,
menampilkan: hasil
Festival Cap Go Meh di Pontianak Bakal Sedot Ribuan Pengunjung
Pemkot Pontianak Gelar Rakor Persiapan Festival Cap Go Meh 2576
PONTIANAK - Untuk mematangkan Festival Cap Go Meh 2576 Kongzili di Kota Pontianak, Panitia Penyelenggara bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta pihak terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral di Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (31/1/2025). Dalam pertemuan itu, masing-masing pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahunan ini melakukan pemaparan terkait hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengungkapkan bahwa semua pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara hingga pihak keamanan, telah menyatakan kesiapan dan optimisme yang tinggi demi suksesnya event Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak .
"Ini kan sudah rapat kesekian kali ya. Jadi sekaligus memantapkan dan mematangkan persiapan baik dari penyelenggara, terus pendukung dan juga yang paling penting adalah pihak keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak TNI dan Polri siap mendukung dengan segala upaya untuk memastikan acara berjalan lancar tanpa masalah sekecil apapun. Edi juga menyampaikan bahwa Pemkot Pontianak telah memastikan kesiapan sumber daya yang ada untuk mendukung acara ini.
"Kami siap dengan segala sumber daya yang kita miliki, siap mendukung karena ini untuk masyarakat," katanya.
Festival Cap Go Meh ini diperkirakan akan dihadiri oleh beberapa tamu penting, termasuk kemungkinan kehadiran menteri, meskipun daftar pasti tamu masih dalam konfirmasi oleh panitia. Edi berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Pontianak, terutama di sektor pariwisata dan perekonomian.
"Yang paling diharapkan adalah dampak positif bagi dunia usaha, terutama sektor pariwisata. Informasi yang kami terima, hampir semua hotel sudah hampir penuh, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pengunjung," jelasnya.
Dengan banyaknya tamu dari luar kota dan luar negeri, diharapkan acara ini dapat meningkatkan perekonomian lokal, mulai dari usaha kecil hingga besar.
"Ini kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan mereka, baik dari usaha kecil hingga usaha besar," ucap Edi.
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim, mengungkapkan persiapan matang untuk perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada 6 Februari mendatang. Acara ini diharapkan menjadi perayaan spektakuler yang menampilkan kekayaan budaya dan keharmonisan antar-etnis. Ia menjelaskan bahwa pembukaan bazaar akan dimulai pada pukul 15.30 di sepanjang Jalan Diponegoro. Kemudian, salah satu acara utama adalah ‘Naga Buka Mata’ yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 05.00 WIB pagi. ‘Karnaval Naga Bersinar’ digelar pada 12 Februari yang akan dimulai pukul 19.30 di panggung utama Jalan Gajah Mada dan berakhir di Jalan Budi Karya.
"Kami telah mempersiapkan 39 naga yang siap tampil, lengkap dengan mobil hias yang diisi oleh Putri Indonesia dari 2014 hingga 2024, serta dukungan dari mahasiswi asal Inggris," ungkap Hendry.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung kegiatan Cap Go Meh di Pontianak,” sambungnya.
Hendry mengungkapkan, perbedaan antara perayaan Cap Go Meh di Pontianak dan Singkawang, yakni di Pontianak dikenal dengan Naga Bersinar, sementara Singkawang terkenal dengan Tatung.
“Jadi masing-masing kota memiliki kekhasan sendiri saat perayaan Cap Go Meh,” tuturnya.
Festival Cap Go Meh ini direncanakan akan dihadiri oleh tamu penting, termasuk menteri, Gubernur dan Wali Kota. Kehadiran 20 etnis yang telah berkomunikasi dan siap mendukung acara ini diharapkan dapat menonjolkan keharmonisan antar-agama dan suku.
"Kami menargetkan kehadiran 100 ribu pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan keharmonisan dan keberagaman budaya kita," tutupnya. (prokopim)
Pj Wako Imbau Orang Tua Awasi Anak Cegah Tawuran
PONTIANAK - Maraknya tawuran di kalangan remaja belakangan di Kota Pontianak menjadi sorotan Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah tawuran di kalangan remaja.
Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah melakukan berbagai upaya, seperti pembatasan akses media sosial di kalangan anak-anak dan patroli keamanan oleh kepolisian serta Satpol PP, kejadian tawuran masih terjadi.
“Kita semua prihatin, ini menunjukkan bahwa kita harus mulai dari dasar, yaitu lingkungan keluarga," ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (31/1/2025).
Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas sehari-hari anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif, termasuk tawuran.
"Anak-anak ini adalah harapan kita. Setiap kejadian, meskipun hanya satu, sudah membuat kita resah," ucapnya prihatin.
Menanggapi usulan pemberlakuan jam malam bagi anak-anak, Edi berpendapat, langkah tersebut sebagai tindakan ekstrem yang bisa dipertimbangkan jika situasi semakin tidak terkendali. Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa langkah awal yang lebih efektif adalah melalui pendekatan dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT.
