,
menampilkan: hasil
Edi Minta Data PKH Divalidasi dan Diperbaharui
Rakor Tim Teknis dan SDM PKH Dinsos
PONTIANAK – Sebanyak 10.957 Kepala Keluarga (KK) di Kota Pontianak telah terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2023 tahap kedua oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak. Di tahap pertama, sebanyak 308 KK telah lulus penerima bantuan PKH. Sebelumnya pada akhir tahun 2022, Dinsos Kota Pontianak lewat SDM PKH sudah melakukan seleksi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program PKH ini.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, terdapat 4,3 persen penduduk miskin di Kota Pontianak. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dari penduduk miskin.
“Hampir 20 ribu rumah kita bedah, termasuk sanitasinya. Selain itu program pemberdayaan, baik dari pemerintah maupun CSR lainnya. Sehingga kita harapkan mereka fokus meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkapnya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Teknis PKH dan SDM PKH Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Jumat (7/7/2023).
Kepada Tim Teknis PKH dan SDM PKH, Edi berharap, dapat menyalurkan bantuan dengan tepat. Validasi dan pembaharuan data menjadi perhatian sebelum proses penyaluran. Tidak hanya itu, pengawasan juga tak kalah penting, mengingat beberapa kasus dimana oknum memanfaatkan bantuan sosial ini.
“Semua bisa jadi oknum kalau dia melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Bisa di mana-mana, bisa ASN, RT dan RW sampai oknum petugas,” ujarnya.
Kadinsos Kota Pontianak, Trisnawati menjelaskan, bantuan sosial dari Kementerian Sosial sudah diluncurkan di awal tahun 2023. Sejak saat itu, pihaknya langsung menyebar bantuan ke seluruh titik di setiap kecamatan. Hingga sekarang, terdapat 50 orang SDM PKH yang masih berupaya menyalurkannya ke 29 kelurahan di Kota Pontianak.
“SDM PKH ini akan menilai mana yang layak dan tidak menerima bantuan. Di tangan bapak dan ibu kami berikan kewenangan untuk memotivasi masyarakat agar bisa mandiri,” sebutnya.
Dari survey yang dilakukan pihaknya, 80 persen bantuan digunakan untuk persoalan pangan. Pekerjaan KPM sebagian besar adalah asisten rumah tangga, kemudian berdagang. Rata-rata penghasilan KPM paling tinggi Rp1 juta. Dari 821 KK yang diusulkan menjadi KPM, terdapat 125 KK yang tidak layak. Ia meminta SDM PKH untuk melihat secara keseluruhan kondisi calon KPM.
“Yang menjadi evaluasi kita juga adalah yang menerima itu benar-benar keluarga yang tidak mampu. Mungkin pada saat disurvey bisa jadi dia masih mampu, kemudian selanjutnya tidak,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Intervensi Faktor Pemicu Cegah Terjadinya Kekerasan Terhadap Anak
Edi Paparkan Strategi Cegah Kekerasan pada Anak dalam Diskusi Kebangsaan
PONTIANAK - Keterbatasan dalam mengawasi anak merupakan satu di antara maraknya kasus-kasus berkaitan dengan anak. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya menjadi sangat penting sebagai lingkungan yang terdekat dengan anak. Untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, hal yang harus dilakukan adalah mengintervensi faktor-faktor yang menjadi penyebabnya.
"Penyebab-penyebab ini yang mestinya dilakukan intervensi untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, bukan hanya semata kasus itu sendiri," ujarnya usai menjadi narasumber Diskusi Kebangsaan 'Cegah dan Meminimalisir Kasus Kekerasan pada Anak' yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan di IMI Coffee, Kamis (6/7/2023).
Ia memaparkan faktor-faktor penyebab terjadinya kasus kekerasan pada anak. Penyebab utama adalah masalah sosial terutama berkaitan dengan lingkungan di mana anak tersebut berada. Kemudian faktor lainnya, maraknya media sosial yang sulit dibendung. Anak-anak sekarang ini sudah familiar dengan perangkat teknologi sehingga media sosial sudah menjadi keseharian mereka.
"Hal itu memberikan dampak terhadap perilaku anak dalam bergaul," ungkap Edi.
Masalah ekonomi juga mendominasi terjadinya kekerasan terhadap anak. Ketidakmampuan keluarga mengawasi anak berpeluang terjadinya kasus kekerasan terhadap anak. Pasalnya, orang tua mereka disibukkan mencari nafkah setiap hari demi bertahan hidup sehingga anak-anak mereka terabaikan dan kurang pengawasan dari orang tua.
