,
menampilkan: hasil
Satarudin Kembali Jabat Ketua DPRD Kota Pontianak
Wakil Ketua DPRD: Bebby, Yoggy dan Agus
PONTIANAK – Satarudin dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak tahun 2024-2029. Ini jadi periode ketiga Satar–sapaan karibnya–menjabat Ketua DPRD Kota Pontianak. Ia mengatakan, pemilihan pimpinan telah ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku di internal dewan.
Selain Satar, terdapat tiga wajah baru pimpinan DPRD. Ketiganya adalah Bebby Nailufa, Agus Sugianto serta Yoggy Perdana Putra yang dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak tahun 2024-2029.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan DPRD definitif. Ia berharap, pimpinan yang baru dilantik langsung bekerja membentuk komponen berikutnya.
“Kami berharap juga komunikasi antara eksekutif dan legislatif semakin lancar. Ke depan harus lebih kompak menyuarakan kepentingan warga, apa yang disuarakan konstituen itu disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak agar masuk anggaran kita,” katanya, usai menghadiri pelantikan, di Gedung Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (24/10/2024).
Ani Sofian mendorong adanya keselarasan program dalam Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan dengan program-program Pemkot Pontianak. Tujuannya, agar pembangunan lebih efektif.
“Misalnya ada Pokir perbaikan rumah sekolah, diarahkan untuk menambah daya tampung murid. Misalnya juga perbaikan jalan, utamakan jalan yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.
Setiap awal tahun, para anggota DPRD akan menyerap aspirasi di tingkat RT dan RW lewat Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang). Untuk Musrenbang tahun anggaran 2025, terang Ani Sofian, prioritas pembangunan masih menyasar sektor infrastruktur.
“Hasil Musrenbang program prioritas pemerintah daerah, sudah jelas pembagian porsinya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)
HUT ke-12 RSUD SSMA, Pj Wako Tekankan Empati dalam Pelayanan
RSUD SSMA Luncurkan Pengembangan Fitur Aplikasi Simponi V.2
PONTIANAK - RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak kini telah berusia 12 tahun. Sejak diresmikan tahun 2012 silam, RSUD SSMA tidak hanya melayani warga Kota Pontianak, tetapi warga kabupaten sekitar bahkan dari kabupaten lain di Kalbar.
Di ulang tahunnya yang ke-12 ini, RSUD SSMA merayakannya secara sederhana. Pada kesempatan itu pula, RSUD SSMA melaunching pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Online (Simponi) versi dua (V.2)
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian menghadiri syukuran ulang tahun RSUD yang berlokasi di Jalan Kom Yos Sudarso untuk memanjatkan doa agar RSUD ini terus bisa melayani masyarakat secara maksimal. Ia pun menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan di RSUD SSMA untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Saya berharap rumah sakit ini terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya agar mampu melayani masyarakat dengan lebih baik dan profesional,” ujarnya usai meluncurkan pengembangan aplikasi Simponi V.2 di Aula RSUD SSMA, Kamis (24/10/2024).
Tidak hanya menyoroti inovasi, Ani Sofian juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan humanisme dalam setiap pelayanan kesehatan. Tanpa dipungkiri, meski teknologi dan fasilitas menjadi faktor pendukung pelayanan rumah sakit, namun aspek kemanusiaan juga tidak kalah pentingnya.
“Pelayanan yang ramah dan perhatian dari para tenaga medis akan selalu menjadi nilai lebih yang tak tergantikan oleh teknologi. Saya berharap, seluruh tenaga medis di rumah sakit ini selalu mengedepankan rasa empati dan kepedulian dalam melayani pasien,” tuturnya.
Ia juga berharap agar seluruh jajaran rumah sakit tetap semangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ucapan terima kasih ditujukannya kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk berkontribusi bagi RSUD SSMA.
“Perjalanan 12 tahun ini bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak, kita berhasil melewati berbagai tantangan. Mari kita lanjutkan semangat ini untuk membawa RSUD SSMA ke arah yang lebih baik di masa depan," imbuh Ani Sofian.
Pemerintah Kota Pontianak akan terus mendukung segala upaya yang dilakukan RSUD SSMA dalam meningkatkan pelayanan kesehatan beserta fasilitasnya.
“Ini adalah komitmen kita untuk memastikan bahwa seluruh warga Pontianak mendapatkan layanan kesehatan terbaik yang mereka butuhkan,” katanya.
Pengembangan Aplikasi Simponi V.2, Perkaya Fitur Mudahkan Pasien
Direktur RSUD SSMA Eva Nurfarihah menerangkan, pihaknya terus berupaya mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Aplikasi Simponi V.2 adalah salah satu inovasi yang dimiliki RSUD SSMA.
“Aplikasi ini digunakan untuk memudahkan pasien rawat jalan mendaftar ke rumah sakit,” terangnya.
