran. Jenis usaha tersebut tidak sedikit memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perolehan pajak daerah.
"Kalau dikalkulasikan seluruh usaha sektor UMKM ini sangat besar kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak," pungkasnya. (prokopim)
Wali Kota Apresiasi Dunia Usaha Peduli Lingkungan Lewat CSR
Bank Danamon Serahkan Bantuan 40 Kursi Taman dan 20 Tempat Sampah
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menerima bantuan berupa 40 unit kursi taman dan 20 unit tempat sampah dari Bank Danamon. Penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sandra Angelia selaku Region Head Danamon kepada Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Waterfront City Jalan Barito, Sabtu (2/12/2023). Sandra menjelaskan, diserahkannya kursi taman dan tempat sampah masih dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-252 Pontianak dan peringatan HUT ke-33 Danamon Pontianak.
“Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tahun ini kami ikut menyukseskan fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau,” terangnya usai penyerahan.
Beberapa lokasi ruang terbuka hijau sudah bertebaran di Kota Pontianak. Meskipun bantuan kursi taman dan tempat sampah ini terbatas, kedepannya pihaknya ingin memberikan kontribusi lebih banyak lagi untuk pembangunan Kota Pontianak.
“Tahun ini kami ikut penghijauan dan pemeliharaan. Dan (kursi taman serta tempat sampah) ini akan kita pasang di taman-taman, waterfront. Secara bertahap kita akan terus berpartisipasi,” tuturnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian Bank Danamon kepada Kota Pontianak. Tentunya, program-program CSR seperti ini bisa langsung dirasakan masyarakat luas terutama di ruang-ruang publik dan taman-taman. Sebagai contoh kursi taman dan tempat sampah yang terpasang di waterfront akan membantu pengunjung waterfront untuk membuang sampah serta beristirahat.
“Juga membangkitkan kepedulian masyarakat untuk hidup bersih jika semakin banyak titik-titik bak sampah ini,” paparnya.
Khusus di Kota Pontianak, terdapat sungai terpanjang di Indonesia, yaitu Sungai Kapuas. Di sini bergantung banyak kehidupan, seperti air bersih. Keperluan angkutan barang yang datang dari luar Kalimantan, pun masuk lewat Sungai Kapuas. Pemandangannya yang indah membuat wisatawan terpikat. Ditambah dengan penataan waterfront sepanjang Jalan Sultan Muhammad sampai Jalan Bardan Hadi, membuat mata pelancong betah mengunjungi tepian sungai. Edi memaparkan, Pemkot Pontianak kini tengah fokus melakukan pemeliharaan waterfront diiringi dengan pembangunan Mal Pelayanan Publik di Kawasan Pasar Kapuas Indah Jalan Kapten Marsan.
“Kursi taman dan tempat sampah akan bermanfaat untuk mempercantik waterfront. Saya harap dunia usaha terus memberikan kontribusi untuk Kota Pontianak,” imbuhnya. (kominfo/prokopim)