"Oleh sebab itu, pentingnya dilakukan intervensi terhadap faktor-faktor penyebabnya sehingga kasus-kasus kekerasan terhadap anak tidak terjadi karena sudah dibentengi dengan intervensi tadi," sebutnya.
Edi menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya menekan kasus kekerasan terhadap anak. Dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak perlu adanya sinergitas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, KPAD, kepolisian, bersama komunitas dan masyarakat. Regulasi menjadi landasan dasar dalam menangani perlindungan anak. Mulai dari Undang-undang Perlindungan Anak, Perda Perlindungan Anak, Perda Kota Layak Anak hingga peraturan wali kota. Setelahnya itu, membentuk kelembagaan yang akan mengeksekusi pelaksanaan perlindungan anak. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani hal tersebut sudah ada. Demikian pula KPAD Kota Pontianak beserta komunitas juga sudah ada.
"Hingga tempat pelayanan penanganan anak berupa Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) juga sudah tersedia," tuturnya.
Pihaknya terus berupaya menekan angka kasus kekerasan terhadap anak. Oleh karenanya, perlu komitmen dan tekad bersama semua pihak dan stakeholder untuk mewujudkan zero kasus kekerasan anak dari berbagai sisi. Memang diakuinya, tidak mudah untuk mewujudkan hal itu karena masih banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus itu.
"Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mengasesmen atau melaporkan apabila menemukan terjadinya kasus-kasus kekerasan terhadap anak," tutupnya. (prokopim)
Jurnalis Malaysia Terkesan Suasana Tepian Sungai Kapuas
Rombongan Jurnalis Malaysia Susuri Sungai Kapuas dengan Kapal Wisata
PONTIANAK - Pesona Sungai Kapuas menjadi daya tarik tersendiri bagi Shikin Louis, satu di antara wartawan Sarawak Malaysia, saat menyusuri sungai terpanjang di Indonesia dengan kapal wisata. Shikin merupakan wartawan dari media DayakDaily asal Sarawak yang tergabung dalam Federation of Sarawak Journalists Association yang melakukan lawatan ke Kota Pontianak. Meski disertai hujan, namun rombongan awak media asal Malaysia ini menikmati suguhan pemandangan kehidupan di tepian Sungai Kapuas. Sesekali mereka melihat anak-anak tengah asyik berenang dan bermain di tepian sungai.
Bagi Shikin, suasana demikian menjadi sebuah pemandangan menarik di mana masyarakat setempat masih melakukan aktivitasnya di tepian sungai, seperti mandi, mencuci hingga tempat anak-anak bermain air.
"Saya sangat terkesan sebab meskipun di sepanjang sungai sudah banyak dibangun waterfront tetapi kehidupan masyarakat di tepian Sungai Kapuas masih terjaga dengan baik," ujarnya saat menikmati keindahan Sungai Kapuas di atas kapal wisata, Kamis (6/7/2023) sore.
Dia melihat perkembangan pembangunan di Kota Pontianak begitu pesat. Kendati demikian, kearifan lokal di kota ini dinilainya masih terjaga dengan baik. Diakuinya, keramahtamahan masyarakat di sini juga menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi pengunjung dari luar.
"Kami sangat senang bisa berada di Pontianak karena masyarakatnya ramah tamah dan kulinernya beraneka ragam," ungkapnya.
Terpisah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus membenahi sarana prasarana dalam rangka menjadikan kota ini nyaman bagi siapapun yang mengunjunginya.
"Semakin mantap sarana prasarana yang tersedia, maka semakin betah wisatawan yang datang berkunjung ke Pontianak," terangnya.
Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki keistimewaan tersendiri. Pasalnya, kota yang berjuluk Kota Khatulistiwa atau Equator City ini menjadi satu-satunya wilayah yang dilintasi garis khatulistiwa tepat berada di kota dan mudah diakses.
"Tak kalah istimewanya, kekayaan kuliner Kota Pontianak sangat beraneka ragam dan terkenal nikmatnya. Kuliner di sini juga banyak diburu oleh wisatawan," sebut Edi.
Dirinya berharap seiring berlalunya pandemi Covid-19, geliat perekonomian di Pontianak terus menunjukkan peningkatan. Kunjungan wisatawan juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya roda perekonomian dan pendapatan masyarakat terutama UMKM.
