,
menampilkan: hasil
Jaga Ketersediaan Pangan, Pemkot Gelar Operasi Pasar di Enam Kecamatan
PONTIANAK – Mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar operasi pasar murah di enam kecamatan. Komoditi yang dijual di antaranya beras premium, telur, gula pasir, minyak goreng, mie instan hingga daging ayam. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, operasi pasar ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di pasaran.
“Hari ini mulai di Kecamatan Pontianak Utara, kita ingin memastikan ketersediaan pangan terus ada, sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasar,” katanya, Senin (3/4/2023).
Adapun jadwal operasi pasar adalah sebagai berikut, Senin (3/4) di Kantor Camat Pontianak Utara, Selasa (4/4) di Kantor Camat Pontianak Timur, Rabu (5/4) di Kantor Camat Pontianak Barat, Kamis (6/4) di Kantor Camat Pontianak Kota, Senin (10/4) di Kantor Camat Pontianak Selatan dan Selasa (11/4) di Kantor Camat Pontianak Tenggara. Waktunya dimulai dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Kendati demikian, jadwal ini bisa berubah menyesuaikan kondisi pasar.
“Kita jadwalkan dulu sepekan ini, silahkan masyarakat setempat datangi lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. Untuk jadwal bisa berubah, kita melihat situasi juga,” paparnya.
Sementara ini, harga pangan masih relatif stabil. Menurut Edi, meski terdapat kenaikan di beberapa komoditi, pihaknya optimis tidak akan terjadi lonjakan harga.
“Yang naik itu telur, beras dan lainnya. Setiap menjelang hari raya memang permintaan meningkat, dan sering terjadi kenaikkan, yang kita hindari itu memang lonjakannya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
330 Guru Ngaji Tradisional Terima Bantuan dari Pemkot Pontianak
Bantuan Operasional Rp1,8 juta per orang
PONTIANAK – Jika sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memberi bantuan dana operasional kepada kader Posyandu dan petugas fardhu kifayah, kali ini bantuan diberikan kepada 330 orang guru ngaji tradisional yang diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Masing-masing guru ngaji mendapatkan uang sejumlah Rp1,8 juta.
“Guru ngaji memberikan pemahaman yang baik dari nilai-nilai yang ada di Al Quran. Mereka mengajarkan budi pekerti kepada orang tua, dan bagaimana seorang anak harus disiplin,” katanya usai penyerahan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Senin (3/4/2023).
Pemkot Pontianak selalu menganggarkan dana operasional setiap tahunnya kepada guru ngaji tradisional sejak 2009. Edi menyampaikan ungkapan terima kasih bagi pengabdian setiap guru ngaji. Guru ngaji tradisional menurutnya, selain mengajarkan huruf-huruf hijaiyah, juga memberikan keteladanan akhlak kepada anak-anak.
“Mungkin apa yang kami berikan ini tidak sesuai dibandingkan pengabdian bapak ibu. Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan motivasi lebih serta semangat membina ajaran kebaikan,” terangnya.
Generasi muda Kota Pontianak memerlukan dedikasi seorang pengajar, tak hanya pada pelajaran ilmu pengetahuan, namun juga pengajaran keagamaan. Pengorbanan dari guru ngaji ini, lanjut Wako Edi, akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan pembangunan Kota Pontianak.
“Anak-anak kita jadi terbiasa dengan hal-hal positif. Di luar sekolah formal, guru ngaji menjangkau semua anak-anak dan mengajak mereka melaksanakan agama dengan benar dan kaffah (keseluruhan),” paparnya. (kominfo/prokopim)
Wako Harap Kampong Ramadan Dorong Kualitas UMKM
128 Stand Ekraf Ramaikan Kampong Ramadan, Berhadiah Umroh dan Motor
PONTIANAK – Berbagai macam hiburan dan kuliner disuguhkan pada gelaran Kampong Ramadan Kreatif di Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Usman. Diikuti 128 stand, kegiatan tersebut digelar mulai tanggal 2 hingga 16 April 2023.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap, kegiatan tersebut mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia turut mengajak masyarakat untuk mendatangi lokasi kegiatan dan menikmati indahnya Sungai Kapuas dari Taman Alun.
