,
menampilkan: hasil
Pj Wako Minta Ketua RT Imbau Warga Awasi Anak-anak
666 RT/RW di Pontianak Barat Terima Bantuan Operasional dari Pemkot
PONTIANAK - Sebanyak 666 pengurus RT dan RW di Kecamatan Pontianak Barat menerima bantuan operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 561 RT dan 105 RW dengan jumlah bantuan masing-masing Rp1,5 juta per tahun. Selain penyerahan bantuan, para pengurus RT dan RW juga mendapat pembekalan dalam rangka peningkatan wawasan bagi pengurus RT dan RW se-Kecamatan Pontianak Barat.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengatakan, akhir-akhir ini di Kota Pontianak banyak anak-anak di bawah umur yang melakukan tindakan melanggar hukum. Oleh sebab itu, dia meminta kepada pengurus RT se-Kecamatan Pontianak Barat untuk mengimbau warganya mengawasi anak-anaknya agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Jadi kita ciptakan suasana yang damai, tentram di Kecamatan Pontianak Barat ini, jangan sampai terjadi hal-hal yang merugikan kita sendiri,” pesannya kepada seluruh pengurus RT dan RW yang hadir di Aula Kecamatan Pontianak Barat, Rabu (3/4/2024).
Ia sekali lagi mengimbau kepada para pengurus RT dan RW untuk mengajak orang tua yang memiliki anak di lingkungannya agar menjaga anak-anaknya tidak melakukan hal-hal negatif. Anak-anak juga tidak dibiarkan keluyuran hingga larut malam. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak.
“Hindari aktivitas anak-anak yang dapat merugikan diri mereka sendiri,” ucap Ani Sofian.
Terkait Pilkada yang akan digelar tahun ini tepatnya di bulan November, dirinya mengimbau pengurus RT untuk mengajak warga menggunakan hak pilihnya. Ia juga menuturkan bahwa dalam memilih calon kepada daerah, baik wali kota maupun gubernur, pilihan diserahkan kepada masing-masing warga sesuai dengan hati nurani.
"Jangan merasa terpaksa atau dipaksa, silakan gunakan hak pilih sesuai hati nurani masing-masing," imbuhnya.
Camat Pontianak Barat Ibrahim menjelaskan, maksud dan tujuan digelarnya kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi serta mempererat hubungan sesama pengurus RT/RW di lingkungan Kecamatan Pontianak Barat.
“Penyerahan bantuan operasional RT RW ini juga sebagai bentuk apresiasi Pemkot Pontianak yang selama ini menjadi perpanjangan tangan dari Pemkot Pontianak,” tuturnya.
Ibrahim memaparkan, dari jumlah keseluruhan RT dan RW sebanyak 666 di kecamatan yang dipimpinnya, terdiri dari 195 RT dan 37 RW di Kelurahan Sungai Beliung, 155 RT dan 29 RW di Kelurahan Sungai Jawi Luar dan di Kelurahan Sungai Jawi Dalam sebanyak 133 RT dan 27 RW.
“Semoga bantuan operasional ini bisa memberikan semangat bagi RT dan RW dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya. (prokopim)
Jelang Mudik Lebaran, Ani Ingatkan Warga Waspada Keamanan Rumah
PONTIANAK – Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian mengingatkan warga Kota Pontianak untuk mempersiapkan keamanan rumah saat ditinggal pada masa mudik lebaran tahun 2024. Hal ini disampaikannya usai menghadiri rapat Persiapan Salat Idulfitri 1445 Hijriyah, di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Rabu (3/4/2024).
“Kalau mudik atau pulang kampung rumah dijaga. Kalau pulang semua (anggota keluarga), rumah dikunci, listrik dimatikan, serta peralatan masak dimatikan semua. Jika sudah aman baru pulang kampung,” ujar dia.
Ia juga mengatakan bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan menuju waktu mudik serta saat dalam perjalanan mudik menjadi prioritas yang harus masyarakat perhatikan.
“Pemudik harus jaga kesehatan, keselamatan selama perjalanan, terus monitor rumah yang ditinggalkan,” ucapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk menjalin komunikasi dengan tetangga di sekeliling rumah demi meningkatkan keamanan rumah saat masa mudik. Menurutnya, tetangga menjadi bagian yang penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar, terlebih saat masa mudik.
“Ketika pulang kampung dan tidak ada yang menunggu (rumah), tetangga kiri kanan dikasih tau. Sehingga apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, bisa segera dapat informasi,” tutup Ani.
