,
menampilkan: hasil
Selain Konser Musik, Pontianak Fair 2022 Pamerkan Karya Seniman
Wali Kota Resmikan Pontianak Fair 2022 di Rumah Radakng
PONTIANAK - Bertambah satu lagi pusat perayaan Hari Jadi ke-251 Kota Pontianak. Setelah sebelumnya ada Pontianak Expo di PCC dan Pontianak Festival di Taman Alun Kapuas, kali ini adalah Pontianak Fair 2022 yang bertempat di Rumah Radakng dan akan berlangsung dari tanggal 21 - 23 Oktober.
Berbagai agenda rencananya akan terlaksana di Pontianak Fair. Mulai dari konser musik, pameran karya seni dan kuliner serta beragam lomba. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dirinya senantiasa memberikan dukungannya kepada setiap kegiatan yang memicu kreativitas serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Pada masa pandemi dua tahun, industri kreatif bisa dikatakan merasakan dampak yang sangat besar, membuatnya merosot turun. Tapi dengan kondisi seperti sekarang, membuat industri kreatif kembali bangkit di Kota Pontianak,” ujarnya usai meresmikan secara simbolis Pontianak Fair 2022, Jumat (21/10/2022) malam.
Edi menilai akhir-akhir ini di Kota Pontianak bermunculan kembali konser musik. Sebagai salah satu pecinta musik, dirinya turut menyambut dengan senang apabila konser musik dihelat, apalagi bertepatan di Hari Jadi Kota Pontianak, seperti Pontianak Fair.
“Selain itu, acara ini juga diprakarsai para pemuda ya, trus karena melibatkan UMKM jadi saya senang. Ada 17 subsektor usaha, sebagian besar ada di sini. Ini yang kita harapkan bisa meningkatkan ekonomi kreatif kita,” paparnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, lanjutl Edi, selalu terbuka dengan ide-ide kreatif. Dalam dunia event diketahuinya akan lebih baik jika pelaksana mempertimbangkan nilai ekonomi. Untuk itu, pihaknya terus memberikan peluang dengan kegiatan serupa sebagai langkah untuk bangkit bersama.
“Ini kegiatan positif dan menjawab permasalahan komunitas dari semua elemen. Pesan saya minta tetap kondusif, ketertiban dan keamanan, kita masyarakat harus teratur,” pesannya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-251 Kota Pontianak, bermacam-macam kegiatan sudah dan akan diselenggarakan. Menuju hari puncak dua hari mendatang, Pemkot Pontianak telah mempersiapkan kelengkapan acara.
Edi menuturkan, segala upaya itu dilakukan agar masyarakat semakin aktif saling silaturahmi. Baik secara komunitas maupun organisasi, dia berharap pusat perayaan memberikan manfaat kepada sesama warga.
“Semoga masyarakat bisa semakin bahagia dan sejahtera, selalu ceria dan sehat. Dengan kegiatan ini bisa memaknai nilai-nilai perjuangan dibentuknya kota kita,” tutupnya. (kominfo/prokopim)
130 Stan UMKM Semarakkan Pontianak Festival 2022 di Taman Alun Kapuas
Mulai dari Festival Kuliner, Pentas Musik, Pekan Kreasi Pemuda Hingga Pasar Tani
PONTIANAK - Pontianak Festival 2022 resmi dimulai. sebanyak 130 stan UMKM turut menjajakan dagangannya pada agenda tersebut. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono usai membuka secara simbolis, berharap, Pontianak Festival mampu menciptakan kesan di hati masyarakat serta mengingatkan kembali pelajaran dari sejarah terbentuknya Kota Pontianak, 251 tahun lalu, yang dilakukan oleh Sultan Syarif Abdurrahman.
"Semoga bisa menambah semarak HUT Kota Pontianak dan mengajak masyarakat merasakan aura jadi, sehingga menimbulkan rasa cinta dan sayang kepada daerahnya," ungkapnya usai berkeliling melihat seluruh stan yang tersedia, di Taman Alun Kapuas, Kamis (20/10/2022) malam.
Segala usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak diakuinya berujung pada satu hal, yaitu membahagiakan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak. Segenap upaya itu, apalagi dengan momentum perayaan hari jadi ini, diharapkan Edi memberikan semangat kembali kepada warganya.
