,
menampilkan: hasil
Wali Kota Sebut Peran GOW Penting dalam Pembangunan
Pelantikan Pengurus GOW Kota Pontianak
PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pontianak. Norhasanah Bahasan ditunjuk sebagai Ketua GOW Kota Pontianak.
Edi berharap kepada para pengurus yang dilantik untuk bisa menjalankan roda organisasi sesuai dengan peran dan fungsinya. Sebagai gabungan dari berbagai organisasi wanita yang ada, baik yang ada di lingkup pemerintahan maupun yang ada di lingkungan masyarakat, memiliki peran penting dalam pembangunan. Dalam hal ini, banyak persoalan yang ada dalam kehidupan tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah saja, sehingga kehadiran GOW ini memberikan kontribusi untuk membantu pemerintah. "Oleh sebab itu, saya berharap adanya kolaborasi bersama antara organisasi wanita yang ada dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak," ungkapnya usai pelantikan pengurus GOW Kota Pontianak di aula rumah jabatan Wakil Wali Kota Pontianak, Rabu (24/2/2021).
Menurutnya, persoalan-persoalan yang ada di masyarakat menjadi tugas semua pihak. Pemerintah daerah mempunyai tugas untuk mengurus masyarakat, mulai dari anak yang belum lahir hingga orang yang meninggal dunia. Luasnya aspek pelayanan yang diberikan Pemkot Pontianak, membutuhkan dukungan dan peran semua pihak. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri untuk menangani semua persoalan. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak sesuai dengan peran dan fungsinya pada masing-masing organisasi yang ada. Kehadiran organisasi yang tergabung dalam GOW ini, mencakup berbagai bidang, mulai dari bidang sosial, ekonomi, keagamaan dan sebagainya. "Tentu dengan keberadaan organisasi-organisasi itu bisa lebih fokus dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada sesuai dengan fokus bidangnya," ujarnya.
Pihaknya membuka kesempatan bagi GOW untuk berkolaborasi dengan OPD-OPD terkait sesuai dengan bidang yang digeluti masing-masing organisasi. Misalnya dengan Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan lainnya. Tujuannya untuk menguatkan peran GOW dalam ikut serta membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. "Kita berharap ada kepekaan dari organisasi-organisasi wanita dalam menyikapi persoalan yang ada di masyarakat," tutur Edi.
Ketua GOW Kota Pontianak, Norhasanah Bahasan menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk membesarkan organisasi-organisasi wanita yang ada di Kota Pontianak. Dengan bergabungnya seluruh organisasi wanita di dalam GOW ini diharapkan kehadiran organisasi ini tetap solid. "Serta mampu merealisasikan program-program yang ada dalam perencanaan organisasi dengan baik," sebutnya.
Selaku Ketua GOW, dirinya berharap seluruh organisasi yang tergabung dalam GOW terus memberikan motivasi kepada para anggotanya. GOW sebagai induk organisasi wanita ini akan membuat berbagai program pelatihan dalam meningkatkan kompetensi bagi ketua organisasi wanita. "Selanjutnya para ketua organisasi bisa meneruskan ilmunya kepada para anggota yang ada dalam organisasinya masing-masing," imbuh Norhasanah.
Penasehat GOW Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono mengharapkan terbentuknya kepengurusan yang baru ini menjadi penyemangat bagi seluruh organisasi wanita yang ada di Kota Pontianak. "Untuk bisa berpartisipasi, berinovasi dan berkreativitas demi membantu pembangunan di Kota Pontianak," katanya.
Dirinya juga menginginkan program-program yang telah disusun oleh pengurus bisa terlaksana sebaik mungkin. Oleh sebab itu, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dari para pengurus GOW. "Agar bisa memberdayakan wanita-wanita Kota Pontianak untuk bisa berpartisipasi dalam menggerakkan pembangunan," tutupnya. (prokopim)
Komitmen Bangun Optimisme Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi
FGD Asumsi Ekonomi Makro Tahun 2022
PONTIANAK - Memasuki tahun 2021 di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen membangun optimisme dengan merumuskan strategi dan kebijakan yang mendukung pemulihan ekonomi di Kota Pontianak. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, optimisme ini tergambar dari proyeksi indikator ekonomi daerah yang tertuang di dalam dokumen perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2020-2024. "Kita perkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak pada tahun 2021 dan 2022 di kisaran 4,0 hingga 4,6 persen," katanya usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak tahun 2022 dan Perubahan Asumsi Ekonomi Makro Kota Pontianak di Ruang Pontive Center, Selasa (16/2/2021).
Sementara itu, lanjutnya lagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan dapat menyentuh angka 80,40 persen pada tahun 2022. Bahasan berharap kerjasama seluruh pihak dapat terjalin dengan baik dan terus dipelihara serta diperkuat agar Kota Pontianak mampu melalui pandemi. "Dimana kita dihadapkan pada tantangan perekonomian global yang semakin tidak pasti serta tantangan pembangunan yang harus terus ditangani," ungkapnya.