"Pontianak kota perdagangan dan jasa. Wisata kita adalah hiburan dan makanan. Semoga acara ini memicu meningkatnya sektor ekonomi kreatif," sebutnya usai meresmikan Kampong Ramadan Kreatif, Minggu (2/4/2023).
Bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat berharga bagi umat muslim. Terlebih karena populasi muslim di Kota Pontianak yang tinggi, membuat bulan suci selalu memiliki makna kepada masyarakatnya.
Edi menyebut, kolaborasi antar instansi mencerminkan Ramadan yang penuh keakraban. Terbukti dengan terselenggaranya Kampong Ramadan kali ini.
"Kegiatan ini diselenggarakan atas kolaborasi dari berbagai instansi. Kita bersama-sama memeriahkan dan mewarnai Ramadan bagi warga Kota Pontianak," ujarnya setelah mengelilingi semua stand yang ada.
Salah satu unggulan yang menjadi pembeda dari Kampong Ramadan sebelumnya adalah banyaknya suguhan hiburan. Mulai dari kultum, salat tarawih berjamaah, hiburan, perlombaan dan acara menarik lainnya yang bernuansa Islami. Selain itu pula penataannya lebih rapi dengan pemandangan Sungai Kapuas.
"Semuanya bernuansa Islami. Kampong Ramadan terdapat di beberapa titik. Nanti kita coba di enam kecamatan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kampong Ramadan Kreatif Harry Ronaldi menuturkan, Kampong Ramadan Kreatif ini digelar dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan dengan melibatkan para pelaku UMKM serta insan kreatif di Kota Pontianak.
"Kami berharap Kampong Ramada Kreatif ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produknya maupun insan kreatif yang ingin menampilkan kreativitasnya," katanya.
Harry menambahkan, Kampong Ramadan Kreatif ini tidak hanya menjual berbagai kuliner dan produk UMKM, tetapi juga menyuguhkan hiburan dan perlombaan yang bernuansa religi sesuai dengan tema menyemarakkan Ramadan 1444 Hijriyah.
"Tak kalah menariknya, ada doorprize berupa Umrah dan sepeda motor serta berbagai hadiah menarik lainnya bagi pengunjung yang beruntung," tutupnya. (kominfo/prokopim)
230 Petugas Fardhu Kifayah Terima Bantuan Operasional
PONTIANAK - Sebanyak 230 petugas fardhu kifayah se-Kota Pontianak menerima bantuan dana operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masing-masing sejumlah Rp1,8 juta, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota, Jumat (31/3/2023).
"Kami menyerahkan bantuan sebagai bentuk penghargaan sekaligus upaya menjalin silaturahmi dengan para petugas fardhu kifayah," ungkapnya.
Bagi umat muslim, fardhu kifayah mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kesetiakawanan. Selain kewajiban bersama, hal tersebut bermakna semangat bergotong royong. Oleh karenanya, Bahasan mengatakan, pihaknya berencana untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas, salah satunya dengan menambah bantuan operasional kedepannya.
"Semoga dengan bantuan ini mendorong semangat petugas untuk tetap produktif," sambungnya.
Di Kota Pontianak sendiri, jumlah masyarakat muslim sangatlah tinggi. Keberadaan fardhu kifayah turut meringankan masa-masa sulit seorang muslim lainnya. Bahasan menyebut, salah satu poin kesejahteraan adalah ketenangan dari seorang individu.
"Tugas fardhu kifayah itu juga menjadi sandaran ketika ada saudara yang lain mengalami musibah, sehingga juga mendorong pembangunan di Kota Pontianak," katanya. (kominfo/prokopim)