,
menampilkan: hasil
Tiba di Pontianak, Wapres Ma’ruf Amin Disambut Pj Wako Ani Sofian
Kunjungan Kerja Wapres RI di Pontianak
PONTIANAK - Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin beserta istri, Wury Ma’ruf Amin telah tiba di Kota Pontianak, Selasa (26/3/2024) sore. Sekira pukul 16.50 WIB, Wapres beserta istri disambut oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian didampingi istri, Anita Ani Sofian saat tiba di Hotel Golden Tulip Pontianak.
Ani Sofian menyebut, kunjungan Wapres Ma’ruf Amin dalam rangka kunjungan kerja (kunker) dengan sejumlah agenda yang sudah dijadwalkan. Satu di antaranya, meninjau Posyandu Surya Sehat Gang Al Qadar Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara pada Rabu (27/3/2024).
“Alhamdulillah kita patut bersyukur posyandu terbaik yang ada di Kota Pontianak mendapat kesempatan dikunjungi oleh Bapak Wakil Presiden besok,” ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya sudah mempersiapkan segala yang diperlukan untuk menyambut kunjungan Wapres RI di posyandu tersebut. Mulai dari fasilitas bangunan posyandu hingga infrastruktur penunjang lainnya.
“Untuk jalan masuk menuju lokasi sudah kita aspal, kemudian parkir kendaraan juga sudah disiapkan sesuai standar yang ditentukan,” terang dia.
Kunjungan Wapres RI menjadi hal yang istimewa bagi Kota Pontianak. Betapa tidak, kata Ani Sofian, belum genap sepekan Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Kota Pontianak untuk meresmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I dan meninjau RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie, kali ini Wapres Ma’ruf Amin beserta istri datang ke Pontianak dalam rangkaian kunjungan kerjanya.
“Kehadiran Bapak Wapres dalam kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Pontianak,” imbuhnya.
Ia berharap dukungan dari semua pihak dan masyarakat dalam menyambut kunjungan Wapres selama berada di Kota Pontianak.
“Semoga segala sesuatunya berjalan lancar dan mohon dukungan dari semua pihak,” pungkasnya.
Di hari pertama tiba, Wapres direncanakan akan melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Raya Mujahidin. (prokopim)
Sekda Mulyadi Harap Agenda Pasar Murah Secara Rutin Digelar
PONTIANAK – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. Pada beberapa komoditas yang dijual, seperti beras dan telur ayam, dapat segera ludes hanya dalam hitungan menit. Hal ini pun dinilai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak sebagai dampak positif dari agenda tersebut. Menurutnya, pasar murah harus terus terselenggara untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
“Saya melihat kebutuhan masyarakat semakin tinggi khususnya di waktu menjelang hari besar keagamaan seperti lebaran, apalagi sekarang di bulan puasa, harga barang harus murah,” ujarnya, usai meninjau pasar murah yang digelar di Kantor Camat Pontianak Barat, Selasa (26/3/2024).
Mulyadi mengajak masyarakat untuk mendatangi pasar murah dan mencari tahu info pasar murah selanjutnya di laman resmi Pemkot Pontianak. Dari enam kecamatan tempat digelarnya pasar murah, tersisa dua kecamatan lagi yang akan menjadi lokasi pasar murah, yakni Kecamatan Pontianak Kota pada hari Rabu (27/3) esok dan Kecamatan Pontianak Timur pada Jumat (5/4) mendatang.
“Jangan sampai masyarakat ketinggalan informasi, besok di Pontianak Kota dan selanjutnya Pontianak Timur,” terangnya.
Mulyadi menambahkan, dilaksanakannya pasar murah juga melibatkan berbagai sektor, mulai dari Bank Indonesia, Perwakilan Kalbar, Perum Bulog Divre Kalbar, Bank Kalbar, Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak dan sejumlah perusahaan swasta.
“Barang yang dijual bervariasi, ada yang dijual paketan dan satuan, yang pasti lebih murah dari harga pasar, tujuannya untuk meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, operasi pasar atau pasar murah kali ini skalanya lebih besar dari yang sudah pernah digelar sebelumnya dengan melibatkan banyak pihak termasuk swasta sehingga masyarakat banyak pilihan untuk membeli kebutuhannya menjelang lebaran. Untuk mekanisme pembelian komoditi yang ada di bazar ini, masyarakat hanya cukup mendatangi lokasi pasar murah dan memilih barang keperluan yang ingin dibeli.
“Silakan masyarakat mendatangi lokasi-lokasi pasar murah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, tanpa memakai kupon,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
323 Posyandu Terima Bantuan Operasional dari Pemkot Pontianak
PONTIANAK – 323 posyandu di Kota Pontianak menerima bantuan operasional masing-masing sebesar Rp3 juta dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang diserahkan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian. Menurut Ani, peran posyandu sangat penting dalam rangka menumbuhkan sumber daya manusia Kota Pontianak dan menjaga taraf kesehatan sejak dini.