Sebelumnya, Pj Wali Kota menyampaikan, Pemerintah Kota Pontianak akan memfasilitasi Program Mudik Bareng yang berkolaborasi dengan berbagai perusahaan yang ada di Kota Pontianak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). (kominfo)
PHBI Pontianak Gelar Salat Id 1445 H di Jalan Rahadi Usman
PONTIANAK – Lebaran tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan tengah dilakukan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriyah, salah satunya penyelenggaraan salat id berjamaah di ruas Jalan Rahadi Usman depan Taman Alun Kapuas. Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian menerangkan, pihaknya akan membersihkan dengan penyemprotan air oleh pemadam kebakaran kemudian dilanjutkan dengan pengecatan saf-saf. Ia pun mengajak umat muslim Kota Pontianak untuk ikut salat id berjamaah di depan Kantor Wali Kota itu.
“Mudah-mudahan berjalan sesuai harapan tidak ada kendala, cuaca bagus dan tidak panas, kami mengajak masyarakat untuk dapat melaksanakan salat id,” terangnya, usai rapat bersama pihak terkait, di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Rabu (3/4/2024).
Muhajirin Yamis ditunjuk menjadi khatib pada pelaksanaan Salat Id 1445 H di depan Taman Alun Kapuas. Sedangkan yang bertindak selaku imam adalah Abdul Hakim. Ani mengatakan, untuk tanggal pasti akan menunggu hasil sidang isbat oleh pemerintah pusat.
“Sudah menjadi rutinitas tahun ke tahun umat muslim salat id di ruas Jalan Rahadi Usman sebab sepanjang kawasan ini bisa menampung banyak jamaah yang ingin melaksanakan Salat Id di lapangan terbuka,” ungkapnya.
Rencananya, salat id mulai dilaksanakan tepat pukul 07.00 WIB. Agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar, para jamaah diharapkan hadir lebih awal untuk mengisi saf-saf yang masih kosong. Ani juga mengimbau jamaah salat id untuk tidak meninggalkan sampah di lapangan seperti kertas-kertas koran yang dijadikan alas untuk salat.
"Kami minta sampah-sampah kertas koran tersebut dibawa pulang oleh masing-masing jamaah sehingga tidak menimbulkan sampah di lapangan," tutup Pj Wako. (kominfo/prokopim)
Tokoh Lintas Agama Sepakat Komitmen Rawat Kerukunan di Kalbar
PONTIANAK - Enam tokoh lintas agama yang mewakili pemeluk agama yang ada di Kalimantan Barat (Kalbar) menyampaikan pernyataan komitmen bersama untuk merawat kerukunan di Kalbar. Pernyataan komitmen bersama itu dibacakan di depan undangan yang hadir dari berbagai lintas agama, bertempat di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (2/4/2024).
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Ibrahim menyatakan bahwa pernyataan komitmen bersama ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, antara lain majelis agama yang ada di Kalbar serta pengurus FKUB Provinsi Kalbar, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, Forkopimda Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak, dengan jumlah keseluruhan 65 peserta.
“Momentum Ramadan ini bisa membuktikan bahwa kita bisa bersatu padu dalam kerukunan, kebersamaan dalam keragaman agama dan perbedaan. Ramadan ini menjadi spirit bagi kita semua untuk merawat kerukunan bagi kebaikan sesama,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya komitmen bersama untuk merawat dan mempertahankan kedamaian serta kerukunan yang telah terjalin ini, sebagai upaya memperkokoh kerukunan antar umat beragama di Kalbar.
“Kita meyakini pentingnya menjaga keberagaman dan kerukunan sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi masyarakat,” sebut Ibrahim.
Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian yang turut hadir menyaksikan pernyataan komitmen bersama tokoh lintas agama, mengapresiasi dan mendukung itikad yang kuat dari tokoh agama dalam menjaga dan merawat kerukunan di Kalbar.
“Komitmen bersama ini juga memperkuat hubungan antarumat beragama serta mendorong toleransi dan saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan sebagai modal utama dalam membangun sebuah masyarakat yang harmonis dan damai. Dirinya berharap komitmen bersama yang dicetuskan oleh tokoh lintas agama tersebut dapat menjadi titik awal untuk terus mempererat hubungan antarumat beragama di Kalbar.
“Serta menginspirasi masyarakat untuk selalu berbagi kebaikan dan menyebarkan semangat persaudaraan dalam menjaga keutuhan kemanusiaan dan keagamaan,” tutupnya. (prokopim)