Selain tersedia berbagai informasi yang bisa diakses oleh masyarakat, Simponi V.2 juga menyediakan menu Medical Check Up (MCU), fasilitas rumah sakit, informasi rawat inap, ketersediaan bed, jadwal operasi, jadwal dokter, kunjungan poliklinik hingga antrean farmasi.
“Saat ini, aplikasi Simponi V.2 telah dikembangkan dengan menambahkan fitur menu Informasi dan pengaduan. Dengan adanya penambahan menu di aplikasi ini, pasien rawat jalan bisa berkomunikasi dengan manajemen rumah sakit melalui satu aplikasi Simponi V.2,” jelas Eva. (prokopim)
Pekan Seni, Budaya dan Bahasa Wadah Perkuat Identitas Bangsa
PONTIANAK - Penampilan musik tradisional oleh siswa-siswi SMP menjadi acara pembuka Pekan Seni, Budaya dan Bahasa 2024 di halaman SMPN 3 Pontianak, Kamis (24/10/2024). Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian yang membuka ajang kreativitas siswa dalam seni, budaya dan bahasa, menilai kegiatan ini penting untuk melestarikan budaya lokal dan menanamkan nilai-nilai kebhinekaan sejak dini kepada generasi muda. Tujuannya untuk memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya serta memperkaya kemampuan berbahasa di kalangan pelajar. Dia berharap kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Pontianak yang majemuk.
"Mari kita jadikan Pekan Seni, Budaya, dan Bahasa ini sebagai wadah untuk terus memperkuat identitas kebudayaan kita. Seni dan budaya adalah cermin kita sebagai bangsa yang besar, dan di tangan generasi muda inilah masa depan kebudayaan kita berada," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya untuk mengasah kreativitas siswa, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dalam menjaga warisan budaya yang kaya dan beragam. Terlebih seni dan budaya adalah bagian dari identitas bangsa.
“Sedangkan bahasa, sebagai pemersatu dalam kebhinekaan," katanya.
Pj Wali Kota menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dalam proses pendidikan, karena tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademis, tetapi juga nilai-nilai kebudayaan dan etika. Dirinya berpendapat, pendidikan tidak hanya tentang sains dan teknologi, tetapi juga membangun karakter melalui pemahaman budaya dan seni.
“Saya berharap para siswa bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah dan bangsa." tutur dia.
Ani Sofian juga menekankan peran penting sekolah-sekolah dalam membentuk karakter siswa sehingga memiliki kesadaran budaya dan toleransi. Oleh sebab itu, melalui Pekan Seni, Budaya dan Bahasa ini dinilai menjadi bagian dari investasi bagi generasi penerus yang akan membawa kebudayaan daerah di masa mendatang.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi siswa maupun masyarakat luas,” tutupnya. (prokopim)
Momentum Hari Jadi Tanamkan Rasa Cinta Budaya Pontianak
PONTIANAK – Momentum Hari Jadi ke-253 Pontianak diperingati Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian untuk mengajak masyarakat semakin mencintai Kota Pontianak. Ia optimis dalam beberapa tahun ke depan, Pontianak mampu menjadi kota maju.
Ani Sofian pun memaparkan beberapa capaian pembangunan dalam sepuluh bulan belakang sejak Januari 2024. Mulai dari penurunan angka stunting, stabilitas inflasi sampai Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“IPM kita tertinggi di Kalbar bahkan tiga besar se-Kalimantan, inflasi sudah di bawah dua persen. Sekarang pengangguran turun signifikan,” katanya, usai menjadi pembina apel peringatan Hari Jadi ke-253 Pontianak di Ruas Jalan Rahadi Usman, Rabu (23/10/2024).
Ani Sofian menyebut, tari jepin massal kembali digelar usai apel peringatan Hari Jadi ke-253 namun hanya sebatas kalangan ASN dan tamu undangan. Tarian jepin ini sebagai wujud menanamkan rasa cinta terhadap budaya yang dimiliki.
“Salah satu jenis budaya di Pontianak adalah berjepin, kita tampilkan ini karena menjadi bagian dari kebudayaan Melayu,” ungkapnya.
Mengusung tema 'Pontianak Unggul Berkelanjutan’, Ani Sofian ingin mengembalikan semangat meraih impian bagi masyarakat Kota Pontianak. Ada semangat keberlanjutan pembangunan dari makna semboyan tersebut.
"Saya mengapresiasi jajaran Pemkot Pontianak yang telah mendedikasikan tenaga dan waktunya untuk melayani masyarakat Kota Pontianak, sehingga kita mampu menoreh bermacam pencapaian," tuturnya.
Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memegang peranan penting dalam kemajuan Kalbar. Menurut Pj Gubernur Kalbar Harrison, wilayah dengan julukan Kota Khatulistiwa ini harus memberikan contoh terhadap 13 kabupaten/kota lainnya di Kalbar.
"Selamat Hari Jadi ke-253 Pontianak, semoga semakin membawa kemajuan, kemandirian serta kesejahteraan terhadap warganya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)