"Kita harus bangkit, harus kembali usai ditimpa pandemi, bahkan lebih dari sebelum-sebelumnya," seru dia.
Kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha memberikan arah baru untuk kemajuan perekonomian Kota Pontianak. Terlebih, lanjut Edi, dampak resesi global yang akan diprediksi mempengaruhi secara nasional tahun depan, harus dihadapi dengan bergandengan tangan dari segenap pihak di daerah.
"Industri ekonomi kreatif salah satunya memiliki potensi besar, dan kita akan fokus kembangkan industrinya," terangnya.
Suasana hangat sudah lebih dulu terasa walau belum memasuki hari puncak 23 Oktober. Tak hanya di bidang ekonomi, di bidang sosial juga, Edi mengajak masyarakat untuk menjadikan HUT Kota sebagai sarana mempererat tali silaturahmi.
"Saya mengajak masyarakat untuk hadir di Pontianak Festival 2022 ini," ujarnya.
Berbagai kreasi akan ditampilkan pada Pontianak Festival 2022, di antaranya festival kuliner, sun of music, pekan kreasi pemuda dan pasar tani.
"Tadi juga diserahkan HKI sejumlah 29 judul lagu dan 12 motif tenun fashion," jelasnya.
Sejumlah pusat aktivitas disiapkan untuk menambah kemeriahan HUT Kota, mulai dari Pontianak Expo, Pontianak Festival sampai Food Fest di Jalan Diponegoro.
"Terkesan sederhana, tapi sebenarnya sangat ramai," tutupnya. (kominfo/prokopim)
Renovasi Monumen Tugu Khatulistiwa, Jadikan Ikon Kebanggaan Pontianak
Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
PONTIANAK - Keberadaan monumen Tugu Khatulistiwa yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak sudah puluhan tahun sejak 1999 belum mendapat sentuhan renovasi. Beberapa bagian di dalam museum yang ada di bawah monumen tugu rusak termakan usia dan mengalami kebocoran.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai merenovasi bangunan yang ada di monumen Tugu Khatulistiwa. Renovasi mencakup penggantian keramik, memperbaiki beberapa bagian yang bocor termasuk penataan interior ruang museum agar lebih menarik dan nyaman.
"Kita sudah mulai melakukan renovasi bangunan monumen Tugu Khatulistiwa, Insya Allah bulan Desember tahun ini rampung pengerjaannya," ujarnya saat meninjau pengerjaan renovasi monumen Tugu Khatulistiwa, Selasa (27/9/2022).
Selain merenovasi ruang museum monumen, penataan juga dilakukan terhadap lingkungan kawasan Tugu Khatulistiwa, merapikan beberapa bangunan yang ada di lokasi itu. Pusat informasi bagi turis atau pengunjung juga akan melengkapi objek wisata di Tugu Khatulistiwa.
"Pusat informasi ini sebagai sarana informasi dan administrasi dari pengelolaan lingkungan tugu," ungkapnya.
Edi menambahkan, tahun depan pihaknya akan melanjutkan pembangunan di lokasi Tugu Khatulistiwa dengan menata keseluruhan kawasan tugu, seperti plaza, amphitheatre, parkir dan pusat kuliner termasuk pepohonan untuk penghijauannya.
"Kita harapkan bangunan ini bisa menjadi monumental dan mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk citra Kota Pontianak," sebutnya.
Dengan penataan kawasan tugu yang sebelumnya kurang tertata rapi, diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak. Di kawasan ini juga akan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai pentas kesenian dan budaya dengan tempat yang lebih representatif. Selain itu, keberadaan destinasi ini mampu meningkatkan pendapatan bagi pelaku UMKM.
"Harapannya pengunjung akan lebih merasa nyaman dan betah ketika berada di Tugu Khatulistiwa sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Pontianak termasuk Tugu Khatulistiwa," kata Edi.
Sejak tahun 1999 memang Tugu Khatulistiwa belum mendapat sentuhan renovasi sehingga beberapa bagian bangunan monumen termakan usia. Dengan renovasi dan penataan ulang ini akan menjadi salah satu destinasi kebanggaan, tidak hanya bagi Kota Pontianak tetapi juga Provinsi Kalbar.