IPM Kota Pontianak tahun 2020 mengalami peningkatan 0,09 poin, dari 79,35 di tahun 2019 menjadi 79,44 di tahun 2020. Capaian ini melampaui Provinsi Kalbar dan nasional. "Angka kemiskinan di Pontianak tahun 2020 mengalami penurunan, dari tahun sebelumnya di angka 4,88 persen menjadi 4,70 persen," pungkasnya. (prokopim)
Musrenbang Pontianak Barat, Prioritaskan Jalan dan Drainase Lingkungan
PONTIANAK - Infrastruktur masih menjadi prioritas sasaran pembangunan di wilayah Kecamatan Pontianak Barat. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menerangkan, pihaknya fokus pada sektor tersebut lantaran pada tahun 2020 lalu pembangunan fisik sempat terkendala akibat pandemi Covid-19. "Oleh sebab itu kita kembali lanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut di wilayah Pontianak Barat ini," ucapnya usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Pontianak Barat di Hotel Grand Mahkota, Kamis (11/2/2021).
Dikatakannya, pada visi dan misi dirinya bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat kampanye Pilkada tahun 2018 lalu, di tahun pertama dan kedua menjabat, pihaknya akan fokus pada pembangunan jalan dan drainase lingkungan. Namun dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 sehingga masih ada beberapa lokasi jalan lingkungan yang belum tersentuh. Di Pontianak Barat, pihaknya memetakan ada tiga titik jalan lingkungan yang harus dituntaskan. "Untuk itu saya minta ini menjadi skala prioritas dalam pembahasan Musrenbang ini," tuturnya.
Bahasan menyebut, masih ada beberapa jalan lingkungan yang dalam kondisi berupa tanah merah. Oleh sebab itu, dirinya berharap ada peningkatan kualitas terhadap jalan tersebut. "Anggaran untuk pembangunan jalan lingkungan dan drainase lingkungan sekitar Rp95 miliar," imbuhnya.
Camat Pontianak Barat Ibrahim memaparkan, pihaknya mengusulkan penataan drainase yang ada di wilayahnya. Seperti diantaranya Jalan Tebu, Gang Ilham dan Gang Maria, perlu ada konektivitas yang menghubungkan saluran di sana untuk meningkatkan akses saluran. Kemudian di Pal Lima perlu dibangun saluran di Puskesmas Pal Lima. Pertimbangannya, karena bangunan yang ada sangat flat atau datar. "Sehingga ketika musim penghujan, air akan menggenangi di sekitar kawasan tersebut," terangnya.
Selain itu, lanjut Ibrahim, penurapan juga dilakukan pada Parit Labalo sebab parit ini terkoneksi langsung ke Sungai Rengas. Untuk wilayah Kelurahan Sungai Beliung, perlu dilakukan penataan drainase dan penurapan. Misalnya di Gang Alpokat Permai, Alpokat Raya, Sapta Marga, Ilham dan Gang Sriwijaya. Dilanjutkan dengan pembangunan turap di Sungai Jawi Luar Gang Kayu Manis, persisnya di belakang SDN 55. "Perlu dibangun untuk menertibkan bangunan liar dan kumuh di sekitar lingkungan," sebutnya.
Tak hanya berkutat pada pembangunan fisik saja, Ibrahim menambahkan, pemberdayaan masyarakat juga tak kalah pentingnya. Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait memberikan pelatihan bagi masyarakat setempat pada empat kelurahan. "Pelatihan yang diberikan berupa pelatihan wirausaha seperti menjahit, membuat kue serta bantuan kendaraan tossa untuk mengangkut sampah," jelasnya. (prokopim)
Selain Infrastruktur, Kecamatan Pontianak Selatan Usulkan Peningkatan SDM
Musrenbang RKPD Kecamatan Pontianak Selatan
PONTIANAK - Pembangunan di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan tidak hanya memfokuskan bidang fisik saja, tetapi juga non fisik. Camat Pontianak Selatan, Fursani mengatakan, dalam usulan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, selain infrastruktur, bidang perekonomian dan sumber daya alam, pihaknya juga mengusulkan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan manusia. "Jadi kami mengusulkan tidak hanya fisik, namun juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujarnya usai pembukaan Musrenbang tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (10/2/2021).
Saat ini, lanjut dia, program yang sudah terlaksana di wilayah yang dipimpinnya diantaranya penataan lingkungan, pembangunan di gang-gang, drainase, penghijauan dan penataan lingkungan waterfront. "Rumah-rumah yang berada di sepanjang tepian waterfront akan dicat berwarna warni sebanyak 41 RT," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi berharap agar seluruh peserta musrenbang dapat berpartisipasi aktif dalam merumuskan perencanaan. Dirinya meminta usulan rencana pembangunan kelurahan yang menjadi prioritas pembangunan di wilayah kecamatan untuk dibahas dan disepakati bersama. "Menyepakati prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah," tuturnya.
Ia menekankan, dalam forum musrenbang ini hendaknya menentukan skala prioritas sehingga tidak semua usulan harus diajukan tanpa disaring terlebih dahulu urgensinya dan kesesuaiannya dengan prioritas daerah. "Arah dan prioritas ini diharapkan menjadi pemandu dalam pembahasan forum musrenbang," katanya. (prokopim)