"Kami akan meminta RT untuk mengingatkan warga agar memperhatikan anak-anak mereka di lingkungannya masing-masing," jelasnya.
Ia berharap dengan upaya ini, kejadian tawuran dapat diminimalisir dan Pontianak bisa menjadi kota yang lebih aman bagi generasi muda.
“Kita semua berharap agar peristiwa tawuran yang marak terjadi akhir-akhir ini, tidak terjadi lagi dengan pengawasan dari berbagai pihak, utamanya para orang tua yang memiliki anak remaja,” tutupnya. (prokopim)
Pj Wako Minta OPD Lakukan Kreativitas dan Inovasi
Kepala OPD Pemkot Pontianak Teken Perjanjian Kinerja 2025
PONTIANAK - Sebanyak 32 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menandatangani perjanjian kinerja tahun 2025 dengan tujuan meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menerangkan, isi dari perjanjian kinerja mencantumkan penugasan dalam melaksanakan program disertai Indikator Kinerja Utama (IKU).
“IKU yang telah ditetapkan tersebut hendaknya selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah Kota Pontianak tahun 2024-2026,” terangnya usai acara di Aula SSA Kantor Wali Kota, Jumat (31/1/2025).
Edi menjelaskan, perjanjian kinerja di tahun 2025 tidak terbatas pada target kinerja untuk tahun ini saja melainkan turut menjabarkan capaian kinerja tahun-tahun sebelumnya sehingga terwujud kesinambungan. Dengan adanya perjanjian kinerja ini akan menjadi dasar Wali Kota untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan.
“Setelah ini kepala perangkat daerah hendaknya segera mendistribusikan kinerja organisasi kepada seluruh ASN di bawahnya, sehingga setiap ASN punya sasaran kinerja pegawai,” sebutnya.
Pemerintah pusat tengah fokus melakukan efisiensi anggaran lewat dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025. Untuk itu Edi meminta jajarannya agar memfokuskan penggunaan anggaran pada sektor yang memberi dampak positif secara langsung kepada masyarakat.
“Saya mengimbau para kepala OPD dapat menindaklanjutinya tanpa mengurangi kinerja yang telah ditetapkan dan kita tandatangani bersama saat ini. Saya mengajak kita bersama untuk berkreativitas dan berinovasi dalam menjalankan program,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
Pamitan ke ASN Pemkot Pontianak, Edi Suryanto Apresiasi Kinerja Aparatur
PONTIANAK - Presiden Prabowo Subianto akan melantik Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak periode 2025-2030 Edi Kamtono dan Bahasan, di Jakarta pada Kamis (6/2) mendatang bersama dengan seluruh kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024 yang lalu.
Menjelang pergantian kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ini, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Edi Suryanto menyampaikan ungkapan terima kasih kepada segenap aparatur atas kinerja yang baik selama dirinya memimpin dalam tiga bulan terakhir.
“Terus terang saya sampaikan, saya bangga bisa berada di tengah-tengah orang-orang baik. Tugas di Kota Pontianak di luar ekspektasi saya,” tuturnya usai pamit bersalam-salaman dengan ASN Pemkot Pontianak di Halaman Kantor Wali Kota, Jumat (31/1/2025).
Sebelum penugasannya, Edi terlebih dahulu mendapat beberapa pesan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan monitoring secara menyeluruh terhadap kinerja Pemkot Pontianak diantaranya pengelolaan anggaran. Setelah menjalani dan merasakan setiap proses tersebut, ia menilai keseluruhan kinerja ASN Pemkot Pontianak sudah membanggakan.
“Saya pertama kali bertugas untuk mengawasi 60 daerah kemudian setelahnya lebih dari 120 daerah, jadi biasa melakukan monitoring, evaluasi serta penilaian. Untuk Kota Pontianak ini dengan bangga saya katakan sangat baik,” imbuhnya.
Menjadi kepala daerah terutama ibu kota sebuah provinsi tentu memiliki tantangan yang tidak ringan bagi Edi. Ia turut merasakan dinamika mengelola suatu wilayah. Tetapi di antara rintangan tersebut, dirinya yakin para ASN mulai dari staf, pejabat pengawas hingga tingkat kepala dinas mampu mempertahankan integritas masing-masing individu.
“Pesan saya ini harus dipertahankan kinerja baik tanpa beban tetapi mengikuti aturan, bekerjalah tanpa membuat ekspektasi terlebih dahulu,” pesannya.
Ia kemudian mengungkapkan permohonan maaf apabila selama memimpin pemerintahan terdapat perkataan dan sikap yang mungkin menyinggung. Edi berharap tidak ada kenangan buruk terhadap dirinya.
“Seminggu lagi saya kembali ke Jakarta, mudah-mudahan tidak meninggalkan dosa dan beban. Makanya sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya,” pungkasnya. (kominfo/prokopim)