“Dengan suasana bulan puasa seperti ini, kita bisa berkumpul untuk memantapkan peran posyandu, saya kira untuk mencegah stunting kita tidak bisa sendiri-sendiri, jadi harus kolaborasi,” katanya, usai menyerahkan bantuan secara simbolis, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota, Selasa (26/3/2024).
Meski nilai bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, Ani menyebut, diserahkannya bantuan itu sebagai motivasi bagi kader posyandu untuk terus berdedikasi bagi sesama masyarakat. Dirinya berharap, dana yang dibagikan setiap satu tahun sekali ini dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Saya harap dananya digunakan dengan baik, sementara itu kemampuan kita, mudah-mudahan ke depan bisa ditingkatkan, untuk itu mohon doa supaya Pemkot Pontianak semakin meningkat, sehingga bisa membagikan lebih besar lagi,” harapnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) M Yasin menerangkan, para penerima adalah kader posyandu yang tersebar di enam kecamatan dan berada di 29 kelurahan. Keseluruhannya berjumlah 323 posyandu dengan bantuan masing-masing sebesar Rp3 juta per tahun. Adapun tujuan bantuan ini, jelasnya, sebagai bentuk kepedulian dari Pemkot Pontianak terhadap posyandu yang ada di Kota Pontianak. Ia menilai, ke depan menjadi perhatian stakeholder bagaimana menstimulasi posyandu tidak hanya sekadar melaksanakan kegiatan saja, tetapi bagaimana posyandu memberi dampak yang luar biasa terhadap pengentasan masalah-masalah krusial di Kota Pontianak terutama stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Posyandu menjadi lini terdepan terhadap pelayanan kesehatan bagi balita, ibu hamil dan lansia,” imbuhnya. (kominfo/prokopim)
Satgas Ketahanan Pangan Pontianak Pantau Bapok di Pasar dan Distributor
Antisipasi Jelang Lebaran
PONTIANAK – Untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri, Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Pontianak meninjau sejumlah pasar, mulai dari pasar tradisional, pasar swalayan hingga gudang beras dan gula. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak Mulyadi menerangkan, untuk ketersediaan bahan pokok dapat dipastikan aman menjelang dan usai Idulfitri.
“Kami mengunjungi minimarket, alhamdulillah harga barang relatif lebih murah seperti tepung terigu justru agak lebih murah dari tempat lain, ada juga promo-promo,” terangnya, usai memimpin pemantauan ke sejumlah pasar di Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (26/3/2024).
Selain swalayan modern, Mulyadi juga memantau pasar tradisional seperti Pasar Teratai. Ia menerangkan, harga masih relatif murah. Harga bawang merah berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram (kg), bawang putih Rp38 ribu per kg dan udang Rp55 ribu per kg. Kemudian untuk harga daging ayam berkisar mulai dari Rp31 ribu per kg. Dari hasil pantauan pihaknya pula, dia menyebut, tidak ditemukan barang kadaluarsa. Gudang penyimpanan terpisah antara kadaluarsa dengan barang yang masih berlaku.
“Ada udang yang agak kecil itu harganya Rp33 ribu per kg,” ungkap Sekda, yang sehari-hari senang berbelanja bahan pokok di pasar-pasar tradisional ini.
Usai meninjau pasar, Mulyadi bersama tim lantas meninjau gudang beras dan gula. Di sana, ia mengecek ketersedian stok dan harga. Dari hasil tinjauan itu, dapat dipastikan stok beras dan gula juga masih aman hingga lebaran.
“Beras dan gula ketersediaan sampai lebaran, harga gula bervariasi, minyak goreng juga tetapi relatif lebih terjangkau,” terangnya.
Tim Satgas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak senantiasa berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan bahan pokok aman serta mengantisipasi terjadinya lonjakan harga. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar pasar murah di enam kecamatan. Mulyadi melanjutkan, langkah ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Atas beragam upaya itu pula, Kota Pontianak berhasil masuk dalam 10 besar kota terendah inflasi se-Indonesia. Dengan angka 2,05 persen, Kota Pontianak menduduki peringkat kedelapan.
“Kami bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Perum Bulog Divre Kalbar, Bank Kalbar, Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak dan sejumlah perusahaan swasta,” tuturnya.
Berbagai macam komoditi yang dijual dengan harga terjangkau, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, sayur-sayuran dan kebutuhan pokok lainnya. Sejumlah komoditas dijual dalam bentuk paket dengan harga bervariasi sesuai dengan isi paket.
“Saya harap agenda ini terus berlanjut mengingat kebutuhan yang tinggi,” imbuhnya.
Pemilik gudang beras, Suryadi (64) menambahkan, harga beras di pasaran relatif menurun menuju harga normal. Hal itu dikarenakan petani memasuki musim panen, baik di Pulau Jawa atau petani lokal.
“Kita sekarang menerima kiriman beras dari banyak tempat, jadi stoknya semakin bertambah,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)