PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka Turnamen Pencak Silat Bahasan Cup III 2026 di GOR Kota Pontianak, Jalan Tabrani Ahmad, Jumat (14/8/2026). Ia berharap turnamen ini menjadi ruang pembinaan sekaligus pemantik semangat bagi para pesilat muda untuk terus berlatih, berprestasi, dan menjunjung sportivitas.
Bahasan menyampaikan apresiasi kepada IPSI Kota Pontianak, panitia, pelatih, guru, wasit, juri, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti pencak silat tidak hanya penting untuk mencari juara, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan hanya soal bagaimana cara memukul, menangkis, atau memenangkan pertandingan. Di dalamnya ada nilai-nilai yang harus kita tanamkan sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencak silat merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang mengandung nilai spiritual, etika, disiplin, keberanian, dan akhlak mulia. Karena itu, para pesilat harus memahami bahwa kemampuan bela diri harus selalu diiringi sikap hormat kepada orang tua, guru, pelatih, lawan bertanding, dan sesama.
“Dalam pencak silat ada ajaran untuk menghormati orang tua, menghormati guru, menghormati yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih muda,” katanya.
Bahasan juga mengingatkan peserta agar bertanding secara sportif. Menurutnya, kemenangan memang menjadi tujuan dalam kompetisi, tetapi nilai kejujuran, ketangguhan, dan pengendalian diri jauh lebih penting dalam membentuk pribadi pesilat sejati.
“Bertandinglah dengan sportif. Prestasi harus diraih dengan semangat, kerja keras, dan tetap menjaga nilai-nilai luhur pencak silat,” pesannya.
Ia menilai Turnamen Bahasan Cup menjadi momentum bagi IPSI Kota Pontianak untuk terus meningkatkan pembinaan atlet. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, pesilat muda akan memiliki lebih banyak pengalaman bertanding dan kesempatan mengasah kemampuan.
Bahasan berharap, dari turnamen ini akan lahir atlet-atlet pencak silat Pontianak yang mampu berprestasi di tingkat daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional. Namun, ia menegaskan prestasi harus tetap dibangun di atas fondasi akhlak dan karakter yang kuat.
“Kita ingin anak-anak muda Pontianak tidak hanya hebat di gelanggang, tetapi juga memiliki budi pekerti, disiplin, dan semangat menghargai sesama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih dan guru yang telah membimbing para peserta. Menurutnya, peran pelatih sangat penting dalam menanamkan teknik, mental bertanding, serta nilai-nilai luhur pencak silat kepada generasi muda.
Bahasan mengajak seluruh pihak terus memberi ruang bagi pembinaan olahraga di Kota Pontianak. Ia menilai, dukungan keluarga, sekolah, perguruan pencak silat, IPSI, dan pemerintah menjadi kunci agar potensi anak muda dapat berkembang.
“Semoga Turnamen Bahasan Cup ini menjadi awal yang baik untuk melahirkan lebih banyak pesilat berprestasi dari Kota Pontianak,” pungkasnya. (prokopim)