Isra Mikraj Momentum Memakmurkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

PONTIANAK – Wali Kota PontianaknEdi Rusdi Kamtono mengatakan, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat. Apalagi peristiwa ini merupakan tonggak penting perjalanan umat Islam. Perintah salat yang diterima Nabi Muhammad SAW menjadi tanda kepatuhan, pengabdian, dan komunikasi langsung manusia dengan Allah SWT.


“Isra Mikraj bukan hanya mengingatkan kita pada kewajiban salat sebagai tiang agama, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kedisiplinan moral dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya etika menghadiri peringatan Isra Mikraj di Masjid Agung Al Falah, Sabtu (17/1/2026) malam.


Bagi Pemerintah Kota Pontianak, peringatan Isra Mikraj menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiah, terutama di tengah derasnya kemajuan teknologi dan arus informasi digital. Kecepatan informasi yang diakses hampir tanpa jeda, khususnya melalui media sosial, dapat berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan kecerdasan spiritual.


“Kalau tidak dibentengi dengan nilai-nilai keagamaan, ini bisa merusak generasi muda. Karena itu, kecerdasan spiritual harus terus diingatkan, dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui masjid,” kata Edi yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak ini.


Ia menyebutkan bahwa Kota Pontianak memiliki sekitar 371 masjid yang secara umum sudah dikelola dengan baik, meskipun sebagian memiliki keterbatasan kapasitas. Terlebih, mayoritas penduduk Pontianak beragama Islam, dengan sekitar 78,4 persen warga tercatat sebagai muslim berdasarkan KTP. Menurutnya, identitas keagamaan tersebut harus tercermin dalam perilaku dan akhlak sehari-hari.


“Perilaku seperti membuang sampah sembarangan, mencuri kabel lampu, atau merusak fasilitas publik jelas tidak mencerminkan nilai-nilai Islam,” tegasnya.


Karena itu, ia menilai peran alim ulama, guru ngaji, dan masjid masih sangat dibutuhkan dalam membentuk karakter masyarakat. Masjid, lanjut Edi, tidak hanya harus dimakmurkan oleh jamaah, tetapi juga mampu memakmurkan jamaahnya melalui kegiatan sosial dan ekonomi, seperti koperasi atau toko sembako, untuk membantu umat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, siap bersinergi agar tidak ada lagi warga kota yang mengalami kelaparan.


Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan sejumlah program sosial pemerintah, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Flora seluas 5,7 hektare bagi masyarakat sangat miskin dan miskin. Sekolah ini akan menampung siswa dari jenjang SD hingga SMA, diasramakan, dan seluruh kebutuhannya ditanggung hingga lulus. Semua sebagai bagian dari upaya memuliakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga ibu hamil dan balita. Program tersebut akan terus diperluas karena dinilai berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


"Di tengah kemajemukan warga kota, mari sama-sama menciptakan suasana tenteram, aman, kondusif," tutupnya. (prokopim)