Untuk mencapai lokasi Tugu Khatulistiwa, ada dua alternatif rute yang bisa ditempuh, yakni lewat jalan darat atau jalur sungai. Untuk dermaga yang ada saat ini juga akan ditata ulang agar lebih representatif bagi kapal wisata bersandar.
"Tahun depan akan dilanjutkan dengan penataan lahan parkir dan pusat kuliner," terangnya.
Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke kota ini. Berdirinya tugu ini melewati beberapa catatan sejarah. Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.
Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan Kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan. (prokopim)
Turis Asing Nikmati Sensasi Matahari Berkulminasi di Tugu Khatulistiwa
Kulminasi Matahari Masuk Dalam KEN 2022
PONTIANAK - Pesona Kulminasi Matahari 2022 kian semarak dengan berbagai hiburan dan kesenian yang disuguhkan di Tugu Khatulistiwa, Rabu (21/9/2022). Mulai dari tari-tarian, lagu akustik Melayu Kota Pontianak, fashion show, edukasi tentang terjadinya kulminasi hingga mendirikan telur. Puncaknya adalah detik-detik matahari berada tepat di atas objek yang berada di kawasan Tugu Khatulistiwa sehingga bayangan yang ada disekitarnya tidak terlihat.
Di antara pengunjung, tampak beberapa turis asing yang salah satunya berasal dari Kanada. Bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mereka ikut mencoba mendirikan telur. Antusias mereka begitu tinggi melihat fenomena alam yang terjadi setahun dua kali.
"Turis asing menikmati sensasi kulminasi matahari sebab di negara asal mereka fenomena alam seperti ini tidak terjadi," ujarnya.
Event kulminasi matahari ini menjadi brand unggulan Kota Pontianak yang terus dilestarikan. Antusias masyarakat pun kian tinggi menyambut kulminasi matahari. Namun, kata Edi, masih perlu dioptimalkan lagi dengan keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan agenda ini. Apalagi Kulminasi Matahari sudah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
"Kita harapkan ini terus berkembang menjadi sebuah event, tidak hanya lokal tetapi nasional hingga internasional," tuturnya.
Perayaan Pesona Kulminasi kali ini merupakan yang kali pertama digelar usai dilanda pandemi selama dua tahun. Sehingga tahun ini menjadi momentum bersama kebangkitan ekonomi dan menambah semangat produktivitas.
“Antusias masyarakat sudah tinggi karena sudah gaung nasional. Tapi kita akan evaluasi terus demi perbaikan supaya lebih inovatif dan kreatif,” ungkapnya.
Memeriahkan peringatan titik kulminasi tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar serangkaian acara yang dimulai dari tanggal 21 - 25 September 2022. Edi menyebut perlunya kolaborasi dengan banyak sektor untuk menambah semarak kegiatan. Selain itu pihaknya berencana untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan Tugu Khatulistiwa agar lebih memikat wisatawan.
“Sekarang sedang direhab, Desember harusnya selesai. Nanti ke depan tentu akan menjadi magnet bagi wisatawan. Nanti akan dibangun juga planetarium, penghijauan serta penataan pedagang,” terangnya.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Utama Kemenparekraf, Dadang Rizki Ratman mengapresiasi terselenggaranya acara peringatan titik kulminasi di Kota Pontianak. Dia menyebut, apabila potensi wisata dapat dioptimalkan akan menambah pemasukan daerah serta menarik minat investor untuk datang dan berinvestasi di Kota Pontianak. Salah satunya yang dicontohkannya adalah maraknya warung kopi.
“Manfaat pariwisata ini yang pertama sebagai pemasukan, kedua sosial budaya. Tadi malam saya iseng hitung di warkop, bisa belasan juta dalam semalam. Event ini digabungkan dengan ekraf dan budaya,” imbuhnya.
Dia berharap, meski rangkaian acara menggabungkan budaya modern, asalkan tidak menghilangkan budaya lokal. Perpaduan hal kekinian dengan adat istiadat, lanjut Dadang, akan menambah nilai sejarah serta kepariwisataan.
“Fashion show silahkan dengan tetap menonjolkan pakaian khas nusantara, khususnya lokal di Kota Pontianak. Dengan begini akan memberikan peluang usaha kepada seniman,” tutupnya. (prokopim/kominfo)