,
menampilkan: hasil
Bahasan Serahkan Bantuan Kursi Roda Untuk Warga Korban Tertimpa Pohon
PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, menyerahkan bantuan berupa kursi roda kepada Lie Hong (55), warga Gang Teluk Sahang 2 Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara yang menjadi korban tertimpa pohon akibat angin kencang.
“Ini merupakan warga masyarakat yang terkena musibah tertimpa ranting pohon saat terjadi angin kencang,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Jumat (10/10/2025).
Ia menjelaskan, keluarga korban sebelumnya memang tengah menghadapi ujian. Suami dari korban menderita stroke, sementara sang istri mengalami cedera berat setelah tertimpa ranting pohon dan harus menjalani operasi di RSUD dr Soedarso.
“Alhamdulillah, penanganannya sudah dilakukan dan kini tinggal menunggu proses pemulihan. Kami bersama tim kelurahan dan Dinas Sosial datang untuk memastikan kondisi ibu tersebut,” jelasnya.
Menurut Bahasan, kondisi korban kini sudah mulai membaik, meski masih dalam masa pemulihan. Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kursi roda untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
“Bantuan kursi roda ini diharapkan dapat membantu mobilitas beliau, baik di dalam maupun di luar rumah,” katanya.
Terkait kepesertaan BPJS, Bahasan memastikan bahwa warga tersebut telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“BPJS-nya sudah aktif. Dari sebelumnya peserta mandiri, kini sudah dialihkan menjadi peserta PBI Kota Pontianak karena termasuk kategori warga kurang mampu,” tuturnya. (prokopim)
Sambut Hari Jadi, Edi Imbau Toko Modern Beri Diskon
PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, mengimbau pelaku usaha toko modern agar memberikan potongan harga atau diskon selama bulan Oktober 2025 dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran bernomor B-500.2.1/950/DKUMP/2025 tertanggal 2 Oktober 2025. Edi mengatakan, peringatan hari jadi kota merupakan momentum kebersamaan yang perlu dirasakan oleh semua pihak, termasuk pelaku usaha.
“Kita ingin suasana hari jadi ini terasa di seluruh kota. Karena itu, saya mengajak para pelaku usaha toko modern untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan diskon atau potongan harga selama bulan Oktober,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha akan memberi dampak positif, baik dari sisi semangat perayaan maupun peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau toko-toko ikut meramaikan dengan promo atau potongan harga, masyarakat tentu akan lebih antusias berbelanja. Dampaknya juga bisa menggairahkan perekonomian lokal,” jelasnya.
Edi juga mendorong agar kegiatan promosi tersebut dipublikasikan secara luas.
“Saya harap informasi mengenai diskon ini bisa disampaikan lewat media, agar masyarakat tahu dan wisatawan pun tertarik datang ke Pontianak,” katanya.
Melalui imbauan itu, ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyemarakkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-254 dengan suasana yang meriah, inklusif, dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hari jadi ini milik kita semua. Jadi mari kita rayakan dengan cara yang bermanfaat dan membawa semangat bagi masyarakat,” tutup Edi. (kominfo)
Gerakan Skrining TBC dan PSN, Wujudkan Pontianak Sehat dan Bebas Penyakit Menular
Gerakan ‘Ketuk 1000 Pintu’, Upaya Jaring Penderita TBC
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030 melalui gerakan skrining TBC ‘Ketuk 1000 Pintu’, pembentukan Kelurahan Siaga TBC, serta kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan vaksinasi hewan peliharaan. Kegiatan terpadu ini digelar di Jalan Sungai Selamat Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (10/10/2025).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, mengatakan aksi ini sebagai langkah nyata mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas penyakit menular. Hal tersebut menjadi momentum memperkuat kesadaran dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit menular, termasuk TBC, demam berdarah dengue (DBD), dan rabies.
“Kegiatan ini bukan sekadar simbol, tetapi gerakan nyata untuk menemukan kasus lebih dini, memberikan pengobatan yang tepat, dan memastikan hewan peliharaan mendapat vaksinasi agar terhindar dari rabies,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia dalam jumlah kasus TBC setelah India. Di Kota Pontianak, target penemuan kasus tahun ini cukup besar, yaitu menjaring 11.996 terduga TBC dan menemukan 2.221 kasus positif. Selain itu, terdapat 70 kasus demam berdarah dan 159 laporan gigitan hewan yang harus segera ditangani.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar data. Di balik setiap angka ada manusia yang berjuang, ada keluarga yang menunggu harapan, dan ada masyarakat yang harus kita lindungi,” kata Bahasan.
Ia menambahkan, upaya pengendalian penyakit menular tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, perangkat wilayah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan pengobatan diberikan secara tuntas.
Bahasan juga memberikan apresiasi kepada kader kesehatan, petugas lapangan, dan mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan skrining dan edukasi dari rumah ke rumah.
“Mereka bukan hanya membawa pesan kesehatan, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, komitmen bersama semua pihak menjadi fondasi penting agar Pontianak mampu menjadi kota yang tangguh, sehat, serta bebas dari TBC, DBD, dan rabies.
“Dengan kegiatan ini, kita perkuat langkah menuju Pontianak yang sehat dan bebas penyakit menular,” tutupnya. (prokopim)
MH Expo di Pontianak, Wadah Kolaborasi Indonesia-Malaysia Bidang Kesehatan
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyambut baik terselenggaranya Malaysia Healthcare (MH) Expo Pontianak 2025 yang digelar di Ayani Mega Mall Pontianak, Kamis (9/10/2025). Ajang ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama lintas negara di bidang kesehatan antara Indonesia dan Malaysia.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan teknologi kesehatan, sekaligus mempererat hubungan antarwarga dua negara serumpun.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak, kami mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Malaysia Healthcare Expo ini. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, yang selama ini telah terjalin erat, khususnya antara Pontianak dan Sarawak,” ujarnya.
Bahasan bilang penyelenggaraan pameran kesehatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pontianak. Selain menambah wawasan tentang layanan kesehatan modern, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ilmu antara tenaga medis kedua negara.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kota Pontianak mendapatkan tambahan pengetahuan tentang persoalan kesehatan. Apalagi jarak antara Pontianak dan Kuching lebih dekat dibandingkan ke Jakarta. Ini menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama regional di bidang kesehatan,” katanya.
Ia menuturkan, MH Expo Pontianak 2025 diikuti oleh sepuluh rumah sakit swasta ternama dari Malaysia yang memperkenalkan layanan kesehatan unggulan kepada masyarakat. Pameran ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai berbagai fasilitas medis dan pendekatan pelayanan yang ramah dari negeri jiran tersebut.
Lebih lanjut, Bahasan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan hubungan regional, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan medis.
“Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan agar pertukaran pengetahuan dan teknologi kesehatan semakin meningkat,” tuturnya.
MH Expo Pontianak 2025 merupakan yang pertama kali digelar di Kalimantan, dengan dukungan penuh dari Konsulat Malaysia di Pontianak serta sejumlah lembaga kesehatan dari kedua negara. (prokopim)