,
menampilkan: hasil
Tak Sekadar Ajang Olahraga, Happy Cycling Cara Pesepeda Ungkapkan Cinta Pontianak
Meriahkan Hari Jadi Pontianak, Peserta Happy Cycling Tempuh Rute 254km
PONTIANAK – Sebanyak 256 pesepeda dari berbagai komunitas di Kota Pontianak mengikuti Happy Cycling dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak. Peserta Happy Cycling ini dilepas langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di depan Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Usman, Sabtu (18/10/2025). Para pesepeda terbagi dalam dua kategori, yakni kategori jarak tempuh 25,4 kilometer (km) dan 254km.
Edi mengungkapkan, ajang Happy Cycling ini merupakan agenda tetap Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sebagai bentuk partisipasi masyarakat dan komunitas olahraga dalam memeriahkan ulang tahun kota setiap tahunnya.
“Alhamdulillah, setiap tahun kegiatan ini terus berkembang dan jumlah pesertanya semakin meningkat. Ke depan, kita akan menjadikannya agenda yang lebih besar lagi,” ujarnya usai melepas peserta Happy Cycling.
Edi berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus berolahraga demi mewujudkan Pontianak sebagai Sport City dan Sport Tourism City serta menjadikan olahraga sebagai gaya hidup warga.
“Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan di jalan, dan semangat untuk terus berolahraga,” ucapnya.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menjelaskan bahwa Happy Cycling tahun ini merupakan agenda rutin yang telah masuk dalam Calendar of Event Pemkot Pontianak.
“Kegiatan ini terbagi dalam dua kategori, yaitu rute sejauh 254 kilometer dan 25,4 kilometer. Untuk kategori 25,4 kilometer diikuti sebanyak 118 peserta, sedangkan kategori 254 kilometer diikuti 138 peserta,” jelasnya.
Menurut Rizal, antusiasme peserta menjadi bukti semangat warga dalam menyemarakkan Hari Jadi Kota Pontianak. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar warga serta mendorong gaya hidup sehat.
“Semoga kemeriahan Hari Jadi yang ke-254 ini semakin menambah semangat kita untuk terus berolahraga,” tuturnya.
Rizal menambahkan, Happy Cycling juga menjadi upaya memperkenalkan Pontianak sebagai kota yang ramah pesepeda dan destinasi wisata olahraga.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu peserta Happy Cycling, Miftah, yang juga merupakan salah satu anggota komunitas , mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi ajang kumpul bagi para pesepeda dari berbagai komunitas. Jarak tempuhnya lumayan menantang, tapi suasananya sangat meriah dan penuh kebersamaan,” sebutnya.
Peserta lainnya, Rina, mengatakan Happy Cycling bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap Kota Pontianak.
“Kita bisa lihat semangat peserta luar biasa. Ini kegiatan positif yang perlu terus dilanjutkan setiap tahun,” pungkasnya. (prokopim)
Atlet Judo Pontianak Sumbang Medali Perunggu Perdana untuk Kalbar di PON XXI
KUDUS – Cabang olahraga judo menjadi penyumbang medali pertama bagi kontingen Kalimantan Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI bidang bela diri yang digelar di Kudus, Jawa Tengah. Atlet asal Kota Pontianak, Beta Awari, berhasil meraih medali perunggu pada pertandingan yang berlangsung Sabtu (11/10/2025).
Capaian tersebut menjadi awal positif bagi kontingen Kalbar dari delapan cabang bela diri yang diikuti, termasuk judo dan taekwondo.
“Alhamdulillah, Beta berhasil menyumbangkan medali perunggu pertama untuk kontingen bela diri Kalbar. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi atlet lainnya,” ujar Syarif Saleh, pelatih Pengcab Judo KONI Kota Pontianak, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, perjuangan Beta tidak mudah karena harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah. Namun berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, atlet binaannya itu mampu tampil optimal hingga menembus babak semifinal.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini hasil dari latihan dan disiplin yang selama ini dijaga. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” tambahnya.
Saleh juga berharap, keberhasilan Beta menjadi pemicu semangat bagi atlet bela diri Kalbar lainnya yang masih akan bertanding di nomor-nomor berikutnya.
“Medali ini bukan hanya untuk Pontianak, tapi untuk seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” tuturnya.
Dengan raihan ini, kontingen Kalbar membuka peluang untuk menambah koleksi medali dari cabang-cabang bela diri lainnya yang masih berlangsung di arena PON XXI. (kominfo)
Bridge Pontianak Kembangkan Tradisi Olahraga Kecerdasan
Pontianak Dorong Sport Tourism Lewat Kejuaraan Bridge Wali Kota Cup 2025
PONTIANAK - Tim GABPON Open yang diperkuat Rusdi, Thedy, Richo, Vedy dan Zend, sukses mendulang Juara Pertama Open Swiss Team pada Kejuaraan Bridge Wali Kota Cup 2025. Sementara kategori Open Swiss Pair berhasil direbut Toga dan Buyung sebagai Juara Pertama.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mendorong pengembangan sport tourism.
