Pada tanggal 23 Agustus 2021, Pemerintah Kota Pontianak telah mengikuti Acara Penilaian Interviu Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2021 dari Pontive Center yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian PANRB.
Evaluasi ini diikuti oleh K/L/Pemda seluruh Indonesia.
Pada tahun ini, Kementerian PANRB mengajak 25 perguruan tinggi terlibat dalam proses evaluasi tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas evaluasi dengan menjaga objektivitas, independensi penilaian, serta profesionalitas bidang.
Kota Pontianak dievaluasi oleh dua orang asesor dari Universitas Diponegoro, dan Tim Pemerintah Kota Pontianak terdiri dari Bapak Y. Trisna Ibrahim, ST, MT, Bapak Drs. Zulkarnain, M.Si, dan Bapak Syamsul Akbar, ST, M.Eng, M.Sc, bersama perwakilan dari berbagai perangkat daerah.
Evaluasi SPBE ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara umum dan memantau kematangan penerapan SPBE di setiap Instansi Pemerintah.
Interviu ini sendiri merupakan rangkaian akhir dari kegiatan evaluasi SPBE, dimana sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dan evaluasi mandiri.
Interviu Evaluasi SPBE Kota Pontianak
Oleh:
Adhitya Teguh NugrahaBerita Terkait
Pentingnya Bela Negara di Era Digital
PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan seperti TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Dalam situasi saat ini, pemahaman bela negara menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, semangat mempertahankan bangsa harus terus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda.
“Bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, TNI dan Polri, tetapi kita semua sebagai warga negara Indonesia wajib ikut mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya ketika membuka Sosialisasi Bela Negara di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, sosialisasi bela negara menjadi strategis karena generasi muda hari ini hidup di tengah arus digitalisasi yang sangat kuat. Generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha sangat dekat dengan media sosial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Edi, perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, termasuk dalam mempercepat pelayanan publik, memudahkan komunikasi, dan mendukung penerapan konsep smart city di Kota Pontianak. Namun, teknologi juga memiliki sisi negatif apabila tidak digunakan dengan bijak.
“Media sosial dan teknologi informasi sangat membantu, tetapi juga punya kelemahan kalau kita tidak bijak. Bisa muncul hoaks, fitnah, perundungan, dan hal-hal yang menyesatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyinggung peristiwa viral terkait lomba cerdas cermat yang sempat menjadi perhatian publik nasional. Menurutnya, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menyikapi informasi secara bijak dan tidak terburu-buru menghakimi.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak hanya melihat sebuah peristiwa dari satu sisi. Sebagai manusia yang diberi akal, generasi muda perlu belajar menilai persoalan dengan jernih, tidak mudah tersulut emosi, dan tidak ikut menyebarkan komentar negatif yang dapat merugikan orang lain.
“Kalau kita melihat sesuatu, jangan hanya dari satu sisi. Kita harus bijak, karena manusia punya akal, punya kelebihan, tetapi juga punya kekurangan,” jelasnya.
Edi menambahkan, kegiatan seperti cerdas cermat maupun sosialisasi bela negara pada dasarnya bertujuan mengingatkan kembali pentingnya empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat nilai ini perlu terus disosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar,” ujarnya.
Ia berharap para pelajar Kota Pontianak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat, bijak bermedia sosial, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif.
“Di era digital ini, adik-adik harus mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan yang baik, untuk kemajuan, dan untuk menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya. (prokopim)
MBCI Rally 3rd Tempuh Rute Melingkar 360 Derajat, Pontianak-Sarawak-Brunei
PONTIANAK – Sebanyak 65 peserta Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Rally 3rd memulai perjalanan touring lintas negara dari halaman Kantor Wali Kota Pontianak menuju sejumlah daerah di Malaysia dan Brunei Darussalam, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi komunitas motor besar sekaligus membawa misi wisata dan promosi daerah.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang mengikuti touring tersebut. Menurutnya, perjalanan ini bukan hanya sekadar aktivitas berkendara jarak jauh, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan potensi daerah, khususnya Kalimantan Barat dan Kota Pontianak, kepada wilayah negara tetangga.
“Ini perjalanan yang sangat jauh. Ada 65 peserta yang ikut, mudah-mudahan dalam perjalanannya semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” ujarnya saat melepas peserta MBCI Rally 3rd.
Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis karena Kalimantan Barat memiliki keunggulan geografis sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Keberadaan perbatasan darat tersebut membuka akses yang besar bagi hubungan sosial, ekonomi, pariwisata, dan budaya antara Kalimantan Barat dengan negara tetangga.
“Alhamdulillah, Kalimantan Barat khususnya memiliki perbatasan darat dengan Sarawak. Ini memberikan akses yang sangat banyak dan bermanfaat,” katanya.
Wali Kota juga mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan ke depan, terutama dalam membangun jejaring komunitas lintas negara. Menurutnya, komunitas otomotif dapat menjai bagian dari diplomasi masyarakat yang memperkuat hubungan persahabatan antarwilayah.
Ketua MBCI Kalbar, Indra Kurnianto, menyampaikan bahwa Pontianak dipilih sebagai titik awal keberangkatan. Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, Kapolresta Pontianak, unsur TNI, serta dinas-dinas terkait yang telah membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Indra menjelaskan, awalnya panitia hanya membuka kuota untuk 50 peserta. Namun, tingginya antusiasme membuat jumlah peserta terus bertambah hingga akhirnya ditutup pada angka 65 peserta. Rombongan akan menempuh rute dari Pontianak menuju Sri Aman, kemudian berlanjut ke Miri, Brunei Darussalam, Sibu, hingga Kuching. Di Kuching, para peserta dijadwalkan menghadiri Bike Week Festival Motor Besar se-Asia Tenggara, salah satu agenda otomotif besar yang mempertemukan komunitas motor besar dari berbagai negara.
Menurut Indra, kegiatan di Kuching diperkirakan akan dihadiri ribuan kendaraan motor besar. Hal ini menjadi momentum penting bagi MBCI untuk memperkuat jejaring komunitas otomotif, khususnya di kawasan Pulau Borneo dan Asia Tenggara.
“Ini momen yang sangat ramai, kemungkinan bisa tumpah sampai ribuan kendaraan motor besar,” jelasnya.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, rombongan dijadwalkan kembali ke Pontianak melalui jalur Aruk. Indra menyebut perjalanan ini membentuk rute melingkar atau rotasi 360 derajat, dengan titik awal dan akhir di Kota Pontianak.
“Pulangnya kami akan melewati Aruk, rotasi 360 derajat hingga sampai kembali di Pontianak. Insya Allah tiba pada Minggu, 24 Mei 2026,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dari Kalimantan Barat, rombongan juga diikuti anggota MBCI dari Yogyakarta, Bogor, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, hingga Jawa Timur. Ia berharap kegiatan MBCI Rally 3rd dapat berjalan lancar, seluruh peserta diberikan kesehatan dan keselamatan, serta mampu memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang terbuka bagi kegiatan komunitas, wisata, dan persahabatan lintas negara. (prokopim)