"Kita ingin Pontianak ini menjadi satu destinasi pilihan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," pungkasnya. (prokopim)
Wali Kota Edi Kamtono Sambut Kedatangan Jurnalis Malaysia
Jajaki Peluang Kerja Sama Antara Kedua Wilayah
PONTIANAK - Sebanyak 20 orang awak media dari Sarawak Malaysia melakukan lawatan ke Kota Pontianak. Kedatangan rombongan yang tergabung dalam Federation of Sarawak Journalists Association (Persatuan Wartawan Sarawak) bersama Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri serta didampingi pihak KJRI diterima langsung Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, Kamis (6/7/2023).
Kedatangan wartawan asal Malaysia ini untuk memperoleh informasi berkaitan dengan Kota Pontianak. Edi menyebut, banyak hal yang dipaparkannya kepada para tamu, mulai dari pemerintahan, kepariwisataan, kebudayaan maupun peluang kerja sama yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak.
"Mudah-mudahan hubungan yang sudah lama terjalin ini memberikan dampak positif terhadap kemajuan kedua wilayah, khususnya Kota Pontianak dan Kuching sehingga Pontianak bisa lebih dikenal oleh warga Sarawak Malaysia," ujarnya.
Diakuinya, untuk peluang kerja sama memang sangat terbuka antara Pemkot Pontianak dengan Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU). Bahkan tidak hanya dengan Kuching, wilayah Sibu Malaysia juga pernah menjajaki peluang kerja sama dengan Kota Pontianak. Salah satunya wacana untuk mengkolaborasikan event sport tourism antara Pontianak dan Kuching. Tentunya hal ini memberi angin segar bagi perkembangan daya tarik wisata dan perekonomian di Pontianak.
"Misalnya Festival Dragon Boat, balap sepeda bertajuk Tour D'Borneo dan lain sebagainya," ungkapnya.
Kemudian, ia juga menambahkan, adanya desakan dari berbagai pihak untuk dibukanya penerbangan rute Pontianak-Kuching dan sebaliknya menjadi hal yang sangat dinantikan. Oleh sebab itu, pihaknya juga telah mengusulkan ke pemerintah pusat terkait hal tersebut pada saat Pontianak menjadi tuan rumah BIMP-EAGA.
"Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membuka kembali penerbangan Pontianak - Kuching dan sebaliknya," tuturnya.
Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Pontianak untuk memfasilitasi menerima kunjungan lawatan dari para jurnalis Sarawak.
"Tadi juga Wali Kota memaparkan berbagai hal berkaitan dengan Kota Pontianak," katanya.
Berbagai peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan antara Kuching dengan Pontianak atau Sarawak dengan Kalbar. Peluang-peluang kerja sama cukup besar meliputi bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata serta pendidikan dan kesehatan.
"Kita juga menjajaki peluang kerja sama baru seperti UMKM, pelancongan (pariwisata) dan lain sebagainya," imbuh Azizul.
Berkaitan dengan lawatan para awak media negeri Sarawak, dirinya menilai bahwa peranan media cukup besar dalam mempromosikan kerja sama di kedua wilayah, Sarawak dan Kalbar.
"Melalui lawatan ini mereka banyak memperoleh informasi berkaitan dengan peluang kerja sama kedua wilayah yang berbatasan langsung," sebutnya.
Shikin Louis dari Dayak Daily, satu di antara rombongan wartawan yang datang berkunjung, menyatakan bahwa kunjungan ini banyak memberikan manfaat bagi dirinya dan rekan-rekannya, terutama berkaitan dengan peluang kerja sama antara kedua belah pihak.
"Kami juga berharap lawatan ini semakin mempererat hubungan yang sudah terjalin selama ini antara keduanya. Kami juga banyak memperoleh informasi langsung dari Wali Kota Pontianak," jelasnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar Gusti Yusri mengungkapkan kedatangan rombongan wartawan asal Sarawak ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Pontianak.
"Artinya, mereka tertarik untuk mengetahui seperti apa wajah Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi yang bertetangga dengan negeri Sarawak Malaysia," sebutnya.
Ia berharap momentum ini juga semakin mempererat hubungan antara jurnalis Sarawak dan Pontianak.
"Sehingga kita bisa saling sharing dan berbagi informasi berkaitan dengan dunia jurnalisme," pungkasnya. (prokopim)