“Melalui kompetisi seperti ini, kita berharap bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan. Saya juga berterima kasih karena Pontianak berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan tingkat nasional,” ujarnya usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kejuaraan Bridge Wali Kota Cup 2025 di Gedung Kuliah Bersama A Lantai IV Untan Pontianak, Minggu (12/10/2025) malam.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen menjadikan Pontianak sebagai sport city dan destinasi olahraga yang menarik. Upaya ini diwujudkan dengan membangun berbagai taman kota yang dilengkapi sarana dan prasarana olahraga agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota sport tourism. Olahraga tidak hanya soal prestasi, tapi juga semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat. Semangat olahraga tidak mengenal usia, siapa pun bisa ikut berolahraga,” ucapnya.
Edi menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan digelar sejumlah kegiatan olahraga lain untuk masyarakat, di antaranya kejuaraan catur di arena Car Free Day dan turnamen tenis meja (pingpong) pada 26 Oktober mendatang.
“Olahraga tidak harus mahal. Dengan fasilitas yang ada, kita bisa memberikan edukasi kepada generasi muda agar gemar berolahraga,” tambahnya.
Ketua Gabungan Bridge Pontianak (GABPON) Daniel Edward Tangkau menuturkan, dalam dua bulan ke depan pihaknya berencana menggelar beberapa kejuaraan tambahan, termasuk di tingkat nasional. Ia berharap generasi muda terus aktif melanjutkan semangat para senior untuk mengembangkan olahraga bridge di Kalimantan Barat.
“Bridge ini olahraga kecerdasan. Suasananya santai, tidak seketat olahraga fisik. Biasanya pemain datang setelah bekerja, sekadar melepas penat sambil berlatih strategi. Harapan kami, generasi muda bisa terus melanjutkan dan mengembangkan olahraga ini,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Pontianak yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut.
“Terima kasih atas dukungan Bapak Wali Kota yang telah banyak membantu kegiatan bridge malam ini, sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik dan terus berkembang,” tuturnya.
Daniel menjelaskan, prestasi olahraga bridge di Pontianak terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, Pontianak pernah meraih Piala Penghargaan Peduli Nasional pada ajang KONI.
“Keberhasilan ini bukan hasil kerja individu, melainkan kerja keras tim yang solid. Tanpa tim yang kuat, kita tidak akan bisa meraih kesuksesan,” pungkasnya. (prokopim)
Turnamen Mini Soccer ‘Bahasan Cup 2025’ Perebutkan Hadiah Utama Seekor Sapi
PONTIANAK – Turnamen Mini Soccer Bahasan Cup 2025 resmi bergulir di Lapangan Mini Soccer Timur Arena Football, Jalan Pemda, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (10/10/2025) malam. Ajang yang memperebutkan total hadiah Rp50 juta dengan hadiah utama seekor sapi ini menarik antusiasme masyarakat dari 29 kelurahan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Kota Pontianak.
Turnamen yang berlangsung hingga 23 Oktober mendatang ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan. Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta dan panitia untuk menjunjung tinggi sportivitas dan semangat fair play.
“Kegiatan ini adalah ajang permainan yang mengutamakan persahabatan dan kekeluargaan, baik antara pemerintah maupun masyarakat. Sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak, berbagi kebahagiaan bersama warga di 29 kelurahan,” ujarnya usai meresmikan turnamen Bahasan Cup 2025.
Turnamen Bahasan Cup 2025 menjadi kegiatan perdana yang digagas Wakil Wali Kota Pontianak bersama masyarakat. Ke depan, Bahasan berencana menjadikannya agenda rutin dua tahunan. Namun, ia membuka peluang turnamen ini digelar setiap tahun bila antusiasme masyarakat semakin tinggi.
“Insya Allah, untuk sementara kita targetkan dua tahun sekali. Tapi kalau peminatnya terus meningkat, bisa saja digelar setiap tahun,” ungkapnya.
Bahasan juga menyoroti semakin masifnya perkembangan olahraga mini soccer di Pontianak. Menurutnya, olahraga ini mulai banyak diminati, meski masih tergolong berbiaya tinggi dalam penyewaan lapangan.
“Mudah-mudahan dengan makin banyaknya lapangan mini soccer di Pontianak, biaya sewanya bisa lebih terjangkau sehingga makin banyak masyarakat yang tertarik bermain. Dari sisi kesehatan dan keamanan, olahraga ini sangat baik karena lapangannya terukur dan minim risiko cedera,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak, kata Bahasan, akan terus mendorong perkembangan olahraga mini soccer agar makin diminati masyarakat. Ia berharap, ke depan Pontianak dapat menelurkan atlet atau tim yang mampu bersaing di tingkat nasional seperti tim futsal Kancil BBK yang pernah berprestasi sebelumnya.
“Potensi anak muda kita sangat besar. Melihat perkembangan futsal sebelumnya, saya yakin mereka mampu bersaing di level nasional,” ucapnya optimis. (prokopim)